Progres Seret, Proyek Jalan Hotmix Rp7,7 Miliar di Halmahera Selatan Bikin Resah Warga Pulau Makian

inNalar.com – Proyek Jalan Hotmix di Kecamatan Pulau Makian, Halmahera Selatan, Maluku Utara, saat ini tengah berlangsung setelah sebelumnya tertunda.

Proyek ini diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten dan kini tengah dikerjakan oleh PT. Delta dengan kontrak senilai Rp7.748.350.489,41 atau sekitar 7 miliar rupiah.

Didanai oleh APBD 2023, Jalan Hotmix seharusnya sudah selesai pada Desember setelah ada adendum pada Oktober tahun lalu.

Baca Juga: Telan Biaya Rp70 Miliar per Unit, Kereta Tanpa Rel Buatan China di IKN Ternyata Gagal Full Otomatis: Tak Secanggih Ekspektasi!

Proyek ini sangat dinantikan oleh masyarakat sebagai bagian dari visi Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba untuk meningkatkan konektivitas di Pulau Kenari.

Sekda Halmahera Selatan, Safiun Radjulan, pada Juli 2023 mengungkapkan bahwa pembangunan Jalan Hotmix sepanjang 3 kilometer tengah berlangsung di Kecamatan Pulau Makian.

Pengerjaan proyek ini dilakukan bertahap karena panjang jalan lingkar Pulau Makian mencapai 42 kilometer.

Baca Juga: Solo Makin Canggih! Trem Bersuara Senyap Rp20 Miliar Membaur di Jalanan Pusat Kota: Uji Coba Sukses?

Namun, pada awal 2024, proyek ini sempat mengalami kendala yang menimbulkan kekhawatiran masyarakat. Pemuda Demokrat Maluku Utara turut memantau isu ini.

Ketua DPD Pemuda Demokrat Maluku Utara, Iwan Marwan, menyatakan bahwa proyek ini memerlukan dukungan dokumen Asphalt Mixing Plant (AMP) sebagai syarat tender, dimana pengirimannya ternyata mengalami penundaan.

Hal ini dianggap tidak biasa, mengingat pengerjaan Lapis Pondasi Agregat (LPA) telah dimulai sejak Agustus 2023.

Baca Juga: Pengin Jadi Forest City, Megaproyek China-Malaysia Rp1,536 T Justru Sabet Pamor Kota Hantu Paling Legend se-ASEAN

Akibat proyek yang belum rampung, masyarakat belum bisa memanfaatkan jalan tersebut, bahkan kerap mengalami kecelakaan.

Keluhan masyarakat terus disampaikan kepada Bupati Halsel terkait keberlanjutan proyek ini.

Sekda Halmahera Selatan, Safiun Rajulan, pada akhir Juli 2024 menjelaskan bahwa keterlambatan proyek disebabkan oleh masalah pemasangan AMP yang tertunda.

Baca Juga: Tertimbun Sejak Abad Ke-5 di Jakarta Utara, Jejak Mega Proyek Tertua di Indonesia Akhirnya Terkuak

Ia juga menepis rumor bahwa Pemkab Halmahera Selatan tidak mengaspal jalan di Kecamatan Pulau Makian.

Ia menjelaskan, dari segi anggaran Pemkab telah siap, namun kembali lagi pelaksanaan proyek bergantung pada kesiapan kontraktor.

Pada awal November, Dinas PUPR Kabupaten Halmahera Selatan mengumumkan target penyelesaian proyek jalan hotmix di Pulau Makian pada akhir November 2024.

Baca Juga: Kerap Dibikin Uji Nyali, Tanjakan Paling Ekstrem di Yogyakarta Akhirnya Dibabat Rata hingga Melandai

Plt Kepala Dinas PUPR Halmahera Selatan, Idham Pora, mengungkapkan bahwa proyek ini merupakan bagian dari anggaran APBD 2024 dengan nilai total sebesar Rp7,7 miliar.

Idham menjelaskan bahwa jalan hotmix ini dibagi menjadi dua segmen, yaitu segmen II dan segmen III.

Segmen II memiliki panjang sekitar 3 kilometer dengan anggaran lebih dari Rp7,7 miliar, sementara segmen III sepanjang 3,5 kilometer dengan anggaran Rp8,5 miliar.

Menurut Idham, segmen II sebenarnya telah dianggarkan sejak 2023, namun terhambat karena pemasangan Asphalt Mixing Plant (AMP).

Ia juga memastikan bahwa pihaknya akan memperketat pengawasan terhadap kinerja kontraktor, termasuk distribusi alat berat dan material.

Proyek ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat Pulau Makian dengan meningkatkan akses transportasi, mobilitas warga, dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan berkomitmen memantau perkembangan proyek ini secara ketat dan menjamin prosesnya berlangsung transparan serta akuntabel sesuai standar kualitas yang ditetapkan.*** (Aliya Farras Prastina) 

Rekomendasi