Rapat RDP DPR RI Ricuh saat Singgung Nama-nama Dalam Bagan Konsorsium 303 Kaisar Sambo, Ada Apa?

inNalar.com – Rapat Dengar Pendapat atau RDP Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) sempat ricuh ketika seorang anggotanya menyinggung bagan Konsorsium 303.

Muncul pertanyaan banyak orang, ada apa?, kenapa terjadi ricuh saat RDP bersama Kapolri saat ada salah satu Anggota DPR RI sebut nama-nama di bagan Konsorsium 303.

Grafik Konsorsium 303 pimpinan Kaisar Sambo menyebar sangat masih di media sosial, oleh karena itu Anngota DPR RI menanyakannya kepada Kapolri saat RDP.

Baca Juga: Ari Lasso Gagal Manggung Bersama Dewa 19 Hingga Ungkap Kondisi Terkini Kesehatannya

Sebagimana dilansir inNalar.com dari video yang diunggah di kanal resmi YouTube DPR RI pada tanggal Rabu, 24 Agustus 2022 Ahmad Sahroni pimpinan sidang mengingatkan Dipo Nusantara Pua Upa.

Dimana sebagai Anggota Fraksi PKB DPR RI di Komisi III, Dipo Nusantara Pua Upa berbicara dan salah satu pointnya sampai menyinggung soal bagan Konsorsium 303 pimpinan Kaisar Sambo.

“Soal bagan jaringan Konsorsium judi 303, yang beredar luas di media sosial, saya kira hal ini juga perlu diklarifikasi oleh Pak Kapolri beserta jajarannya,” kata Dipo Nusantara Pua Upa.

Baca Juga: Jadwal Bioskop Trans TV Hari Ini, Jumat 26 Agustus 2022 Berikut Sinopsisnya

“Waktu, Pak Dipo kalau baca begitu, nanti hampir satu nggak selesai,” ujar Ahmad Sahroni.

Tetapi Dipo Nusantara Pua Upa merasa bahwa waktunya berbicara masih ada dua menit, maka dirinya melanjutkan berbicara terkait bagan judi Konsorsium 303 pimpinan Kaisar Sambo.

Dipo Nusatara Pua Upa menyebutkan ada beberapa jenderal terlibat dalam bagan judi Konsorsium 303 dan beberapa pejabat Polri serta sipil tersebut, bahkan dirinya meyinggung Kabareskrim.

Baca Juga: Film Trending Mencuri Raden Saleh Tayang di Bioskop, Begini Fakta Menarik Dibaliknya

Kemudian muncul bagan Konsorsium baru lagi yang menampilkan Kabarsekrim sebagai pucuk pimpinannya, diduga menerima setoran bos judi online dari kelompoknya di Medan.

Kemudian Dipo Nusantara Pua Upa menyebut Dirpidum Kabareskrim Polri tiba-tiba Ahmad Sahroni sebagai Pimpinan Sidang RDP memotong kembali, mengintrupsi dan memberi saran.

Ahmad Sahroni lalu mengatakan bahwa dikhawatirkan bila menyebut nama yang tercantum di bagan Konsorsium 303, maka bisa disalah artikan karena orangnya bisa saja hadir saat itu juga dalam RDP RPD RI.

Baca Juga: Barcelona Pinjamkan Samuel Umtiti ke Lecce, Ternyata Seperti Ini Masa Kontraknya

Setelah Ahmad Syahroni berbicara muncul anggota DPR RI lain yang menyarankan bahwa sebaiknya berbicara saat RDP berdasarkan fakta bukan hoax, maka seorang teman fraksi dari Dipo Nusantara Pua Upa ikut bersuara.

Suara dalam ruang RDP DPR RI bersama Kapolri itu pun ricuh, saling sahut menyahut, hingga akhirnya Ahmad Sahroni memutuskan untuk melakukan skorsing pada sidang dan dilanjutkan setelah Isoma.***

Rekomendasi