

inNalar.com – Ternyata, selain mengaku naik macan putih, musafir Joko Kendil juga ramal akan ada kejadian di tahun 2030. Lantas, kejadian apa yang dimaksud hingga Joko Kendil mengatakan jangan sampai ada? Simak selengkapnya.
Nama musafir Joko Kendali menyedot perhatian banyak orang semenjak viral mengaku naik macan putih. Selain itu, ternyata Joko Kendil juga ramal akan ada kejadian besar di tahun 2030.
Dilansir dari kanal YouTube Sinau Hurip, berikut informasi selengkapnya mengenai sosok musafir Joko Kendil yang megaku naik macan putih hingga bisa ramal kejadian di tahun 2030.
Joko Kendil menjalani keseharian sebagai musafir ditemani oleh sosok macan putih yang selalu bersamanya.
Saat melakukan perjalanannya, musafir Joko Kendil ini mengaku tidak pernah merasa lelah karena ia dapat naik macan putih.
Pria yang mengaku bernama asli Kusnan tersebut mengaku mendapatkan nama Joko Kendil dari Sang Guru yang bernama Syeh Hadi Guntur, di Demak.
Baca Juga: Kronologi Singkat G30S PKI Buat Dunia Tercengang, Ternyata Lakukan Ini Dalam 2 Hari
Joko Kendil mengatakan, nama Joko Kendil menurut Syeh Hadi Guntur memiliki arti murid dari Wali Sunan Kali Jaga.
Sosok musafir Joko Kendil yang merupakan murid Syeh Hadi Guntur ini juga berbicara macan putih yang dinaikinya tidak serta merta bisa didapatkan begitu saja.
Namun, musafir Joko Kendil mengatakan harus melakukan puasa selama 3 hari berturut-turut yang bertepatan pada hari Rabu Pon, Kamis Wage, dan Jumat Kliwon.
Joko Kendil telah menjadi seorang musafir semenjak usia 19 tahun. Joko Kendil mengaku mulai menjadi musafir dari tahun 2001. Saat ini, umur Joko Kendil adalah 41 tahun.
Selama dalam perjalanannya sebagai musafir, Joko Kendil akan membagikan apa yang ia peroleh kepada siapa saja orang yang membutuhkan.
Joko Kendil tidak segan-segan membagikan rezeki yang diperolehnya dari orang lain kepada orang yang ditemuinya yang lebih membutuhkan.
Meskipun berpenampilan eksentrik dengan pakaian yang serba hitam, Joko Kendil tetap menjaga kebersihannya.
Joko Kendil mengaku membersihkan badan (mandi) dan mencuci pakaiannya saat beristirahat di masjid.
Joko Kendil pun menyampaikan petuah tentang penampilan selama hidup di dunia dalam Bahasa Jawa.
“Ojo edan awak e, edan o marang Gusti Allah,” ucapnya.
Artinya, sebagai manusia kita jangan gila terhadap diri sendiri (penampilan), tapi lebih baik gila (cinta) terhadap Allah, Tuhan Yang Maha Esa.
Terkait kejadian yang musafir Joko Kendil ramal akan terjadi di tahun 2030 adalah kejadian yang mirip dengan yang terjadi di tahun 2019.
Joko Kendil mengatakan, jangan sampai terulang kembali kejadian mirip seperti tahun 2019 di tahun 2030, yaitu pandemi Corona.
Terlepas mengenai benar atau tidak kejadian yang Joko Kendil ramal di tahun 2030, setidaknya Joko Kendil telah mengajarkan banyak hal tentang kehidupan untuk selalu waspada dan taat kepada Allah. ***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi