

inNalar.com – Proyek pembangunan rumah sakit di Papua dengan anggaran Rp576 miliar menandai babak baru bagi kualitas pelayanan kesehatan di kawasan timur Indonesia.
Proyek tersebut yaitu Rumah Sakit UPT (Unit Pelayanan Terpadu) Vertikal, terletak di Hedam, Kec. Heram, Kota Jayapura, atau area Universitas Cenderawasih, Fakultas Kedokteran Abepura
Menteri Kesehatan (2021) Budi Gunadi Sadikin pun berharap RS ini akan menjadi “Singapura-nya Melanesia“.
“Kita harap RSUP Vertikal yang nanti kita bangun di Papua bisa menjadi rujukan untuk semua negara di wilayah Melanesia,” dilansir InNalar.com dari laman resmi pemprov Papua.
Karena didesain dengan teknologi canggih berstandar internasional dan memakai sistem pelayanan unggul yang siap bersaing di level global.
Proyek rumah sakit ini dikelola oleh PT Brantas Abipraya (Persero), sebuah BUMN konstruksi yang dipercaya menangani pembangunan.
Baca Juga: China Garap Mega Proyek Termahal di Dunia, Gelontoran Dananya Tembus Rp1.600 Triliun
Proyek Pembanguan RS UPT Vertikal Papua
Dilansir InNalar.com dari laman resmi PT Brantas Abipraya, proyek hebat di kawasan Melanesia ini menggunakan anggaran sebesar Rp576 miliar.
Pembangunannya terhitung mulai pada September 2023 dan ditargetkan akan rampung pada November 2024.
Baca Juga: Dukung Transformasi Ekonomi Hijau, BRI Catatkan Portofolio Pembiayaan Berkelanjutan Rp764,8 Triliun
Pembangunan rumah sakit dengan standar internasional ini mengusung teknologi canggih, salah satunya BIM (Building Information Modelling)
Teknologi ini memungkinkan proses konstruksi berjalan lebih efisien, baik dari sisi waktu maupun biaya, serta memastikan bangunan memiliki kualitas terbaik.
Dilansir InNalar.com dari laman Pemprov Papua, luas lahan RS ini mencapai 42.962 meter persegi dan akan menjadi fasilitas rujukan yang mampu menangani berbagai kasus medis kompleks.
Serta diharapkan menurunkan angka kematian akibat penyakit yang membutuhkan penanganan darurat, sekaligus menjadi pusat pelatihan tenaga medis dan penelitian kesehatan.
Fasilitas RS UPT Vertikal Papua
Berdasarkan laporan Tender Indonesia, rumah sakit ini terdiri dari tiga gedung utama dengan rincian sebagai berikut:
1. Gedung A (empat lantai): Melayani rawat jalan, instalasi gawat darurat (IGD), ruang operasi darurat, dan poliklinik.
Baca Juga: Proyek Turbin Pintar RI-China, PLTB Ini Bakal Pasok Listrik Hingga 200 MW Ke Daerah Timur Indonesia
2. Gedung B (delapan lantai): Menyediakan fasilitas rawat inap lengkap, termasuk ruang MRI, CT Scan, X-ray, ICU, PICU, NICU, hingga ruang operasi.
3. Gedung C (dua lantai): Digunakan sebagai ruang isolasi infeksius untuk pasien dengan penyakit menular.
Selain itu, Brantas Abipraya juga membangun fasilitas tambahan seperti gedung parkir, sistem utilitas medis, ruang boiler, power house, serta lanskap modern.
Progres Pembangunan RS UPT Vertikal Papua
Berdasarkan informasi dari kanal YouTube Asdar Sain, seorang civil engineering yang terlibat dalam proyek tersebut, pembangunan RS terbesar di Papua ini sudah dalam tahap finishing.
Terlihat area rawat inap didesain memberikan kenyamanan setara apartemen, dengan kamar yang dilengkapi furnitur custom.
Ia juga mengatakan bahwa dalam waktu dekat, kamar pasien akan dilengkapi dengan televisi, sofa, dapur kecil, hingga toilet dengan sistem pemanas air otomatis.
Eksterior rumah sakit ini juga dirancang ramah lingkungan, termasuk adanya roof garden di atas gedung IGD yang memberikan suasana nyaman bagi pasien dan tenaga medis.
Progres pembangunan saat ini terus menunjukkan perkembangan positif, dengan target penyelesaian pada akhir tahun 2024.
Dengan demikian, fasilitas dan layanan berstandar tinggi rumah sakit ini menjadi bagian langkah pemerintah menghadirkan pemerataan infrastruktur dan keadilan sosial. *** (Gita Yulia) .
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi