

inNalar.com – Iwan Bule akhirnya klarifikasi atas ucapan “Hadirin yang Berbahagia” saat Tragedi Kanjuruhan beberapa waktu lalu.
Memang Iwan bule sempat beri ucapan “Hadirin yang Berbahagia” ketika konferensi pers menjelaskan Tragedi Kanjuruhan.
Perkataan Iwan Bule saat itu menuai banyak kontroversi di saat Tragedi Kanjuruhan, kalimat yang diucapkan meskipun hanya sekadar pembuka namun tak sesuai dengan situasi.
Kontroversi ucapan ‘Hadirin yang Berbahagia’ akhirnya dapat klarifikasi dari Iwan Bule saat menghadiri podcast Deddy Corbuzier.
Iwan Bule akui dirinya gugup saat Tragedi Kanjuruhan hingga ada ucapan ‘Hadirin yang Berbahagia’ ketika konferensi pers.
Sebelum klarifikasi ucapan ‘Hadirin yang Berbahagia’, Iwan Bule terlebih dulu menjelaskan kondisi dirinya saat Tragedi Kanjuruhan terjadi.
Baca Juga: TV Analog akan Dimatikan Kapan? Pemerintah Siapkan Pergantian Menuju TV Digital
Saat Tragedi Kanjuruhan terjadi, Iwan Bule mengaku kaget dan langsung berkomunikasi dengan beberapa pihak.
“Saat kejadian saya ada di rumah, nonton juga itu Arema melawan Persebaya, terus tiba – tiba staff saya telepon dari sana bahwa terjadi masalah,” ucapnya dikutip inNalar.com dari YouTube Deddy Corbuzier.
“Ada yang meninggal baru 6, kaget saya. 6 itu kan bertahap tuh naik lagi naik lagi, saya komunikasi terus dengan Waketum dengan Sekjen dan Exco ini kenapa,” sambungnya.
Baca Juga: Ramalan Zodiak Sagitarius Hari Ini, 2 November 2022: Menjaga Keuangan yang Stabil
Iwan Bule mengaku dirinya langsung berangkat ke Malang pada keesokan harinya untuk melihat situasi.
“Sampai akhirnya jam 4 kita komunikasi sampai akhirnya sudah 100 lebih lah, video kan terus beredar terus saya amati besoknya saya berangkat ke Malang,” katanya.
Disinggung Deddy soal ucapan “Hadirin yang Berbahagia’, Iwan Bule mengungkapkan dirinya gugup atau nervous saat itu.
Baca Juga: Ramalan Zodiak Leo Hari Ini, 2 November 2022: Perhatikan Gangguan Percintaan Anda
“Situasi yang membuat saya nervous ya melihat keadaan yang begitu luar biasa mengagetkan saya,” ungkapnya.
Bukan tanpa alasan, Iwan menyebut jika dirinya belum tidur hingga akhirnya alami tekanan psikologis.
“Saya belum tidur sampai pagi, sorenya juga kita melihat ke rumah sakit melihat korban yang cukup banyak,” tuturnya.
“Otomatis tekanan kepada saya psikologis kan luar biasa, jadi saya tidak sengaja juga bicara seperti itu,” sambungnya.
Selain itu ketua umum PSSI tersebut juga menganggap jika kesalahan dalam penyebutan kata itu hal yang biasa.
“Nah mungkin saya bicara “yang berbahagia”, kesalahan dalam penyebutan perkataan hal biasa saja bagi semua orang, kita tau beberapa pejabat juga salah,” ujar Iwan.
Saat ditanya Deddy tentang upaya bela diri, Iwan Bule menjelaskan jika awalnya dirinya menganggap semua orang akan mengerti situasi yang terjadi kepadanya.
“Ya saya pikir mungkin orang mengerti lah situasi yang begitu tertekan di sepak bola ada orang meninggal banyak lain sebagainya,” ucap Iwan.
“Saya tidak bicara bahwa (menyebut kata yang berbahagia) itu salah bicara, mungkin orang mengerti lah,” sambungnya.
Di samping itu Iwan Bule tak ingin terlalu menanggapi salah ucap yang dia lakukan, karena lebih fokus pada korban saat itu.
“Saya pikir waktu itu udah lah semua orang pasti ada salah kata, saya lebih penting ke rumah korban ngapain lagi masih bicara oh maaf saya salah,” katanya.
Menurut Iwan ucapannya yang salah saat itu harusnya bisa diwajarkan oleh semua orang karena secara logika juga tidak benar.
“Ya sudahlah mungkin orang juga saya berpikir wajar lah situasi kayak begitu bicara berbahagia, gak mungkin lah saya berbahagia kalau cara logika kan gak mungkin,” ujarnya.
Tentunya klarifikasi Iwan Bule ini sedikitnya bisa mengungkap kondisi psikis yang saat itu dialaminya. ***