Bakal Jadi Ikon Lampung! Kawasan Pelabuhan Bakauheni Harbour City (BHC) Telan Dana Rp 4,7 Triliun

inNalar.com – Dilansir dari biroadpim.lampungprov.go.id, Minggu (10/11/2024) Samsudin selaku PJ. Gubernur Lampung untuk melihat perkembangan terkini dari proyek pembangunan kawasan Bakauheni Harbour City (BHC) yang sedang digarap.

Akan ada dua objek kawasan BHC di Lampung Selatan yang ditargetkan tuntas di Desember 2024 yaitu pembangunan Amphitheater dan pemugaran menara Siger.

Sebagai bagian dari PSN, proyek BHC ini diharapkan akan mengubah kawasan Pelabuhan Bakauheni agar menjadi destinasi wisata yang lebih menarik baik untuk wisatawan lokal maupun asing.

Baca Juga: Bekasi Unjuk Gigi: Kembangkan Wisata Lokal di Desa Pasirsari

Destinasi ini akan terintegrasi dengan pusat ekonomi baru yang diharapkan dapat mendorong perkembangan wilayah.

Sebelumnya, PT ASDP Indonesia Ferry telah mempercepat pengembangan kawasan Bakauheni Harbour City di Provinsi Lampung untuk memperkuat perannya dalam pembangunan sektor pariwisata dan transportasi nasional.

Samsudin menyampaikan bahwa BHC nantinya harus menjadi ikon Provinsi Lampung yang dikenal hingga ke mancanegara.

Baca Juga: Berada di Ketinggian 2.300 Mdpl, Desa di Jawa Tengah Ini Disebut Sebagai Negeri di Atas Awan: Lokasinya…

Proyek ini meliputi berbagai fasilitas modern, termasuk pelabuhan penyeberangan, pusat perbelanjaan, kawasan wisata, dan area komersial.

Dengan lokasinya yang strategis di pintu gerbang Sumatera, pelabuhan ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antar wilayah.

Selain itu, BHC juga diharapkan memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Baca Juga: Terowongan Kereta Api Terpanjang di Dunia ada di Swiss, Panjangnya Mencapai 57 Km

Pengembangan kawasan terintegrasi Bakauheni Harbour City dibagi menjadi tiga tahap.

Pada Tahap I yang terlaksana pada jangka waktu 2022-2025, terdiri dari Tahap IA yang mencakup area pengembangan seluas 41,9 hektare.

Di tahap IA ini, BHC lebih memprioritaskan pembangunan yang menjadi fokusan dari Proyek Strategis Nasional (PSN).

Fokusnya adalah pengembangan fungsi utama yang mendukung aktivitas pelabuhan, yaitu pembangunan taman hiburan (theme park) dan area komersial UMKM.

Selanjutnya, Tahap IB yang direncanakan akan terlaksana pada rentang 2026-2030, tahapan mencakup area seluas 22,8 hektare.

Pada tahap IB, pengembangan lanjutan berfokus di pembangunan hotel Distrik 3 serta area komersial pendukungnya.

Tahap II, untuk periode 2031-2040, mencakup area seluas 64 hektare dengan fokus pada peningkatan pelayanan Bakauheni Harbour City sebagai kawasan kota mandiri.

Tahap terakhir, yaitu Tahap III, akan berlangsung pada periode 2041-2061 dengan luas 31,2 hektare, yang berfokus pada keberlanjutan dan diversifikasi pembangunan.

Total luas lahan yang dibutuhkan untuk pengembangan hingga tahun 2061 adalah 160 hektare dengan estimasi total investasi sebesar Rp4,7 triliun.

Ia berharap kawasan BHC dapat selesai tepat waktu dan menjadi kebanggaan bagi masyarakat Lampung di masa mendatang.

Saat ini, kawasan pelabuhan sudah memiliki dua destinasi yang ramai dikunjungi, yakni Krakatau Park dan Masjid Bank Syariah Indonesia (BSI).

inNalar.com dilansir dari laman asdp.id, jumlah pengunjung di kawasan ini terus meningkat secara signifikan terhitung hingga Bulan Agustus 2024,.

Terhitung total lebih dair 37.000 pengunjung yang mengunjung wisata Krakatau Park dan ada 117.168 kendaraan pengunjung di Siger Park.

Angka tersebut mencerminkan antusiasme masyarakat terhadap destinasi wisata di sekitar BHC, sekaligus menunjukkan bahwa Lampung memiliki potensi daya tarik yang kuat.*** (Aliya Farras Prastina)

 

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]