Penikaman Acak Wanita dan Anak oleh Remaja Jepang, Pelaku: untuk Latihan Bunuh Ibu dan Terima Hukuman Mati

inNalar.com – Dilaporkan telah terjadi penikaman secara acak terhadap ibu dan anak oleh Seorang remaja di Jepang.

Dilansir NHK World, penikaman terjadi di sebuah jalan di Maruyama-cho, daerah Shibuya, dekat Stasiun Shibuya, Tokyo, Jepang pada Sabtu malam 19 Agustus 2022.

Pelaku penikaman tak lain adalah seorang remaja sekolah berusia 15 tahun yang berasal dari Prefektur Saitama, Tokyo utara.

Polisi setempat mengatakan, korban adalah seorang ibu berusia 53 tahun dan putrinya yang berusia 19 tahun.

Baca Juga: 41 Warga Tewas Diserang Israel, Ada Anak-anak dan Wanita, Netizen: Apakah Karena Palestina Bukan Ukraina

Diduga, remaja tersebut menikam kedua korban dengan pisau dapur yang ditemukan bersamaan dengan dua pisau lain selain yang digunakan.

Selanjutnya untuk korban, ibu dan putrinya kini menderita luka serius.

Dimana ibunya membutuhkan kurang lebih tiga bulan untuk sembuh, sementara putrinya mengalami luka tusukan di punggung yang lebih dari 10 sentimeter.

Kronologi penikaman

Dikutip dari Japan Times, sebelum peristiwa penikaman, pelaku meninggalkan rumah pada Sabtu siang hari. Ia meminta izin pada ibunya untuk kegiatan sekolah.

Baca Juga: Netizen Dikagetkan Gempa Bali pada 22 Agustus: Lumayan Keras, Allahu Jangan lah jadi Macam 2018. 

Setelahnya, pelaku naik kereta dari Stasiun Musashi Urawa di Prefektur Saitama dan turun di Stasiun Shinjuku berlanjut dengan berjalan menuju lokasi serangan.

Dilaporkan Japan Times, sumber investigasi mengatakan remaja tersebut sedang mencari tempat yang cocok untuk melakukan penikaman.

Lalu, ia kebetulan menemukan ibu dan anak di jalan sepi di Shibuya dan menikam mereka.

Motif pelaku penikaman

Baca Juga: Kenapa Mie Gacoan Tidak Bisa Disertifikasi Halal? Ternyata Ini Alasan dan Dalilnya

Menurut laporan kepolisian setempat yang dikutip Japan Times, remaja tersebut membantah penikaman itu bermotif pada masalah di sekolah.

Tetapi pelaku mengatakan karena ia berencana membunuh ibunya dengan cara menikam, maka dia ingin berlatih dengan menikam orang secara acak.

Menurutnya ibunya menjadi seorang yang kasar dan emosional ketika dia dalam suasana hati yang buruk.

Dia juga berencana untuk membunuh adik laki-lakinya karena berpikir adiknya akan sulit untuk hidup tanpa seorang ibu.

Baca Juga: Bukan karena Bahan yang Digunakan, Berikut Alasan Mie Gacoan Haram Dikonsumsi oleh Umat Islam

Saat penangkapan juga, remaja itu mengungkapkan keinginannya agar bisa menerima hukuman mati.

Seorang saksi mengatakan kepada Kyodo News yang dikutip Japan Times, tentang bagaimana reaksinya saat ditahan oleh petugas polisi.

Reaksi pelaku terlihat menangis tenang dengan pisau berserakan di sekelilingnya.

Hingga kini kasus tersebut sedang ditangani oleh kejaksaan setempat.***

 

Rekomendasi