Mengulik Kehidupan Soekarno dan Hatta, 2 Tokoh Pemimpin Pertama Indonesia yang Pernah Dipenjara


inNalar.com –  Kemerdekaan Indonesia tidak mungkin terjadi jika bukan dua pemimpin bangsa Indonesia. 

Ir. Soekarno dan Drs.Mohammad Hatta, merupakan pemimpin pertama yang telah menyumbangkan semangatnya untuk mempersatukan Indonesia. 

Maka berikut ini, merupakan perjalanan dua tokoh pemimpim pertama bangsa Indonesia. 

Baca Juga: Happy Salma Rasakan Dampak Positif ketika Anak Jauh dari Gadget, Salah Satunya Lebih Dekat dengan Buku

1. Ir. Soekarno

Ir.Soekarno merupakan presiden pertama Republik Indonesia dan betara negara. 

Soekarno dikenal dengan panggilan akrab yaitu Bung Karno. Ir.Soekarno sendiri dikenal juga sebagai Putra Fajar, karena beliau lahir saat fajar.  

Ir.Soekarno lahir, di Surabaya pada, 6 Juni 1901.

Baca Juga: Daftar Lengkap Skuad Timnas Prancis yang Berlaga di Piala Dunia Qatar 2022, Pogba dan Kante Masih Absen

Sedangkan, Ir.Soekarno hembuskan nafas terakhirnya di Jakarta pada, 21 Juni 1970.

Seperti dikutip dari situp RRI, awalnya bernama Soekarno bernama Koesno Sosrodihardjo. 

Tetapi, karena Beliau sering sakit makan namanya pun diubah menjadi Soekarno. 

Baca Juga: Happy Salma Buka Suara Mengenai yang Posesif ke Anak Soal Gadget, Ternyata Ini Kedengarannya

Ir. Soekarno sendiri merupakan putra Raden Soekemi Sosrodihardjo dan Ida Ayu Nyoman Rai. 

Ibunda Bung Karno adalah seorang bangsawan Bali. 

Pertemuan kedua orang tua Soekarno, saat ayahnya menjadi seorang guru di Bali.

Baca Juga: 12 Ide Hadiah untuk Suami pada Hari Ayah yang Bagus dan Murah, Para Istri Wajib Tahu untuk Beri Apresiasi!

Awalnya Soekarno tinggal bersama kedua orang tuanya di Blitar untuk sementara waktu, tetapi kemudian mereka memutuskan untuk pindah ke Surabaya.

Selama di Surabaya, Ir. Soekarno tinggal di kediaman milik Haji Oemar Said Tjokroaminoto.

Setelah lulus dari bangku sekolah dasar, Bung Karno melanjutkan studinya di HBS (Hoogere Burger School). 

Baca Juga: Manchester United vs Aston Villa di Carabao Cup berakhir 4-2: Setan Merah Berhasil Menuntaskan Balas Dendam

Setelah lulus pada tahun 1920, Ir. Soekarno melanjutkan studinya lagi di THS (Technische Hoogeschool) di Bandung. 

THS ini cikal bakal Institut Teknologi Bandung. 

Setelah lulus, Soekarno mendirikan Insinyur Agency pada tahun 1926. Selama di Bandung, Ir.Soekarno sangat aktif di berbagai organisasi.

Baca Juga: Anthony Ginting dan Atlet Bulu Tangkis Lainnya jadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), Termasuk Fajar Alfian

Ia juga mendirikan Partai Nasional Indonesia pada,  Juli 1927. 

PNI merupakan partai yang dibuat dengan tujuan untuk memerdekakan rakyat Indonesia. 

Untuk itu, Ir. Soekarno dipenjarakan, di Penjara Sukamiskin pada tanggal, 29 Desember 1929. 

Baca Juga: Ramalan Zodiak Scorpio Hari Ini, 11 November 2022: Hadapi Masalah Percintaan dengan Kepala Dingin

Ir.Soekarno beberapa kali dipenjarakan karena tetap teguh dalam pendiriannya untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. 

Perjuangan Ir. Soekarno berlangsung cukup lama sebelum akhirnya Bung Karno bisa mendeklarasikan kemerdekaan Indonesia. 

Pada tanggal 17 Agustus 1945, ia bersama-sama dengan Mohammad Hatta dan beberapa orang lainnya mendeklarasikan kemerdekaan negara Indonesia. 

Baca Juga: Berkenalan dengan TWS Program Diet, Dijuluki Diet Sultan hingga Tidak Bikin Rebound Selama 90 Hari

RRI juga melaporkan bahwa Ir. Soekarno sebelumnya telah mengumumkan Pancasila sebagai dasar negara, pada sidang BPUPKI yang diselenggarakan pada tanggal 1 Juni 1945. 

