

inNalar.com – Akses jalanan di Gunung Sawur hingga Dusun Kajar Kuning, Lumajang mengalami kerusakan yang cukup parah dan banyak lubang.
Jalanan di Gunung Sawur hingga Kajar Kuning ini merupakan rute penghubung darurat antara Kabupaten Lumajang dan Malang.
Pasalnya, jembatan Gladak Perak (Piket Nol) yang menjadi akses utama menuju Malang, sampai saat ini masih dalam proses perbaikan seusai ambruk akibat lahar erupsi Semeru beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Jerome Polin Beri Pertanyaan Soal Paspampres, Berikut ini Jawaban dari Kaesang Pangarep Bikin Ngakak
Terlebih, hanya bisa dilewati pengendara roda dua saja. Akibatnya, truk bermuatan berat dan kendaraan roda empat harus melewati rute alternatif untuk menuju ke Malang.
Jalur alternatif tersebut adalah jalanan di Gunung Sawur hingga Dusun Kajar Kuning, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang.
Dari pantauan SuaraIndonesia.co.id, jalanan dari Gunung Sawur hingga Dusun Kajar Kuning, Lumajang, dalam kondisi rusak parah dan banyak lubang.
Terlebih jika musim hujan datang, rute ini cukup berbahaya dilewati oleh pengendara roda dua.
Selain itu, mobil truk bermuatan berat juga terlihat padat melewati jalanan Gunung Sawur dan Kajar Kuning.
Menanggapi hal itu, Bupati Lumajang, Cak Thoriq mengatakan akan segera memperbaiki jalan Gunung Sawur-Kajar Kuning.
Baca Juga: Siap-siap Pertalite Naik Jadi Rp10.000, Luhut: Mungkin Minggu Depan Presiden Akan Mengumumkan
Kendati demikian pihaknya kini masih berfokus menyelesaikan perbaikan jembatan Gladak Perak yang ditargetkan akan selesai pada akhir tahun 2022.
“Ini kan masih dipakai jalan darurat ya, tentu nanti setelah kita recovery semua, jembatan Gladak Perak sudah selesai baru kita merencanakan perbaikan jalan bekas kerusakan erupsi,” kata Bupati Lumajang, Cak Thoriq saat dikonfirmasi.
Selain itu, Cak Thoriq juga mengatakan akan memperbaiki jalan yang menuju ke Huntara di Desa Sumbermujur.
Baca Juga: Film Sayap Sayap Patah Menceritakan Tragedi Mako Brimob 2018, Nicholas Saputra Berperan Jadi Polisi
Setelah proses pembangunan Huntara 100 persen selesai, mengingat saat ini juga masih dilewati kendaraan berat yang membawa material bangunan.
“Termasuk yang ke arah Hunian Sementara (Huntara) yang ada di Sumbermujur, kan sekarang rusak, karena sekarang masih digunakan untuk pemenuhan material untuk pembangunan Hunian tetap dan sementara, serta infrastruktur yang lain,” pungkas Cak Thoriq.
***