Kepulauan Riau OTW Saingi Singapura! Kota Modern Seluas 1.575 km Ini Banyak Dihiasi Gedung Pencakar Langit

inNalar.com – Kota modern di Kepulauan Riau ini semakin menunjukkan perkembangan pesat dalam infrastruktur dan arsitektur modern.

Dengan lokasi strategis di Kepulauan Riau dan dekat dengan Singapura, Kota Batam memanfaatkan posisinya sebagai pusat investasi dan perdagangan.

Terlihat dari semakin banyaknya gedung pencakar langit yang menghiasi langit di Kota Batam.

Baca Juga: RI-Jerman Kolab Bangun Bendungan Paling Unik di Dunia: Lokasinya di Kedalaman 100 M dari Bawah Tanah Yogyakarta

Kota ini tidak hanya dikenal sebagai kawasan industri atau destinasi wisata, tetapi juga sebagai kota dengan kemajuan urban yang setara dengan kota-kota besar di Asia Tenggara.

Menurut inNalar.com yang dilansir dari jdih.go.id, Kota Batam adalah kota modern terbesar di Provinsi Kepulauan Riau, Indonesia.

Wilayahnya mencakup Pulau Batam, Pulau Rempang, Pulau Galang, serta pulau-pulau kecil lainnya yang tersebar di Selat Malaka dan Selat Singapura.

Baca Juga: Sudah Ada 10 Tahun, Tapi Mega Proyek Kota Baru di Lampung Ini Cuma Dipasangi Lampu Jalan?

Sebagai bagian dari Provinsi Kepulauan Riau, luas wilayah darat Kota Batam mencapai 715 km², sementara luas keseluruhan wilayahnya sekitar 1.575 km².

Dilansir dari bpbatam.go.id oleh inNalar.com, perkembangan Batam tidak terlepas dari peran Presiden Soeharto.

Selama masa pemerintahan Orde Baru, Jenderal Soeharto (yang terakhir kali dianugerahi pangkat kehormatan Jenderal Besar Bintang Lima) sejak awal memprioritaskan pembangunan ekonomi.

Baca Juga: Nyempil di Ujung Tebing, Desa Paling Berbahaya di China Ini Terletak di Ketinggian 1.700 Meter

Meski fokus utama adalah sektor pertanian, Presiden Soeharto juga tetap memberi perhatian pada sektor industri.

Saat ini, Meisterstadt A5, atau Erlesen Tower, menjadi salah satu ikon utama kemajuan Batam dengan ketinggian 176 meter dan 42 lantai.

Dikenal juga sebagai Pollux Habibie, gedung pencakar langit ini tak hanya menjadi bangunan tertinggi di Batam tetapi juga melambangkan kemajuan teknologi dan arsitektur kota yang mewah.

Baca Juga: Revitalisasinya Capai Rp50 Miliar! Museum di Yogyakarta Ini Semakin Modern Berkat Fasilitas Super Canggih

Kompleks Meisterstadt ini juga mencakup menara lainnya seperti Gasaren Tower (Meisterstadt A3) dan Bluhen Tower (Meisterstadt A2) semakin memperkuat citra Batam sebagai kota modern.

Setiap bangunan di kompleks ini memiliki ketinggian sekitar 157 meter dengan 46 lantai dan dirancang dengan konsep mixed-use.

Kompleks ini menggabungkan area hunian, area untuk kebutuhan komersial, serta fasilitas umum.

Selain itu ada Meisterstadt A1 atau Auslesen Tower berdiri megah dengan tinggi sekitar 140 meter dan 41 lantai. Banyaknya gedung pencakar langit seperti Singaura, semakin memperlihatkan siluet kota Batam yang mencerminkan visi besar pemerintah dan pengembang lokal.

Baca Juga: Terbentang 958 KM di Cilegon-Gresik, Prabowo Akan Selamatkan Jakarta dengan Tanggul Raksasa Rp700 Triliun!

Selain kompleks Meisterstadt, Batam memiliki gedung tinggi lain dengan segala panoramanya.

Terdapat Batam City Condominium yang selesai dibangun tahun 2011. Bangunan ini memiliki tinggi 128 meter dengan 28 lantai yang menawarkan hunian vertikal nyaman dengan fasilitas modern di tengah kota.

Kemudian Formosa Residence setinggi 123 meter dengan 36 lantai, menampilkan desain modern yang menggabungkan elemen kontemporer dan kenyamanan penghuni.

Selanjutnya One Residence Batam, yang selesai dibangun tahun 2019, memiliki 29 lantai dengan ketinggian sekitar 99 meter.

Batam juga dilengkapi gedung lain seperti Panbil Residence (97 meter), Harbour Bay Residences (78 meter), serta Planet Holiday Hotel & Residence.

Nagoya Mansion Tower A dan B, masing-masing setinggi sekitar 75 meter, yang semakin memperkaya lanskap Batam.

Dengan kehadiran berbagai gedung ini, Batam membuktikan dirinya siap bersaing di kancah internasional, menarik minat investor dan wisatawan dari berbagai belahan dunia.

Bangunan-bangunan tinggi ini tidak hanya mempercantik wajah kota, tetapi juga menjadi bukti nyata dari pesatnya pembangunan ekonomi dan urbanisasi di Batam.

Diharapkan perkembangan ini akan terus berlanjut dengan semakin banyak proyek inovatif di masa depan, menjadikan Batam tidak hanya sebagai pusat bisnis, tetapi juga sebagai kota yang memikat dengan daya tarik arsitektur modern dan destinasi wisata yang menarik.

Saat ini, Batam telah memiliki sejumlah tempat wisata unggulan.

Di Sekupang, terdapat Taman Rusa Sekupang dan Batam Forest Top, serta Tebing Langit Bukit Dangas.

Sementara di Bengkong, wisatawan bisa menikmati Ocarina dan Dino’s Gate. Di wilayah Nongsa, terdapat Desa Wisata Bakau Serip yang pada tahun 2022 menerima penghargaan Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI).

Serta Kampung Terih, pemenang Anugerah Pesona Indonesia (API) tahun 2018. Namun, menjadikan Batam sebagai pesaing Singapura bukanlah hal yang mudah.

Diperlukan dukungan dari pemerintah serta tekad masyarakat Batam untuk terus meningkatkan kualitas kota dan memperkuat daya tariknya di mata dunia.*** (Aliya Farras Prastina)

 

Rekomendasi