Kematian Massal di Kanjuruhan Bukan Salah Polisi, Ade Armando: Ulah Suporter Arema yang Sok Jagoan


inNalar.com
– Tragedi kematian massal di Stadion Kajuruhan Malang, dalam laga Arema FC vs Persebaya kini tengah menjadi sorotan publik.

Saling lempar siapa yang harus bertanggung jawab atas kematian massal di Kanjuruhan menggelait di media sosial.

Hal ini pun turut menjadi sorotan Ade Armando, menurutnya, tragedi kematian massal pada laga Arema FC vs Persebaya bukanlah salah polisi.

Baca Juga: Sejarah Singkat Maulid Nabi Muhammad SAW Disertai Berbagai Amalan Sunnah yang Dianjurkan, Simak di Sini

Seperti diketahui, pihak kepolisian sempat menembakkan gas air mata ke arah tribun suporter. Tindakan ini pun menuai kontroversi.

Pasalnya, FIFA sendiri telah mengeluarkan aturan terkait larangan penggunaan gas air mata dalam sebuah pertandingan sepak bola.

Dalam pandangan Ade Armando, aksi polisi menembakkan gas air mata ini merupakan sebuah kewajiban yang harus dilakukan aparat.

Baca Juga: Peringatan Maulid Nabi Muhammad 2022 Jatuh Pada Tanggal Berapa? Simak Jadwal Terbarunya di Sini

Lebih lanjut, Ade Armando menyoroti tragedi kematian massal di Kanjuruhan pangkal masalahnya pada Aremania, suporter Arema.

“Yang jadi pangkal masalah adalah suporter Arema yang sok jagoan melanggar semua peraturan di dalam stadion dengan gaya preman masuk stadion (Kanjuruhan) petentengan,” kata Ade Armando, dikutip inNalar.com.

Tak hanya itu, overcapacity juga menjadi salah satu faktor terjadinya kematian massal di Stadion Kanjuruhan.

Baca Juga: Lirik Lagu Kyuhyun At Gwanghwamun Lengkap dengan Terjemahan Bahasa Indonesia, Siap-Siap Baper!

Hal ini diperparah ketika Arema FC mengalami kekalahan atas Persebaya, dan tentunya membuat para suporter kecewa.

Alhasil, banyak Aremania turun ke lapangan, meski tak melakukan ricuh, suporter yang menghampiri para memancing para penonton lainnya.

Oleh karena itu, Ade Armando menilai aksi suporter Arema tidak menerima kekalahan padahal laga berjalan dengan fair sangat disayangkan.

Baca Juga: Kunci Jawaban Tema 3 Kelas 2 SD Halaman 58 59 Buku Tematik Subtema 2 Pembelajaran 3

“Saya percaya polisi tidak melanggar prosedur. Masalahnya ada pada kelakuan suporter,” ujar Ade Armando.

125 Suporter Meninggal di Kanjuruhan

Update terbaru total suporter yang meninggal di Kanjuruhan telah diumumkan oleh Kapolri.

Kapolri Sigit mengatakan data korban jiwa sebanyak 125 orang.

Baca Juga: Ramalan Zodiak Scorpio dan Pisces Hari Ini, Selasa 4 Oktober 2022 : Kesehatan Tak Stabil, Saatnya Berubah

Tragedi kematian massal di Kanjuruhan ini akan diinvestigasi secara tuntas dan mendalam, dan Kapolri berjanji akan mengumumkan hasilnya ke publik.***

Rekomendasi