Yayasan ini akhirnya menjadi dasar negara Indonesia. 

Perjalanan Ir. Soekarno tidak berhenti ketika sampai di negara Indonesia bisa merdeka.

Baca Juga: Binance Batalkan Akusisi FTX,Apakah Sam Bankman Field Siap Hadapi Ambang Kehancuran?

Ir. Soekarno berusaha tanpa bangsa-bangsa untuk membentuk sebuah Gerakan Non-Blok.

Gerakan ini terdiri dari orang-orang Asia, Amerika Latin dan Afrika. Gerakan ini merupakan hasil dari Konferensi Asia-Afrika 1955 di Bandung. 

Dari halaman Perpustakaan Presiden Republik Indonesia Ir. Soekarno memiliki 3 orang istri seumur hidupnya.

Baca Juga: Bryan Domani Deg-degan Pertama Kali Jalan di Catwalk Jakarta Fashion Week Bersama Alyssa Daguise

Soekarno juga telah dikaruniai 8 orang anak dari ketiga istrinya. 

Fatmawati, sebagi istri pertama Ir. Soekarno, melahirkan yaitu Guntur, Megawati, Rachmawati, Sukmawati dan Guruh. 

Taufan dan Bayu adalah anak dari Ir. Soekarno de Hartin. 

Baca Juga: Agenda KTT G20 di Indonesia Semakin Dekat, Ini Daftar Negara yang Siap Hadir, Ada Raja Salman ?

Sedangkan, Ratna Sari Dewi, istri Ir. Soekarno yang berdarah Jepang, memiliki seorang anak bernama Kartika. 

Ir. Soekarno diri sebagai presiden Indonesia setelah gejolak politik. 

Kebingungan ini disebabkan oleh peristiwa pemberontakan G30S/PKI, yang membuat banyak perwira TNI. 

Baca Juga: Hari Jumat Baca Surat Al Kahfi atau Yasin? Ini Kata Ustadz Adi Hidayat terkait Amalan Khusus di Waktu Istimewa

Ir.Soekarno meninggal di RSPAD pada tanggal 21 Juni 1970 karena penyakitnya yang semakin parah. Ia dimakamkan di dekat makam ibunya Ida Ayu Nyoman Rai  di Blitar.

2. Drs.H. Mohammad Hatta 

Drs. Mohammad Hatta, lahir di Bukittinggi pada 12 Agustus 1902.

Pria bernama Mohammad Hatta ini merupakan seorang pejuang kemerdekaan Indonesia yang sering disamakan dengan Sukarno. 

Baca Juga: Nonton Anime SPY x FAMILY Episode 19 Sub Indo Bukan di Anoboy, tapi di Link Streaming Bilibili Berikut

Selain sebagai seorang pejuang kemerdekaan, Mohammad Hatta juga dikenal sebagai penyelenggara, aktivis partai, negarawan, seorang pelopor koperasi dan sebagai wakil presiden pertama Indonesia.

Kiprahnya di bidang politik dimulai ketika dirinya terpilih pada tahun 1916 sebagai bendahara obligasi Jong Sumatra di Kabupaten Padang. 

Pengetahuan politiknya berkembang sangat pesat karena Hatta sering menghadiri berbagai materi perkuliahan dan pertemuan politik. 

Baca Juga: Suzuki S-Presso Resmi Diluncurkan, Bakal Jadi City Car Rasa SUV yang Tangguh dan Digemari Para Remaja

Tak henti-hentinya Hatta melanjutkan kiprahnya di dunia politik lagi. 

Sampai akhirnya sekitar tahun1921, Hatta memutuskan untuk menetap di Rotterdam, Belanda.

Disana, Hatta bergabung dengan sebuah Perhimpunan Pelajar Indonesia Indische Vereeniging, di Belanda. 

Baca Juga: Jadwal Tayang SPY x FAMILY Episode 19 Sub Indo dan Link Nonton Bstation Ini, Bukan di Anoboy

Pada mulanya organisasi ini hanya berupa perkumpulan mahasiswa, namun tidak lama kemudian menjadi gerakan kemerdekaan.

Ketika tiga tokoh Partai Indische yaitu uwardi Suryingrat, Tjipto Mangunkusumu dan Douwes Dekker bergabung dengan Indische Vereeniging.

Tidak lama kemudian, berubah nama menjadi Persatuan Indonesia (PI).***

Rekomendasi