

inNalar.com – Inilah informasi mengenai kronologi penembakan Brigadir J yang sebenarnya. Menyudahi drama skenario karangan Ferdy Sambo yang ternyata justru menjadi dalang dibalik kasus ini.
Timsus Polri mengungkap detail kronologi penembakan Brigadir J yang sebenarnya. Hal ini mengungkap aksi keji Ferdy Sambo yang menjadi dalang utama dalam peristiwa keji ini.
Dari temuan Timsus Polri, diketahui bahwa kronologi penembakan Brigadir J terjadi dengan sangat keji. Ferdy Sambo bahkan sempat melakukan penembakan dari jarak sangat dekat, yaitu 16 cm.
Baca Juga: Hasil Persib Bandung vs Bali United BRI Liga 1 2022: Maung Bandung Harus Keok di Kandang Sendiri
Dilansir inNalar.com dari YouTube Najwa Shihab, inilah kronologi penembakan Brigadir J yang dilakukan oleh Ferdy Sambo dengan sangat keji.
Sebelum Timsus Polri mengungakap kronologi penembakan Brigadir J yang sebenarnya, Komnas HAM juga meyakini bahwa penembakan Brigadir Yoshua Hutabarat bukan hanya dilakukan oleh Bharada E seorang.
“Kami meyakini tidak mungkin itu (penembakan) dilakukan oleh seorang Richard sendirian,” kata Ahmad Taufan Damanik, Ketua Komnas Hak Asasi Manusia.
Baca Juga: Ketua LPAI, Kak Seto Berikan Perlindungan Kepada Anak-anak dari Ferdy Sambo, Ini Tujuannya
Ahmad menjelaskan adanya indikasi tersebut karena jika memperhatikan arah peluru yang mengenai tubuh Brigadir Yoshua Hutabarat datang dari arahyang berbeda.
Artinya, tidak mungkin hanya ada 1 orang yang sama dan bolak-balik dari satu tempat ke tempat lain hanya untuk melakukan tembakan.
Detail kronologi terbaru yang disampaikan Timsus Polri memperjelas indikasi Komnas HAM.
Kronologi tersebut menunjukkan betapa kejinya peristiwa penembakan itu berlangsung.
Dalam kronologi yang disampaikan, diketahui bahwa Ferdy Sambo, Kuat Maruf, Bripka Ricky, Bharada Richard Eliezer (Bharada E) dan Brigadir Yoshua berkumpul bersama di ruang tamu rumah dinas Ferdy Sambo.
Brigadir J diminta untuk berlutut menghadap ke pintu kamar mandi sambil melipat kedua tangan di belakang kepala.
Di hadapannya, berdiri Bharada E yang tengah mengacungkan senjata. Ferdy Sambo lalu berteriak untuk memerintahkan Bharada E melepaskan tembakan.
Kemudian terjadilah, Bharada Richard Eliezer melepaskan peluru dari jarak sekitar 2 meter dengan pistol GLOCK 17 sebanyak 3x ke arah Brigadir J.
Yoshua Hutabarat kemudian tersungkur sementara kaus putih yang dipakainya bersimbah darah. Seakan tidak cukup, menurut Richard dalam keterangannya Sambo kemudian menambahi dengan menembak 2x pada bagian belakang kepala Yoshua.
Tembaka itu dilakukan hanya dalam jarak sedekat 16 cm, atau sepanjang sedotan minuman.
Ferdy Sambo lalu menembaki dinding ruangan itu sebanyak 3x, mencoba membentuk alibi seakan-akan pernah terjadi baku tembak di sana.
Terakhir, Sambo mengoleskan sisa jelaga dari sarung tangan hitamnya ke tangan jenazah Yoshua Hutabarat. Hal itu dilakukan demi melengkapi narasi kebohongannya.
Baca Juga: Farel Prayoga Tuai Cibiran Usai Diangkat Jadi Duta Kekayaan Intelektual, Netizen: Ngga Sesuai Umur
***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi