

inNalar.com – Apabila Indonesia sedang dipusatkan perhatiannya dengan pembangunan ibukota negara baru di IKN, belum lama ini China pun juga berambisi membangun sebuah kota yang digadang bakal menjadi pusat bisnis dengan gelimang investasi di dalamnya.
Inilah kota masa depan China yang bernama Xiong An. Wilayah yang mengundang perhatian dunia ini disebut sebagai kota termahal di dunia.
Bukan tanpa alasan Xiong An dinobatkan sebagai ‘kota termahal di dunia’. Pasalnya dalam pembangunan komponen infrastrukturnya terikat sederetan investasi megaproyek bernilai fantastis.
Bahkan keseluruhan total proyek yang tengah digarap oleh Sang Negeri Tirai Bambu ini digadang mencapai 560 Miliar USD, jika dirupiahkan maka diperkirakan nilainya mencapai Rp8.120 triliun, melansir dari YouTube Daftar Top.
Sebegitu fantastisnya nilai investasi yang bakal mewujudkan kota masa depan negeri raksasa infrastruktur ini, lantas ada proyek apa saja di Xiong an? Simak selengkapnya hingga akhir artikel.
Proyek Kereta Cepat
Infrastruktur pertama yang dibangun di kota termahal di dunia ini adalah megaproyek pembangunan Stasiun Kereta Cepat Xiong An.
Progresnya dimulai sejak Desember 2018 dan akhirnya dapat rampung hanya berselang dua tahun kemudian.
Meski progres infrastruktur utama telah dinyatakan selesai, tetapi akan ada banyak pengembangan jalur kereta cepat yang akan dibangun.
Sejauh ini dengan rampungnya proyek tersebut, waktu tempuh antara Beijing dan Xiong An kini hanya 50 menit dengan jarak tempuhnya yang mencapai 100 kilometer.
Terkini, jalur kereta cepat yang telah berhasil dibangun panjangnya melintang hingga 40.000 kilometer.
Menurut informasinya, China akan membangun total jalurnya hingga 150.000 kilometer. Tidak heran, nilai investasi megaproyek yang satu ini mencapai 117 miliar USD atau setara dengan Rp1.600 triliun.
Proyek Stasiun Bawah Tanah Terbesar dan Terdalam di Dunia
Demi menunjang arus moda transportasi kereta cepat di kota termahal di dunia ini, Pemerintah China pun membangun stasiun bawah tanah terdalam dan terbesar di dunia.
Namanya adalah Stasiun Badaling. Para pekerja menggali kedalaman tanah hingga 102 meter demi merealisasikan fasilitas tersebut. Disebut terbesar karena luasnya mencapai 36.000 meter persegi.
Salah satu alasan di balik pembangunannya yang teramat dalam di bagian bawah tanah ialah demi melindungi bangunan Tembok China agar tidak rusak karena sederetan pembangunan megaproyek yang tengah diprogres pemerintahnya.
Saking dalamnya lokasi Stasiun Badaling, terdapat eskalator terpanjang kedua di dunia, lintangannya mencapai 88 meter dan tingginya 42 meter.
Di kota masa depan itu terdapat dua stasiun besar seperti Badaling dan Xiong An. Aksesnya sama-sama memudahkan penumpang untuk keluar masuk Beijing ke kota termahal di dunia tersebut.
Kapan beres?
Selain sederetan proyek di atas, Xiong An digadang bakal disokong ketenaga listrikannya melalui turbin angin dan listrik bertenaga panas bumi.
Selain itu, kota masa depan ini juga bakal dilengkapi dengan taksi self-driving yang tidak memerlukan supir untuk mengoperasikan kendaraan umumnya.
Inilah Xiong An, kota termahal di dunia milik China yang diproyeksikan bakal rampung di tahun 2035 mendatang.***