Gebrakan Besar Progres Proyek Kilang Minyak Tuban, Investasi Nyaris Tembus Rp 300 Triliun!

inNalar.com – Sebagai negara berkembang dengan populasi yang terus meningkat membuat Indonesia dihadapi tantangan yang besar dalam memenuhi kebutuhan energinya.

Untuk mengatasi kebutuhan yang semakin meningkat, diperlukan peningkatan kapasitas kilang minyak yang dapat memenuhi permintaan secara efisien dan berkelanjutan.

Meskipun masih mengandalkan impor minyak mentah dengan jumlah cukup besar untuk kebutuhan BBM nasional.

Baca Juga: Sebelumnya Mangkrak, Begini Nasib Mega Proyek Jalan Tol di Jawa Tengah Rp43,5 Triliun: Dilirik Prabowo?

Adanya ketergantungan yang berisiko adanya lonjakan harga minyak dunia, ketidakstabilan pasokan dan kelemahan dalam kondisi geopolitik secara global.

Oleh karena itu, proyek pembangunan Kilang Minyak Tuban jadi solusi untuk meningkatkan kapasitas produksi BBM di dalam negeri.

Dan juga mengurangi ketergantungan terhadap minyak mentah impor, selain itu memenuhi kebutuhan energi secara mandiri.

Baca Juga: Putra Mahkota Arab Saudi, Mohamed bin Salman Akan Belah Gurun Demi Megaproyek Kota Linear The Line

Ini dapat menjadi bagian dari usaha strategis untuk meningkatkan energi, membantu pertumbuhan ekonomi dan pasokan energi yang stabil bagi Indonesia.

Dengan nama pembangunan Kilang Minyak atau disebut juga sebagai New Grass Root Refinery (NGRR) ini berlokasi di Tuban, Jawa Timur.

Kapasitas produksi sebesar 300 ribu barel per harinya, untuk perencaannya menggunakan konfigurasi petrokimia, terintegrasi dengan PT Trans Pacific Petrochemical Indotama.

Baca Juga: Bandung Raya Naik Kelas! 21 Jalur BRT Modern dan 579 Unit Bus Dikerahkan Guna Urai Kesemrawutan Kota

Hal ini akan menciptakan kerjasama antara produksi bahan bakar dan petrokimia yang dapat meningkatkan efisiensi dan mengurangi limbah.

Kilang Minyak Tuban tidak hanya akan mengelolah minyak mentah menjadi bahan bakar, tapi juga menghasilkan produk petrokimia yang bernilai tinggi lainnya.

Pembangunan yang memiliki luas area kurang lebih dari 900 hektare, untuk wilayah yang aakn dibangun berlokasi di pelabuhan sepanjang 400-600 meter.

Baca Juga: 2,5 Ha Lahan Banten Bakal Dibabat Demi Proyek Filantropis, Aguan Rela Sokong Dana Rp60 Miliar: Mau Garap Apa?

Merupakan bagian dari Proyek Stategis Nasional (PSN) dan PT Pertamina sebagai penanggung jawab dalam pengerjaan pembangunan ini.

Nilai investasi sebesar dari Rp 238,25 triliun dengan dilakukannya kerjasama antara Pertamina dan perusahaan minyak asal Rusia yaitu Rosneft keseluruhannya.

Proyek yang sudah terencana pada tahun 2022 dan akan beropersasi di tahun 2024, untuk statusnya saat ini masih dalam tahap proses transaksi.

Baca Juga: Megaproyek NEOM, Visi Futuristik Putra Mahkota Arab Saudi MBS yang Boroskan Uang hingga 2 Triliun USD

Taufik Aditiyawarman selaku Direktur Utama KPI mengatakan jika pihaknya masih akan menyiapkan tender untuk enggineering, procurement dan construction (EPC).

Dikutip oleh inNalar.com dari kppip.go.id pada 11 November 2024 yaitu, untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar dan ketahanan energi di dalam negeri.

Membutuhkan bertumbuhan industri kilang minyak yang diproduksi oleh negara sendiri.

Menjadikan Kilang Minyak ini sebagai salah satu yang terbesar di Indonesia yang menghasilkan bahan bakar minyak (BBM) yang berkualitas.***

 

Rekomendasi