Telah Meninggal Dunia NU Jombang KH Abdul Nashir Fattah, Berikut Riwayat Perjalanan Hidupnya

 

inNalar.com – Diberitakan bahwa salah satu guru besar NU Jombang dan pengasuh pondok pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, KH Abdul Nashir Fattah telah meninggal dunia pada Minggu, 28 Agustus 2022.

Meninggalnya KH Abdul Nashir Fattah tersebar lewat akun twitter dan WhatsApp.

Dimana dikatakan bahwa KH Abdul Nashir Fattah meninggal dunia pada pukul 06.20 WIB tepatnya di RS. Dr. Sutomo Suarabaya.

Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab mengatakan, Mundjidah memberi kabar keponakannya telah meninggal akibat penyakit paru-paru.

 Baca Juga: Shalawat Ibrahimiyah, Ini Dia Keutamaan Membaca Shalawat yang Menghapus Kesalahan Masa Lalu

Lantas siapa sebenarnya KH Abdul Nashir Fattah dan bagaimana perjalanan hidupnya? Berikut informasinya.

Profil singkat 

Nama : Abdul Nashir Fattah

Tempat, tanggal lahir : Jombang, 24 Juli 1956

Baca Juga: Ustadz Adi Hidayat Beberkan Cara Kenal Jodoh: Tak Kenal Maka Taaruf, Tidak Semua yang Kenal Harus Disayang

Orangtua : KH. Abd. Fattah Hasyim dan Ibu Nyai Musyarrofah.

Pendidikan : Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Pondok PMH Putra Kajen, Madrasah Matholi’ul Falah, Pondok Al-Anwar

Riwayat perjalanan hidup KH. Abdul Nashir Fattah

Pada masa kecil KH. Abdul Nashir ABD. Fattah banyak menghabiskan waktu untuk belajar agama, salah satunya yang pertama adalah dari ayahnya.

 Baca Juga: Surat An Nas dan Artinya, Surat Pendek di Juz ‘Amma dengan Banyak Keutamaan

Pada saat itu ayahnya KH. Abd. Fattah Hasyim, adalah pengurus Pondok Pesantren Bahrul Ulum.

Setelah ia menduduki kelas 6 SD/MI, KH Abdul Nashir Fattah berlanjut untuk belajar ke Pondok PMH Putra Kajen yang diurus oleh Kyai Sahal Mahfudz. 

Meskipun penuh dengan ajaran agama dari keluarga dan pondo pesantren, namun Kyai Nashir juga mengemban pendidikan formal.

Pendidikan formal itu di sekolah Madrasah Matholi’ul Falah.

 Baca Juga: Puasa Ayyamul Bidh di Bulan Agustus, Catat Bacaa Niat, Tanggal Pelaksanaan dan Keutamaannya di Sini

Setelah menimba ilmu di Pondok PMH Putra Kajen selama 6 tahun, ia kembali ke Tambakberas mengajar di MI BU selama setengah tahun

Karena Kyai Nashir yang haus akan ilmu membuatnya kembali belajar ke Pondok Al-Anwar yang diuru oleh Kyai Maimun Zubair.

Karena ketekunan dan ilmu beliau yang tinggi, Kyai Nashir akhirnya memiliki kesempatan untuk meneruskan mencari ilmu ke Mekkah pada 1982 sampai 1985.

Pada akhir riwayat hidupnya, ia mengabdikan hidupnya menjadi pengurus pondok pesantren BUP dan pengurus NU Jombang.  

Baca Juga: Ustadz Faizar Ungkap Misteri Rumah Kuntilanak dan Sebut Hal Lebih Dahsyat: Ada Setan di Kasur yang Tak Dipakai

Pengurus NU Jombang

Awal masuk ke organisasi NU, Kyai Nashir menjadi pengurus NU Jombang dan bertanggung jawab sebagai sekretaris NU Jombang pada 1987.

Hingga akhir hayat, KH. Abdul Nashir ABD. Fattah dipercaya memegang jabatan untuk Ra’is ‘Am NU Jombang dari tahun 1997 dan pengasuh pondok pesantren Bahrul Ulum Putra. Berikit ringkasan riwayat organisasi Kyai Nashir.

1. Pengurus Ranting NU Jombang pada tahun 1987/1988

Baca Juga: Pahami Sebelum Amalkan Puasa Asyura, Haruskah dengan Puasa Tasu’a Juga? Simak Penjelasan Buya Yahya Berikut

2. Sekretaris NU Jombang tahun 1987 selama 5 bulan.

3. Ra’is ‘Am NU Jombang tahun 1997 sampai akhir.***

Rekomendasi