

inNalar.com – Dua pelajar sekolah dasar menjadi korban pelecahan yang dilakukan seorang oknum guru di salah satu Sekolah Dasar (SD) di Jatiasih, Kota Bekasi.
Orang tua pelajar sekolah dasar berinisial S bercerita, anaknya yang baru kelas 2 SD menjadi korban pelecehan oknum guru yang dilakukan di dalam kelas sekolah.
Orang tua pelajar sekolah dasar itu bercerita, peristiwa pelecehan tersebut terjadi pada Kamis, 3 November 2022 kira-kira pukul 12.00 WIB di Jatiasih, Bekasi.
Baca Juga: Arsen Zakharyan Nyaris Gabung Chelsea Seandainya Izin Tinggalnya Tidak Diblokir Pemerintah Inggris
Awalnya, korban duduk di bangku depan bersama temannya. Lalu, guru tersebut memerintahkan muridnya untuk duduk di kursi belakang saja.
Murid pun menuruti sang guru dan duduk di bangku belakang yang kebetulan bangku di belakang banyak yang kosong.
Oknum guru tersebut menyuruh korban duduk di pangkuannya dan meraba-raba korban.
Perstiwa cabul yang dialami sang korban terungkap setelah korban menceritakan kepada sang kakak dan diadukan kepada ibunya.
Akibat perbuatan guru tersebut, korban tersebut hingga saat ini belum berani untuk pergi belajar ke sekolah.
Sejak kejadian tersebut 3 November 2022 itu ia belum mau berangkat ke sekolah lagi.
Ibu dari korban sudah melaporkan oknum guru tersebut yang tega mencabuli anaknya di sekolah.
Sang ibu ambil keputusan untuk visum dan membuat laporan Polisi, lalu menuju rumah sakit terdekat untuk melakukan visum.
Lalu korban selanjutnya dicabuli saat di kolam renang.
Sementara, orang tua korban lainnya berinisial D juga menceritakan bahwa anaknya yang saat ini kelas 4 SD pernah menjadi korban oknum guru tersebut.
Dia mengatakan, oknum guru tersebut mencabuli anaknya saat di kolam renang satu tahun lalu.
“kalau anak saya pernah mengaku kepada temannya waktu les renang kelas 3 SD, kalo sekarang kebetulan kelas 4 SD,” ungkapnya kepada wartawan.
Baca Juga: Isa Zega Doakan Nikita Mirzani agar Betah di dalam Penjara: Biar Bermanfaat untuk Tahanan Lain
Saat ini, kepala sekolah di SD tersebut berinisial TS mengatakan, telah menerima pengakuan pelaku yang cabuli muridnya.
“kita akan melakukan proses untuk pengecekan di sekolah, kemudian yang bersangkutan secara lisan mengakuinya,” ujarnya.
Kepala sekolah itu juga mengatakan saat ini oknum guru tersebut sudah tidak lagi mengajar dan telah melarikan diri. “yang bersangkutan sudah tidak mengajar, kami juga sudah laporkan ke Disdik,” tambahnya.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi