

inNalar.com – Rencana pembangunan Terusan Kra di Thailand muncul sebagai salah satu proyek infrastruktur paling ambisius di Asia Tenggara.
Terusan Kra ini berpotensi mengubah peta perdagangan global dengan menawarkan alternatif jalur pelayaran yang dapat mengurangi ketergantungan pada Selat Malaka.
Namun, ternyata keberadaan dari proyek Terusan Kra ini juga memunculkan kekhawatiran serius mengenai dampaknya terhadap ekonomi negara-negara tetangga Thailand, salah satunya Indonesia.
Baca Juga: Target Rampung Akhir 2024, Progres Pembangunan Jalan Feeder di Kawasan Inti IKN Capai Segini
Proyek ini direncanakan akan membentang sepanjang 102 kilometer, dan akan menghubungkan Teluk Thailand dengan Laut Andaman.
Rencana pembangunan terusan ini ternyata telah ada sejak abad ke-17 ketika Raja Narai dari Ayutthaya masih menjabat.
Dalam beberapa tahun terakhir, rencana ini kembali mendapatkan perhatian, terutama setelah adanya dukungan dari pemerintah Thailand.
Mereka ingin mencoba untuk merealisasikan recana yang telah lama sekali tertunda ini, karena diharapkan dapat meningkatkan daya saing ekonomi negara tersebut.
Dalam segi anggaran dana proyek ini pemerintah Thailand akan bekerja sama dengan China telah memperkirakan nominal yang sangat fantastis yaitu USD 20 Miliar.
Meskipun sangat modal tersebut sangat besar diharapkan nantinya akan tertutup pada masa operasionalnya.
Baca Juga: Terobos Daratan? Mega Proyek Rp 3,4 Triliun Ini Bakal Tembuskan Kapal Kargo dari Bekasi ke Cikarang
Karena setiap kapal yang melintas di terusan ini diperkirakan akan dikenakan biaya sekitar USD 300.000 atau sekitar Rp 4 miliar.
Andil China pada proyek ini tidak hanya berupa pinjaman dana saja tetapi juga berupa bantuan teknologi dari China sebagai bagian dari inisiatif Maritime Silk Road.
Keterlibatan negara tirai bambu tersebut tidak lain, karena pemerintah Tiongkok melihat potensi besar pada rencana pembangunan akses laut ini untuk ekonomi mereka yang lumayan befokus ekspor produk.
Baca Juga: BRI Sukses Tekan NPL, Begini Strategi Cerdas BRI Turunkan Rasio Kredit Bermasalah
Karena bila berhasil di realisasikan Terusan Kra dapat menghemat waktu dan memotong jarak tempuh bagi kapal-kapal yang melintas.
Dengan terusan ini, waktu perjalanan kapal dapat dipangkas hingga 72 jam, serta mengurangi jarak tempuh sekitar 1.200 kilometer.
Hal ini akan menjadikan terusan ini sebagai jalur alternatif yang efisien dan menarik bagi perusahaan pelayaran.
Baca Juga: Bikin Geger Dunia! AS Bangun Kota Terapung di Kapal Pesiar, Sanggup Tampung 7.960 Orang
Terutama yang selama ini bergantung pada Selat Malaka, yang dikenal dengan kepadatan lalu lintasnya.
Di sisi lain Terusan Kra dapat memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi Indonesia dan Singapura.
Bagi Indonesia, pelabuhan-pelabuhan utama seperti Tanjung Priok, Tanjung Perak, dan Makassar berpotensi mengalami penurunan pendapatan yang drastis.
Penurunan volume kargo di pelabuhan-pelabuhan ini dapat berimbas pada sektor industri kargo nasional, yang selama ini menjadi salah satu pilar penting dalam perekonomian.
Sementara itu, Singapura sebagai pusat perdagangan utama di Asia Tenggara juga akan merasakan dampak negatif.
Selat Malaka telah menjadi jalur vital bagi perdagangan internasional, dan beroperasinya terusan dapat mengurangi volume lalu lintas kapal di selat tersebut.***