

inNalar.com – Bendungan Meninting, yang berlokasi di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) adalah proyek strategis nasional yang diharapkan mampu meningkatkan ketahanan pangan serta kualitas hidup masyarakat di sekitarnya.
Pembangunan bendungan ini telah dimulai pada tahun 2019 dan diharapkan dapat diselesaikan pada tahun 2023, akan tetapi sampai 2024 bendung tersebut belum selesai 100%.
Tanggul tersebut memiliki kapasitas tampung mencapai 12 juta meter kubik, dengan anggaran pembangunan sekitar sebesar 1,3 triliun dan diyakini dapat mengaliri lahan pertanian seluas 1.559 hektare.
Baca Juga: PPPK dan CPNS Tetap Jadi Pilihan Karier Favorit di Indonesia? Begini Faktanya
Adanya tanggul tersebut, para petani dapat meningkatkan produktivitas pertanian mereka secara signifikan.
Di samping itu, waduk ini akan memberikan pasokan air sebesar 150 liter per detik untuk daerah Lombok Barat.
Tanggul Meninting juga memiliki potensi untuk menghasilkan o,8 MW Listrik serta dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai tempat tujuan wisata yang baru.
Baca Juga: 53 Desa di Kebumen Akan Tergusur Imbas Jalan Tol Baru Jogja-Cilacap yang Kucurkan Dana Rp27 Triliun
Dengan kehadiran bendungan ini, dampak banjir dapat dikurangi dengan menampung air hujan dalam tanggul Meninting yang memiliki tinggi 74 meter.
Sehingga dapat mengurangi frekuensi banjir yang sering melanda penduduk di wilayah Kota Lombok.
Kemudian dapat memajukan ekonomi masyarakat setempat dikarenakan waduk tersebut dapat dimanfaatkan sebagai tempat wisata.
Baca Juga: Ini 8 Proyek Infrastruktur Senilai Rp24,1 Miliar yang Baru Diresmikan PJ Gubernur Jateng
Dengan tersedianya air di wilayah tanggul, air tersebut dapat dijadikan suplai untuk daerah lain, Teruma bagi derah Lombok Tengah dan Selatan yang memiliki luas lahan pertanian yang lebih besar, namun sayangnya ketersediaan air di wilayah tersebut masih terbilang kurang.
Dengan adanya peningkatan volume air di waduk Meninting, pemerintah daerah setempat akan lebih terbantu dalam mengatasi masalah kekeringan di Pulau Lombok.
Nusa Tenggara Barat merupakan sumber utama bagi pasokan pangan nasional, sehingga dibutuhkan banyak waduk untuk dapat mengairi sawah.
Baca Juga: Gaji Honorer Cair 1 Desember Nanti, Daerah Ini Jadi yang Tertinggi Hingga Rp5,6 Juta
Dengan adanya fasilitas ini, para petani dipastikan memiliki pasokan air yang cukup saat musim tanam tiba.
Sebagian bendungan di NTB terbagun pada masa pemerintahan cabinet sebelumnya.
Kemudian, beberapa waduk diselesaikan oleh Kementerian PUPR melalui Direktorat Sumber Daya Air.
Baca Juga: Ini Dia 4 Nasib Guru Honorer Usai Seleksi PPPK 2024 Tahap 2 Berakhir
DAM yang diselsaikan oleh Kementerian PUPR yaitu Bendungan Tanju, Beringin, Mila, dan Bintaro.
Saat ini masih terdapat dua proyek kelola air yang masih dalam tahap pembagunan, yaitu Waduk TIU Suntuk dan Meninting.
Dari keenam infrastruktur kelola air tersebut, hanya bendungan Meninting yang terletak di Pulau Lombok, sementara yang lainnya terletak di pulau Sumbawa. (Putri Fitratunnisah)