

inNalar.com – Saat ini, banyak negara yang berlomba-lomba membangun gedung pencakar langit tertinggi. Termasuk Jepang yang akan turut meramaikan, namun menggunakan kayu.
Perusahaan Jepang, Sumitomo Foresrty yang akan berulang tahun ke-350 mendatang punya cara unik untuk merayakannya.
Tak seperti perusahaan lain yang melakukan acara seperti potong kue, atau kegiatan Corporate Social Responsibilities (CSR), mereka justru akan membangun gedung pencakar langit.
Lebih uniknya lagi, pembangunan gedung pencakar langit tersebut akan menggunakan kayu sebagai material utama. Diketahui Sumitomo Forestry adalah perusahaan pembangunan rumah spesialisasi berbahan kayu.
Beberapa sumber menyebutkan 90% pembangunan akan menggunakan kayu. Dan hanya 10% dari bangunan saja yang menggunakan baja.
Proyek ini, yang dikenal dengan nama W350, dirancang setinggi 350 meter dengan 70 lantai.
Baca Juga: Whoosh! Melesat Tajam 350 Km per Jam, Kereta Cepat Jakarta-Bandung Sampai Viral di Media Asing
Mengingat pembangunan menggunakan bahan kayu, diperkirakan akan menghabiskan 185.000 meter kubik kayu.
Gedung ini tidak hanya menjadi pencakar langit kayu tertinggi, tetapi juga menjadi simbol inovasi berkelanjutan dalam arsitektur modern.
Pembangunan gedung ini tidak hanya mengusung aspek keberlanjutan, tetapi juga memiliki nilai estetika yang tinggi.
Balkon hijau di setiap lantai dirancang untuk menciptakan ekosistem alami di dalam struktur urban, menyediakan ruang hijau yang berfungsi sebagai habitat untuk beberapa hewan.
Saat sudah beroperasi nanti, gedung ini akan dijadikan perkantoran, hotel, toko dan hunian yang bisa ditempati.
Pendekatan ini sejalan dengan tren global menuju desain yang lebih ramah lingkungan dan inklusif terhadap alam.
Baca Juga: Biaya Tembus Rp6,1 Kuadriliun! Jalan Layang dengan Lift Ajaib di China Ini Bisa Bikin Kapal Melayang
Pemilihan bahan kayu sebagai material utama adalah bagian dari gerakan “merubah kota jadi hutan.”
Selain itu, struktur kayu dinilai punya estetika tersendiri dan bagian dari revitalisasi kehutanan.
Kemudahan kayu juga memungkinkan dapat dengan mudah untuk dibangun ulang jika seandainya terjadi sesuatu yang membuat bangunan roboh.
Baca Juga: Kisah Sukses Pelaku UMKM di Simalungun: dari AgenBRILink, Kehidupan Rida Siahaan Berubah Drastis
Meskipun bangunan tersebut akan dibangun menggunakan kayu, gedung ini dilengkapi teknologi “penguat struktur tabung” yang membuatnya tahan gempa yang sering melanda Jepang.
Jika proyek ini berjalan sesuai rencana, maka duapertiga Jepang akan dipenuhi oleh hutan.
Hal ini akan membuat Jepang menjadi negara anggota Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) yang paling banyak tertutup hutan kedua setelah Finlandia yang menempati urutan pertama.
Demi mewujudkan ambisi tersebut, proyek pembangunan diperkirakan akan menelan biaya 600 miliar yen, atau setara dengan Rp76 triliun.
Selain itu, gedung ini juga diharapkan mendorong peningkatan minat terhadap penggunaan kayu dalam konstruksi skala besar, membuka peluang baru bagi inovasi teknologi dan pasar material bangunan.
Melalui proyek W350, Sumitomo Forestry berupaya menunjukkan bahwa keberlanjutan dan modernitas dapat berjalan seiring.
Gedung ini bukan hanya sebuah pencakar langit, melainkan sebuah pernyataan tentang masa depan arsitektur yang lebih ramah lingkungan.
Dengan target penyelesaian pada tahun 2041, proyek ini menjadi simbol ambisi Jepang untuk memimpin dalam desain arsitektur berkelanjutan dan membangun koneksi yang lebih erat antara manusia dan alam di tengah perkembangan kota modern.***(Muhammad Arif)
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi