

inNalar.com – Pemerintah saat ini sedang melakukan penataan kepada salah satu benteng bersejarah di Semarang dan akan selesai akhir tahun 2024.
Penataan kawasan Benteng Pendem Ambarawa, yang juga dikenal sebagai Benteng Fort Willem I, ditargetkan selesai pada akhir tahun 2024.
Proyek ini merupakan langkah signifikan dalam melestarikan salah satu cagar budaya terpenting di Jawa Tengah sekaligus mendongkrak sektor pariwisata lokal.
Benteng ini, yang awalnya dibangun oleh pemerintah kolonial Belanda pada abad ke-19, memiliki sejarah panjang sebagai pusat pertahanan dan administrasi, dan kini menjadi salah satu ikon sejarah di Kabupaten Semarang.
Awalnya, pembangunan dimulai pada tahun 1834 dan rampung pada 1845.
Letak dari lokasi pembangunan juga strategis karena berada di tiga titik kota besar, yaitu Semarang, Magelang, dan Salatiga.
Baca Juga: Pertama di Indonesia! Rumah Sakit Jakarta Barat ini Gunakan Teknologi Robotik Untuk Operasi Jantung
Saat rampung, Benteng Ambarawa digunakan sebagai barak untuk bertahan dari serangan musuh dan mampu tampung hingga 12.000 prajurit.
Namu, saat pendudukan Jepang, benteng ini beralihfungsi jadi penjara bagi orang yang diduga memberontak.
Karena banyak penduduk lokal yang jadi korban jiwa, tempat ini juga dibumbui dengan beberapa cerita mistis yang jadi daya tarik lainnya.
Baca Juga: Habiskan Biaya Revitalisasi Rp46 Miliar, Pasar Kebanggaan Lampung Ini Mampu Tampung 799 Pedagang
Setelah Indonesia merdeka, benteng ini digunakan menjadi pangkalan militer untuk Tentara Keamanan Rakyat (TKR).
Sempat beralihfungsi lagi pada tahun 1950 sampai 1985 sebagai penjara dewasa dan remaja.
Dan barulah pada tahun 2000-an, Benteng Ambarawa dijadikan objek wisata sejarah dengan menampilkan peninggalan dari zaman panjajahan.
Penataan Benteng Pendem ini dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dengan anggaran yang mencapai Rp141,2 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
royek ini mencakup berbagai aspek perbaikan, mulai dari penataan softscape dan hardscape hingga rehabilitasi klaster makam serta bangunan yang runtuh.
Selain itu, akan dibangun jalan akses baru, sistem drainase, area parkir, dan pagar kawasan untuk mendukung kenyamanan pengunjung sekaligus menjaga kelestarian situs.
Baca Juga: Digeber Prabowo Subianto, Dulu Proyek Nuklir di Indonesia Sudah Bikin Presiden RI Ini Menggebu-Gebu
Proyek penataan Benteng Ambarawa dimulai pada tahun 2023 dan akan rampung pada akhir 2024 mendatang.
Dalam pelaksanaannya, tujuh keluarga yang tinggal di area benteng akan direlokasi.
Pemerintah Kabupaten Semarang memberikan kompensasi berupa bantuan sewa rumah kepada keluarga tersebut sebagai bagian dari upaya memastikan keberlanjutan proyek ini tanpa mengabaikan aspek sosial.
Penataan kawasan ini memiliki tujuan yang jelas, yaitu mempertahankan nilai sejarah dan budaya dari Benteng Pendem sambil memberikan wajah baru sebagai destinasi wisata unggulan.
evitalisasi ini diharapkan menarik lebih banyak wisatawan domestik maupun mancanegara, sekaligus menghidupkan kembali perekonomian lokal.
Dengan berbagai fasilitas modern yang dirancang untuk kenyamanan pengunjung, Benteng Pendem diharapkan menjadi daya tarik utama bagi Kabupaten Semarang dan sekitarnya.
Dengan sejarahnya yang kaya dan signifikansi strategisnya di masa lalu, Benteng Pendem adalah simbol perlawanan, keberlanjutan, dan evolusi masyarakat Indonesia.
Proyek penataan ini adalah langkah besar untuk memastikan bahwa nilai-nilai tersebut tetap hidup dan relevan bagi generasi mendatang.
Pada akhir 2024, Benteng Pendem diharapkan tidak hanya selesai dipugar tetapi juga menjadi pusat edukasi, pariwisata, dan pelestarian sejarah di Jawa Tengah.***(Muhammad Arif)