

inNalar.com – Sudah tahu siapa musafir Joko Kendil yang mengaku naik macan putih? Ternyata ini nama asli, umur, asal hingga tujuan jadi musafir. Cari tahu selengkapnya dalam artikel berikut ini.
Belakangan ini nama musafir Joko Kendil menjadi perbincangan di kalangan netizen, terutama di TikTok. Namun, siapa musafir Joko Kendil yang mengaku naik macan putih? Kenali sosok musafir Joko Kendil dari nama asli, umur, asal, hingga tujuan jadi musafir.
Banyak yang belum mengetahui tentang siapa musafir Joko Kendil yang mengaku naik macan putih sebenarnya. Berikut nama asli, umur, asal hingga tujuan jadi musafir.
Dilansir dari kanal YouTube Sinau Hurip, inilah penjelasan tentang siapa musafir Joko Kendil yang mengaku naik macan putih. Mulai dari nama asli, umur, asal hingga tujuan jadi musafir.
Sosok musafir Joko Kendil berhasil mencuri perhatian netizen karena pengakuannya yang mengakatakan naik macan putih saat melakukan perjalanannya.
Diketahui, nama asli musafir Joko Kendil adalah Kusnan. Sementara asal Joko Kendil adalah dari daerah Demak, Jawa Tengah.
Tidak sembarangan, ternyata nama Joko Kendil ia dapatkan dari Sang Guru yang bernama Syeh Hadi Guntur. Menurut Sang Guru, nama itu berarti murid dari Sunan Kali Jaga.
Saat ditanya umur, musafir Joko Kendil menjadwab bahwa saat ini umurnya 41 tahun. Joko Kendil mengaku telah menjadi musafir semenjak umur 19 tahun atau sejak tahun 2001.
Tidak hanya nama Joko Kendil yang diberikan oleh Sang Guru Syeh Hadi Guntur, tapi juga tunggangan macan putih yang ia naiki selama menjadi seorang musafir juga merupakan pemberiannya.
Baca Juga: Ramalan Zodiak Hari Ini Kamis 29 September 2022, Scorpio, Leo, dan Cancer: Zodiak Ini akan Beruntung
Rencananya, musafir Joko Kendil ini akan terus melanjutkan perjalanannya hingga tahun 2025 mendatang.
Setelah selesai melakukan perjalanan hingga tahun 2025, musafir Joko Kendil akan kembali ke gurunya.
Bahkan, musafir Joko Kendil juga mengungkapkan keinginan terdalamnya setelah menyelesaikan perjalanannya. Joko Kendil mengungkapkan keinginannya untuk memiliki jodoh.
Namun, terkait siapa yang akan menjadi jodohnya, Joko Kendil menyerahkan kepada Sang Guru, Syeh Hadi Guntur.
Melalui kepribadian musafir Joko Kendil, banyak hal tentang kehidupan yang dapat direnungkan dan dijadikan sebagai bahan pelajaran hidup.
Joko Kendil mengingatkan bahwa dunia ini tidak lama. Oleh sebab itu, hiduplah untuk ibadah kepada Allah, Tuhan Yang Maha Esa. ***