Hanya Berukuran 4,7 Km2, Penduduk Desa di Tengah Samudera Pasifik Ini Terancam Tenggelam

inNalar.com – Perpaduan pesona biru dari lautan dan hijaunya pepohonan menjadi daya tarik utama dari desa yang ada di pulau ini.

Sebuah daratan kecil di pulau yang terisolasi ditengah samudra ini menjadi tempat orang-orang menjalani kehidupan dengan penuh keberanian.

Namun, dibalik pesonanya yang memukau terselip ancaman yang selalu mengintai di Nokunonu.

Baca Juga: Menilik Pembangunan Jembatan Terpanjang di Dunia yang Jadi Proyek Ambisius China

Sebuah pemukiman kecil di tengah Samudera Pasifik yang keberadaannya mulai terancam sapuan gelombang laut.

Nukunonu sebelumnya dikenal dengan Duke of Charence yang merupakan sebuah desa di atas pulau terpencil.

Terletak di Samudera Pasifik Selatan, ukuran pulau ini tidak besar yakni hanya sekitar 4,7 kilometer persegi atau tidak lebih besar dari Ancol.

Baca Juga: Telan Biaya Rp 4,2 triliun, China Sulap Tambang Terbengkalai Jadi Hotel Bawah Tanah Pertama di Dunia

Nukunonu termasuk dalam kategori pulau cincin dengan konsetrasi penduduk hanya berada dalam satu titik saja yaitu Desa Nukunonu selebihnya adalah daratan.

Pada dasarnya Nukunonu adalah wilayah dependensi atau wilayah yang berada di bawah otoritas negara lain.

Kemudian, New Zealand menjadi negara yang memegang kendali atas Nukunonu.

Baca Juga: Terletak 157 Km dari Sumatera, Pulau Terpencil di Bengkulu Ini Punya Cerita Unik dan Tradisi yang Khas

Sebagian besar daratan pulau ini hanya beberapa meter saja di atas permukaan laut, sehingga menjadikannya sangat rentan tenggelam.

Faktor pemanasan global akan menyebabkan kenaikan permukaan air laut.

Sementara di sana tidak ada bandara di atas pulau kecil ini. Jalan satu-satunya untuk mencapai daratan hanya dengan menggunakan kapal menyusuri luasnya samudera.

Berdasarkan sejarah, sebelumnya Nukunonu berada di bawah kekuasaan Samoa Barat.

Selajutnya New Zealand diberikan yuridiksi atas tempat ini pada tahun 1925.

Kemudian, pada tahun 1948 dibuat undang-undang yang mengatur pengelolaan Nukunonu di bawah otoritas New Zealand

Saat ini pulau dihuni sekitar 531 orang yang tinggal di rumah-rumah yang dibangun dengan bantuan keuangan dari New Zealand.

Masyarakat setempat sehari-hari memelihara hewan ternak seperti ayam dan babi. Selain itu, mereka menangkap ikan di laut.

Tempat kecil ini dipimpin oleh Tulega atau dewan tetua yang terdiri dari kepala kelompok keluarga dan dua anggota terpillih.

Penduduknya sebagian besar adalah orang Polinesia yang secara budaya dan bahasa terkait dengan Samoa.

Disamping itu, Nukunonu menghadapi berbagai tantangan isolasi geografisnya membuat akses terhadap layanan kesehatan pendidikan dan ekonomi menjadi terbatas.

Perubahan iklim dan kenaikan permukan laut juga menjadi ancaman serius bagi masa depan pulau ini.

Bila kondisi iklim dunia terus memburuk, bukan tidak mungkin di masa depan tempat yang indah ini akan tersapu habis air lautan dan menghapus semua kisah yang selama ini terukir di atasnya. ***(Ummi Hasanah)

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]