

inNalar.com – Fincantieri bersama Kementerian Pertahanan Indonesia menandatangani kontrak pengadaan Kapal PPA senilai Rp 20,3 triliun.
Kerja sama ini merupakan bagian dari hubungan kolaboratif yang diinisiasi oleh Kementerian Pertahanan Italia dan mencakup pengadaan dua unit Pattugliatori Polivalenti d’Altura (PPA) atau Offshore Patrol Vessel (OPV).
PPA adalah kapal lepas pantai dengan teknologi mutakhir yang akan menjalankan berbagai misi perairan.
Baca Juga: Ganyang Rp 225 Triliun, Jembatan Termahal ke-2 di Dunia Ini Bakal Satukan Pulau Jawa dan Sumatera
Mulai dari misi patroli penyelamatan di laut, operasi perlindungan sipil, hingga berfungsi sebagai kapal perang garis depan.
Melansir fincantieri pada Selasa, 19 November 2024, penandatanganan kontrak dilakukan oleh Pierroberto Folgiero, CEO dan Managing Director Fincantieri, bersama Kementerian Pertahanan Indonesia, serta disaksikan oleh Dario Deste, GM Divisi Kapal Angkatan Laut.
Ketertarikan Kementerian Pertahanan Indonesia terhadap PPA bermula dari Kampanye Maritim yang melibatkan kapal Francesco Morosini.
Proyek ini diperkirakan akan membuka peluang sinergi baru dalam bidang operasional, industri, dan teknologi antara Italia dan Indonesia.
2 unit kapal tersebut akan memperkuat kemampuan Indonesia dalam melindungi kepentingan nasional serta mendukung stabilitas di kawasan strategis Indo-Pasifik.
Sebagai kontraktor utama, Fincantieri akan bekerja sama dengan mitra industri untuk mengintegrasikan sistem tempur canggih pada kapal tersebut dan menyediakan layanan logistiknya.
Baca Juga: Pengumuman Kelulusan SKD CPNS 2024, Ini Daftar Instansi Pusat dan Link Resmi Cek Hasilnya
Mengenal Karakteristik Kapal PPA
Dua kapal patroli lepas pantai dari Fincantieri dilengkapi dengan teknologi canggih yang dirancang untuk mendukung berbagai misi maritim.
Kapal ini mampu mengoperasikan kapal cepat jenis RHIB (Rigid Hull Inflatable Boat) sepanjang hingga 11 meter.
Dan dapat diluncurkan menggunakan crane di sisi kapal atau melalui jalur peluncuran di bagian buritan.
Dengan panjang keseluruhan mencapai 143 meter, kapal ni dapat melaju hingga kecepatan lebih dari 32 knot, tergantung konfigurasi dan kondisi operasionalnya.
Operasional kapal membutuhkan sekitar 170 kru dan menggunakan sistem propulsi gabungan berupa mesin diesel, turbin gas (CODAG), serta sistem propulsi listrik, yang memberikan efisiensi dan fleksibilitas tinggi.
Dari segi spesifikasi, kapal ini memiliki displacement 6.250 ton saat muatan penuh dan memiliki endurance hingga 5.000 mil laut (NM).
Selain itu, dilengkapi dengan sistem rudal permukaan udara atau Surface to Air Missile (SAM) Aster 15. Rudal Aster 15, yang diluncurkan melalui peluncur vertikal DCNS Sylver A43.
Rudal dirancang untuk melindungi kapal dari ancaman udara dan dapat dipasang di berbagai jenis kapal perang seperti fregat, destroyer, maupun kapal induk.
Dua kapal PPA ini juga dapat berfungsi sebagai fregat sejenis FREMM yang memperkuat kemampuan pertahanan maritim Indonesia secara signifikan.
Membutuhkan sosok penting
Laksamana Pertama (Laksma) TNI Sumarji Bimoaji mengungkapkan bahwa tugasnya saat ini berhubungan dengan pengadaan dua unit kapal Pattugliatore Polivalente d’Altura (PPA) atau Offshore Patrol Vessel (OPV) yang dibeli dari galangan kapal Fincantieri di Italia.
Laksma TNI Bimoaji juga menjelaskan bahwa ia mengemban peran khusus sebagai Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Yekda A untuk Fregat FREMM.
Tugasnya berkaitan dengan mengawa kedua kapal dari galangan kapal Fincantieri, Italia ini hingga sampai ke Indonesia.
Pada 12 November 2024, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KASAL) Laksamana TNI Muhammad Ali mengonfirmasi bahwa kontrak pembelian dua kapal patroli lepas pantai dari Fincantieri kemungkinan sudah aktif.
Hal ini disebabkan informasi bahwa uang muka atau down payment (DP) untuk dua kapal tersebut telah disetujui oleh Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati.
Diberi nama raja penguasa di Jawa
Kapal-kapal dari Italia ini diberi nama KRI Brawijaya dan KRI Prabu Siliwangi.
Nama tersebut dipilih untuk merepresentasikan dua tokoh pejuang yang berasal dari jawa.
Prabu Siliwangi, raja Kerajaan Pajajaran dari Jawa Barat, dan Brawijaya, sosok penguasa Majapahit yang berasal dari Jawa Timur.
Pengadaan kapal ini disertai dengan paket offset yang mencakup berbagai program pengembangan, yakni konsultasi untuk pengembangan galangan kapal dan strategi bisnis jangka panjang.
Kemudian peningkatan fisik galangan kapal dan pengadaan materi pelatihan. Lalu juga pelatihan teknis selama enam bulan di Italia.
Selain itu terdapat dukungan dalam pengelolaan aset untuk modernisasi galangan kapal.
Dilansir dari Antaranews, TNI AL telah mempersiapkan lima orang perwira dari Satuan Kapal Eskorta (Satkor) Komando Armada II untuk menjadi calon pengawak dua kapal patroli lepas pantai.
Pengadaan dua fregat sejenis FREMM ini menandai langkah maju dalam memperkuat pertahanan maritim Indonesia.
Kapal-kapal PPA ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan TNI AL dalam menjaga kedaulatan wilayah maritim dan berkontribusi pada stabilitas keamanan di kawasan regional.*** (Aliya Farras Prastina)