

inNalar.com – Korps Brigade Mobile atau Brimob merupakan satuan tertua di Kepolisian Negara Republik Indonesia yang lahir pada 14 November 1496.
Korps Brimob telah berkontribusi banyak untuk NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) dari berbagai ancaman dan gangguan keamanan serta ketertiban masyarakat.
Korps Brimob memang dikenal sebagai salah satu yang terdepan untuk memberantas kelompok radikal bersenjata, aksi terorisme dan pengamanan unjuk rasa yang berujung anarkis.
Baca Juga: Jungkook BTS akan Isi Soundtrack Piala Dunia Qatar 2022 dan Tampil di Upacara Pembukaan Piala Dunia!
Korps Brimob Polri yang merupakan cikal bakal organisasi bentukan Jepang telah beberapa kali mengalami perubahan nama mulai dari Tokubetsu Kaisatsu Tai, Polisi Istimewa, Mobrig (Mobil Brigade) dan akhirnya bernama Brimob (Brigade Mobil).
Kala itu, perannya baru terlihat pada tanggal 8 Maret 1942 saat Belanda menyerah tanpa syarat ke Jepang.
Penyerahan kekuasaan dari pihak Belanda ke Jepang dilakukan oleh Gubernur Jenderal Tjarda van Starkenborgh dan Letnan Jenderal Pooten yang saat itu menjabat sebagai Panglima tertinggi angkatan perang Belanda di Indonesia.
Singkatnya pada era reformasi, Polri mendapatkan dukungan publik yang cukup luas, ditandai dengan keputusan politik memisahkan Polri dari institusi dan garis komando TNI pada 1 April 1999.
Setelah diresmikannya Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, secara resmi polisi memisahkan diri dari tubuh TNI dan menjadi membentuk lembaga sendiri yang saat ini bernama Polri.
Brimob Polri bertugas untuk menjaga keamanan Indonesia dari ancaman tindak kejahatan yang memiliki intensitas tinggi.
Keberhasilan Korps Brimob Polri dalam menanggulangi berbagai ancaman Kamtibmas di Indonesia, tidak lepas dari adanya dukungan dari masyarakat bangsa dan negara yang menginginkan rasa aman dan nyaman tercipta di Indonesia.
Di era banyaknya jenis kejahatan yang semakin berat, Korps Brimob Polri selalu melakukan perubahan yang lebih baik dalam hal peningkatan kemampuan personel, lini persenjataan dan perlengkapan, baik perorangan dan satuan serta melakukan penyegaran kepada para pejabatnya.
Dalam setiap pergerakan dan profesional dalam melaksanakan tugasnya, Brimob memiliki moto operasional kesatuan yakni “sekali melangkah pantang menyerah sekali tampil harus berhasil dengan tetap memegang teguh motto pengabdian “jiwaragaku demi kemanusiaan”.
Baca Juga: Taqy Malik Terseret Kasus Investasi Bodong Robot Trading Net 89, Sunan Kalijaga: Harus Siap-Siap!
Itu sudah sesuai koridor hukum dan peraturan yang ada.
Kini para jajaran Korps Brimob Polri ikut dalam menjaga keamanan dan kondusifitas KTT G20 di Bali.
Para jajaran Korps Brimob akan bertugas selama KTT G20 berlangsung.
Bahkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga ikut menyemangati jajaran Brimob yang bertugas disana. Selamat HUT ke-77 Korps Brimob Polri.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi