Viral Mie Gacoan Diduga Haram, Ternyata ini Makna dan Penjelasan Gacoan Menurut Pakar Budaya

inNalar.com – Beredar kabar bahwa Mie Gacoan dinyatakan haram, namun berita tersebut tidak dibenarkan.

Tentang mengapa Mie Gacoan tidak bisa mendapatkan sertifikasi halal MUI adalah karena nama restoran dan nama makannya.

Namun, berdasarkan penilaian bahan baku pembuatan Mie Gacoan dinyatakan halal.

Baca Juga: Rapat RDP DPR RI Ricuh saat Singgung Nama-nama Dalam Bagan Konsorsium 303 Kaisar Sambo, Ada Apa?

Hal tersebut diklarifikasi oleh pihak Mie Gacoan sendiri karena beredarnya keresahan masyarakat tentang Mie Gacoan.

Juru Bicara PT Pesta Pora Abadi yang merupakan naungan bisnis Mie Gacoan menegaskan kepada publik.

Yaitu bisnisnya akan selalu mengedepankan aspek kehalalan dan higenis, namun hanya terkendala nama merk dan nama produknya.

Baca Juga: Hasil Sidang Etik Ferdy Sambo, Dalang Pembunuhan Berencana Brigadir J Itu Resmi Diberhentikan

Namun, apa makna dan istilah dari kata Gacoan menurut pakar budaya. Ini dia penjelasannya.

Kepala Bidang Pertunjukan Seni dan Budaya, serta Pusat Peneltian Kemasyarakatan dan Budaya, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia menjelaskan.

Donny Satryo Wibowo Ranoewidjojo menjelaskan bahwa gacoan memiliki makna jagoan atau unggulan.

Baca Juga: Sempat Mengalami Pendarahan Otak, Begini Kondisi Terbaru Komedian Tukul Arwana

“Gacoan itu artinya andalan atau gacoan. Zaman saya kecil di Surabaya, saya juga pegang gacoan untuk main kelereng, engklek dan lain-lain,” jelas Donny.

Donny juga menyebutkan apabila suatu kata serap bertolak belakang dengan bahasa aslinya.

Maka yang lebih kuat adalah bahasa asli tersebut, terutama jika bahasa tersebut digunakan di daerah asalnya.

Baca Juga: Video Viral Wanita Curhat Tak Terima Dimarahi Orang Asing di Bioskop, Begini Penjelasan dan Komentar Netizen

Daryl mencontohkan pada hal yang sama pada kata ‘pamor’. Dalam bahasa Jawa, makna pamor adalah pusaka tosan, aji, keris, dan tombak.

Ketika dijelaskan dan diserap menjadi bahasa Indonesia, arti pamor menjadi kewibawaan.

Dengan begitu, kata serapan dengan bahasa asalnya bisa saja memiliki arti yang berbeda.***

Rekomendasi