Binance Batalkan Akusisi FTX, Apakah Sam Bankman Field Siap Hadapi Ambang Kehancuran?

inNalar.com –  Sam Bankman Fried merupakan salah satu orang terkaya, khususnya di dunia kripto.

Semua kekayaan Sam Bankman Fried diperoleh berkat pertukaran FTX dengan perusahaan perdagangan Alameda Research, sebelum kehancurannya pada November 2022.

Salah satu pendiri sekaligus CEO bursa kripto FTX.com yaitu Sam Bankman Field telah hilang dari daftar orang-orang terkaya di dunia menurut versi Bloomberg atau Bloomberg Billionaires Index. 

Baca Juga: Bryan Domani Deg-degan Pertama Kali Jalan di Catwalk Jakarta Fashion Week Bersama Alyssa Daguise

Bukan hanya itu, Binance ternyata telah membuktikan akusisi FTX milik Sam Bankman Field ini.

Karena hal ini, Lapangan Sam Bankman dipastikan sedang menghadapi ambang kehancuran. 

Bloomberg telah menghitung harta dari Sam Bankman Field hanya di bawah US$1 miliar.

Baca Juga: Agenda KTT G20 di Indonesia Semakin Dekat, Ini Daftar Negara yang Siap Hadir, Ada Raja Salman ?

Bloomberg telah menghitung kekayaan Sam Bankman Field dan kekayaan tersebut telah berkurang sebanyak 94% dalam semalam. 

Total kekurangan tersebut, sekitar US$991,5 juta.

Bukan hanya itu, Sam Bankman juga telah kehilangan hartanya sebesar US$14,6 miliar atau sekitar Rp 227,76 triliun.

Baca Juga: Hari Jumat Baca Surat Al Kahfi atau Yasin? Ini Kata Ustadz Adi Hidayat terkait Amalan Khusus di Waktu Istimewa

Seperti dikutip dari Coindesk Rabu, 9 November 2022. Jika, diasumsi dengan harga Rp15.600/US$

Kini kekayaan San Bankman-Field dipastikan anjlok sangat besar. 

Setelah munculnya isu bursa kripto FTX.com, kebangkrutan Sam Bankman Field telah diambang pintu.

Baca Juga: Nonton Anime SPY x FAMILY Episode 19 Sub Indo Bukan di Anoboy, tapi di Link Streaming Bilibili Berikut

Ini dipicu karena adanya beberapa laporan dari peneliti kripto di Dirty Bubble Media. 

Dimana, mereka menuduh bahwa Sam Bankman Fried mempunyai perusahaan lain yang bernama Alameda Research yang menjadi penyebabnya.

Alameda Research merupakan salah satu perusahaan trading kripto yang kini telah mengalami kebangkrutan. 

Baca Juga: Skuad Prancis Jelang Piala Dunia 2022 : Karim Benzema dan Kylian Mbappe Berjuang Pertahankan Gelar

Alameda diprediksi telah menaruh sebagian besar asetnya di FTT.

Tanggapan tersebut ditulis langsung dari Dirty Bubble Media. 

Dimana mereka menulis bahwa Sam Bankman Field telah menemukan sebuah cara untuk melakukan peretas sistem keuangan dengan mencetak miliar dolar. 

Bahkan trik yang digunakan oleh Sam Bankman ini, membuatnya dapat meminjam sejumlah besar uang dengan mengatasnamakan rekanan yang tidak dikenalnya. 

Baca Juga: Piala Dunia 2022 Diwarnai Kontroversi, Pihak Qatar Bicara Soal LGBT Selama Penyelenggaraan

Setelah Dirty Bubble Media menulis tanggapannya itu, beberapa hari kemudian CEO Binance mengumumkan untuk menjual US$2 Miliar token Kripto FTT yang telah dimilikinya itu. 

Pernyataan tersebut, dituliskan melalui akun Twitter pribadinya.

CEO Binance Changpeng Zhao menjelaskan terkait alasannya yang memutuskan untuk menjual token Kripto tersebut. 

Baca Juga: Postingan Trisha Eungelica Ardyadana Bersama Sang Ayah Ferdy Sambo : My Hero, Forever And Always

“Karena pengungkapan baru-baru ini yang terungkap”, tulis CEO Binance melalui Twitter. 

Karena hal ini, beberapa para investor Kripto langsung mencoba mencairkan dana mereka yang ada di bursa kripto FTX.

Namun, mereka mengeluh karena mengalami kesulitan untuk melakukan pencairan. 

Baca Juga: Jokowi Anugerahkan Gelar Kepada 5 Tokoh Pahlawan Nasional 2022, Berikut Biodata dan Kisah Perjuangannya

Pada Selasa, 8 November 2022. Perusahaan tersebut ternyata memberhentikan permintaan proses pencairan dana para pelanggannya. 

Hingga kini, perusahaan ini disebut telah mengalami krisis uang tunai.

Dan karena permasalahan ini, Changpeng Zhao mengumumkan bahwa dirinya telah berjanji pada akhirnya tidak mengikat untuk mengakuisisi penuh FTX.com.

Baca Juga: Nathan Jones Resmi Jadi Manajer Baru Southampton, Tugas Berat Angkat The Saints dari Jurang Degradasi

Sam Bankman Field selaku CEO FTX akhirnya memastikan terkait permasalahan tersebut. 

akhirnya, memutuskan untuk sebuah kontrak perjanjian bagi para pengguna FTX agar menjadi pengguna yang mengikat ketika ingin mengakuisisi penuh FTX.com.

***

 

 

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]