Mega Proyek Tenaga Nuklir Besutan Prabowo Subianto Bakal Digarap di Bangka Belitung?

inNalar.com – Presiden Prabowo Subianto akan membangun mega proyek Energi Baru Terbarukan (EBT) dengan daya mencapai 100 gigawatt (GW) di Conference of the Parties (COP) ke-29 di Azerbaijan.

Salah satu utusan dalam COP 29 yang dalam hal ini diwakili oleh Hashim S Djojohadikusumo , ia menyampaikan bahwa Presiden RI Prabowo Subianto mempunyai sejumlah program baru diantaranya 100 gigawatt energi terbarukan.

Ia juga mengatakan bahwa program tersebut akan menghabiskan anggran sebesar 235 miliar USD.

Baca Juga: Lebih Tua dari Gen Z! Ini Reaktor Nuklir Kartini yang Dibangun RI di Yogyakarta, Kapasitas Capai 250 kW

Nilai investasi untuk program tersebut pun telah dirancang hingga perencanaan 15 tahun ke depan, dengan potensi biayanya yang mencapai 235 miliar USD, ungkap Hashim.

Tuturannya diungkap tepat setelah meresmikan Paviliun Indonesia di lokasi penyelenggaraan COP29 di Baku Olympic Stadium, Azerbaijan, dikutip dari Antara pada Senin, 18 November 2024.

Investasi tersebut memciptakan tambahan daya listrik mencapai 100 lebih gigawatt yang terdiri dari 75 persen, dari energi baru dan terbarukan terdiri atas tenaga air, niklir, dan energi panas bumi.

Baca Juga: Berkat AgenBRILink, Masyarakat Desa di Pelosok Bengkulu Ini Cukup Langkah Kaki untuk Akses Perbankan BRI

Pemerintah Indonesia bakal membangun mega proyek energi nuklir yang akan menghabiskan waktu sampai 15 tahun.

Selain itu, terdapat beberapa program baru diantaranya penangkapan dan penyimpanan karbon. Pada dasarnya, banyak dari perusahaan yang telah merencanakan investasi terkait upaya penyimpanan karbon.

Hashim mengatakan bahwa dana tidak sepenuhnya menggunakan anggaran pemerintah, karena keterbatasan anggaran dari negara. Oleh karena itu akan mengundang pihak-pihak terkait untuk berinvestasi.

Baca Juga: Sat Set! Proyek Jalan Tol 54 KM di Jawa Barat Makin Gencar: Mudik Nataru Jakarta-Sukabumi Bakal 2 Jam Saja

Indonesia memiliki potensi untuk menjadi sutu super power carbon storage seperti yang dikatakan oleh Ketua Delegasi RI COP19.

“Indonesia punya potensi 500 gigaton, sehingga negara ini punya potensi luar biasa,” kata utusan khusus Presiden Prabowo Subianto.

Sementara itu, Perusahaan pembangkit listrik swasta asal Amerika Serikat yaitu PT ThorCon Power Indonesia akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Indonesia. 

Baca Juga: Alasan Mega Proyek PLTB Yogyakarta dengan Investasi Rp 1,5 Triliun Tak Kunjung Terwujud

Chief Operating Officer ThorCon, Bob S. Effendi mengatakan perusahaan akan membangun PLTN pertama di Indonesia. Proyek ini dicanagkan akan dibangun di Kepulauan Bangka Belitung.

Ia memilih Bangka Belitung karena daerah tersebut dapat memberikan dukungan penuh terkait pembangunan PLTN yang akan di kembangkan oleh ThorCon.

ThorCon Power Indonesia pada November ini akan memulai pemotongan baja pertama yang dilakukan di galangan kapal Korea Selatan.

Baca Juga: Rogoh Investasi Hampir Rp4.000 Triliun, Prabowo Pilih Provinsi Ini buat Bangun Tenaga Nuklir

Kemudian tahun 2027 mendatang, unit PLTN akan sampai di Indonesia. Kepulauan Bangka Belitung menjadi lokasi yang dipilih untuk proyek itu.

Izin operasi Bapeten dijadwalkan pada tahun 2029 mendatang.

Chief Operating Officer ThorCon pun mengungkapkan lebih jauh, timeline yang ditargetkan dalam realisasi pembangunan PLTN dalam negeri ini masih dirundingkan lebih lanjut dengan Bapeten.*** (Ummi Hasanah)

 

Rekomendasi