

inNalar.com –Raditya Dika membagikan tips menghadapi resesi 2023 yang diprediksi sebagai momok menyeramkan pada ekonomi global.
Pada wawancara di kanal YouTube Raymond Chin, Raditya Dika menghimbau agar jangan panik dan berupaya untuk menambah skill.
Raditya Dika juga mengatakan bahwa seharusnya tetap waspada tapi jangan panik. Hal ini juga dikarenakan resesi 2023 merupakan hal yang tidak dapat kita kontrol.
Bahkan dalam akun Instagram pribadinya @raditya_dika, kembali Raditya Dika menenagkan pengikutnya dengan tulisan yang diunggahnya.
Raditya Dika mengatakan bahwa jika resisi 2023 benar terjadi hal itu akan berdampak pada semua lapisan masyarakat dan bukan hanya masyarakat menengah ke bawah saja.
Raditya Dika menghimbau agar tidak takut dengan ketidakpastian dimasa depan, ia menyarankan agar mempersiapkan diri dari sekarang.
Baca Juga: Warga Tertipu! Ternyata Bukan Hujan Air Terjun di Bekasi, Ini Fakta Sebenarnya
“Baik IMF maupun Menkeu kita memprediksi kemungkinan akan terjadi resesi global tahun depan. Indonesia bisa saja terdampak/tidak,” tulisnya.
“Fokus kepada hal yang kita bisa kontrol. Mulai dari memperbesar dana darurat, sampai menghindari hutang konsumtif jangka panjang. Mungkin terasa sulit tapi bukan berarti tidak bisa berusaha,” lanjutnya.
Dikutip dari laman ojk.go.id bahwa resesi ekonomi merupakan suatu kondisi perekonomian suatu negara sedang memburuk yang terlihat dari produk domestik yang menurun, serta angka pengangguran yang meningkat.
Contoh resesi yang terjadi adalah saat pandemi Covid-19 dari tahun 2019 lalu.
Berkaca pada kejadian sebelumnya, ada hal-hal yang dapat dilakukan untuk mencegah kesulitan ekonomi masyarakat.
Memperbaiki keuangan pribadi merupakan hal yang harus diperhatikan untuk menghadapi resesi 2023.
Contohnya menyiapkan dana darurat, menaikkan skill agar menambah income, dan juga menekan pengeluaran agar tidak melebihi pemasukan.
Namun bagaimana cara untuk meningkatkan income/pendapatan?
Raditya Dika juga menuturkan agar masyarakat dapat meningkatkan skill untuk meningkatkan income.
Hal ini dikarenakan dalam mencari tambahan penghasilan, orang lain harus menemukan nilai dalam diri kita agar orang tersebut mau memberikan uang kepada kita.
“Kalo mau naikin income seberapa berharga lo untuk orang lain supaya orang itu bisa ngasih lo uang lebih banyak, itu basicnya,” jelas pria lucu ini.
Ia juga menerangkan bahwa tidak apa bahwa kita bukan menjadi orang yang terpintar, namun harus berbeda, karena hal itulah yang membuat berbeda.
Mulai menjual produk digital atau menulis buku agar mendapatkan royalti juga dapat dilakukan agar kedepannya mendapatkan passive income.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi