

inNalar.com – Putri Candrawathi tegaskan dirinya yang merupakan korban pelecehan.
Sementara Kamaruddin Simanjuntak malah menyinggung salah satu eks penasihat Kapolri.
Selain itu kuasa hukum Brigadir J mengatakan, bahwa Putri Candrawathi tidak jujur dalam penangkapan tersangka utama pembunuhan tersebut.
Kamaruddin Simanjuntak menjelaskan bahwa otak dari kebohongan Putri Candrawathi yaitu adalah eks penasihat Kapolri Fahmi Alamsyah.
Sebelumnya diketahui bahwa pada saat dihadapan Komisi III DPR RI.
Kapolri Listyo Sigit mengulang pernyataan bahwa motif penembakan Ferdy Sambo adalah pelecehan.
Namun, Kamaruddin Simanjuntak menjelaskan bahwa akan tegas membuat laporan balasan menyangkut para penasihat Kapolri.
“Tidak ada pelecehan, tidak ada perselingkuhan. Terbukti sudah dihentikan laporan mereka,” jelas Kamaruddin
“Karena pak Kapolri mengulangi ini di DPR Komisi III, maka besok pagi saya akan buatkan laporan polisi tentang 317 318 juncto 55 56,” lanjutnya.
Baca Juga: Hari Palang Merah Indonesia 3 September 2022, Simak Sejarah Dan Tema Peringatannya di Sini
Selain itu Kamaruddin Simanjuntak juga menuding Putri selalu membuat skenario palsu dalam menyatakan pembunuhan Brigadir J.
“Supaya ketahuan siapa yang ngajar-ngajarin Ibu Putri untuk mengatakan pelecehan,” jelas Kamaruddin Simanjutak.
Karena skenario kejahatan ini kan dibuatnya di ruang Kapolri oleh Staf Ahli Kapolri, yaitu melalui plan A plan B plan C,” lanjutnya.
Kamaruddin Simanjuntak juga menjelaskan tentang pelecehan yang ada di kediaman Ferdy Sambo sudah dibantah.
Karena menurutnya bukti CCTV dan SP3 sudah cukup sehingga tidak ditemukan tindak pidana.
Pada saat Putri Candrawathi memindahkan tempat kejadian di Magelang, yang niatnya ditujukan untuk membatalkan skenario awal.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi