

inNalar.com – Berikut adalah pembahasan khutbah Jumat pendek dan terbaru, tentang pelajaran penting bagi muslim dalam menghadapi musibah bencana alam.
Pada khutbah Jumat pendek dan terbaru kali ini akan membahas apa saja pelajaran yang bisa dipetik bagi seluruh umat muslim dalam menghadapi musibah bencana alam.
Tidak hanya itu, khutbah Jumat pendek ini juga akan bagaimana musibah bencana alam dipandang dalam sudut Islam.
Oleh karena itu, penjelasan mengenai musibah bencana alam dalam pandang islam sangat penting dibahas, khususnya pada khutbah Jumat.
Baca Juga: Skor Akhir 1-2 Argentina vs Arab Saudi di Grup C Piala Dunia 2022: Albiceleste Keok di Laga Perdana
Dilansir berbagai sumber, teks khutbah Jumat ini memiliki pembahasan tentang apa yang harus dilakukan jika umat muslim ditimpa musibah bencana alam.
Dimana pada kesempatan khutbah Jumat ini, diharapkan agar umat muslim di Indonesia untuk lebih memahami arti bencana alam dalam pandang agama.
Kemudian, di kesempatan khutbah Jumat ini juga, diharapkan masyarakat muslim bisa memberikan pandangan yang sesuai tuntunan Allah dalam menghadapi bencana alam.
Maka dari itu, mari simak teks khutbah Jumat pendek dan terbaru bertema pandangan Islam dan pelajaran penting saat umat muslim terkena bencana alam.
Baca Juga: Inilah Ceramah Singkat dengan Tema Adab yang Baik Seorang Murid Terhadap Guru
Khutbah Jumat tentang musibah bencana alam
الحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالمِيْنَ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَافِ الأَنْبِيَاءِ وَالمرْسَلِيْنَ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ
Jamaah salat Jum’at yang berbahagia, secara umum orang memaknai bencana alam hampir selalu sebagai musibah.
Hal tersebut sangat wajar karena kehilangan anggota keluarga, kehilangan tempat tinggal, mengalami luka-luka, hingga kehidupan yang mendadak berubah serba-sulit seringkali menjadi hal yang tidak menyenangkan.
Meskipun begitu, dalam pandangan islam musibah, khususnya dalam bentuk bencana alam merupakan bentuk kebaikan berupa kasih sayang yang Allah berikan pada hambanya. Dimana hakikatnya semua itu merupakan bagian dari ujian atau cobaan untuk meningkatkan iman.
وَقِيلَ لِلَّذِينَ ٱتَّقَوْا۟ مَاذَآ أَنزَلَ رَبُّكُمْ ۚ قَالُوا۟ خَيْرًا ۗ لِّلَّذِينَ أَحْسَنُوا۟ فِى هَٰذِهِ ٱلدُّنْيَا حَسَنَةٌ ۚ وَلَدَارُ ٱلْءَاخِرَةِ خَيْرٌ ۚ وَلَنِعْمَ دَارُ ٱلْمُتَّقِينَ
Baca Juga: Paranormal Ki Joko Bodo Meninggal Dunia usai Mandi, Berikut Fakta bahwa Ia Sudah Tobat
Artinya: Dan dikatakan kepada orang-orang yang bertakwa: “Apakah yang telah diturunkan oleh Tuhanmu?” Mereka menjawab: “(Allah telah menurunkan) kebaikan”. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini mendapat (pembalasan) yang baik. Dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik dan itulah sebaik-baik tempat bagi orang yang bertakwa (QS. An Nahl: 30).
Jamaah salat Jumat yang berbahagia..
Musibah berupa bencana alam meurupakan salah satu takdir, dimana hanya Allah saja yang mengetahuinya.
Oleh karena itu, manusia wajib memohon kepada Allah dan menyikapi dengan penuh kesabaran dalam menghadapinya.
الَّذِيۡنَ اِذَآ اَصَابَتۡهُمۡ مُّصِيۡبَةٌ ۙ قَالُوۡٓا اِنَّا لِلّٰهِ وَاِنَّـآ اِلَيۡهِ رٰجِعُوۡنَؕ
اُولٰٓٮِٕكَ عَلَيۡهِمۡ صَلَوٰتٌ مِّنۡ رَّبِّهِمۡ وَرَحۡمَةٌ وَاُولٰٓٮِٕكَ هُمُ الۡمُهۡتَدُوۡنَ
Artinya : orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata “Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji’ūn” 1 (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali). Mereka itulah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.(QS. Al Baqarah: 156-157)
Pada musibah berupa bencana alam, kita sebagai umat muslim dapat memetik pelajaran. Salas satunya adalah bentuk muhasabah atau evaluasi diri.
Bencana alam seperti tsunami, gempa bumi, dan gunung meletus adalah hal yang tidak bisa dikendalikan manusia. Ini menjadi bukti kelemahan manusia dibandingkan dengan kekuasaan Allah ﷻ.
Hal ini juga merupakan peringatan bagi diri sendiri untuk kian menjaga perilaku dan sifatnya baik kepada Allah, sesama manusia, dan juga alam sekitar.
Kedua, pelajaran yang dapat diambil yakni, meningkatkan optimisme dalam rasa syukur.
عن عائِشَةَ قالتْ قالَ رسولُ الله ﷺ لا يُصِيبُ المُؤمِنَ شَوْكَةٌ فَمَا فَوْقَهَا إلاّ رَفَعَهُ الله بِهَا دَرَجَةً وَحَطّ عَنْهُ بها خَطِيئَةً
Dari ‘Aisyah, ia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda: “Tidaklah seorang mukmin terkena duri atau yang lebih menyakitkan darinya kecuali Allah mengangkatnya satu derajat dan menghapus darinya satu kesalahan.” (HR. Tirmidzi)
Itu menjelaskan bahwa, musibah brupa bencana alam baiknya disikapi dengan ridha yang dapat menimbulkan perasaan syukur.
Kita mesti husnudh dhan (berprasangka baik) bahwa ada maksud baik dari Allah untuk meningkatkan mutu diri, baik dalam ibadah dan hubungan dunia.
Baca Juga: Link Live Streaming Piala Dunia 2022 Qatar, Pertandingan Meksiko vs Polandia
Dengan cara didatangkan bencana alam itu merupakan cara Allah menghilangkan dosa-dosa dan menaikkan derajat hambanya.
Hadits tersebut hadir menjadi cara Rasulullah memberikan optimisme kepada umatnya agar tidak larut dalam kesedihan, banyak mengeluh, apalagi sampai putus asa.
Terakhir, pelajaran yang bisa dipetik ialah, segudang pahala ibadah yang didapat selama hamba yang terkena musibah bencana alam dapat benar-benar lulus ujian cobaan ini.
Baca Juga: Kisah Pilu Seorang Ibu Kehilangan 6 Orang Anaknya Pasca Gempa Cianjur, Jawa Barat
Bencana alam merupakan wasilah bagi para korban yang isinya menuntut manusia untuk sabar, ikhtiar, tawakal, dan semakin mendekatkan diri kepada Allah.
Semoga musibah bencana alam memberikan kemajuan dalam kehidupan spiritual kita. Wallâhu a‘lam bish shawâb
بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِى اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَافِيْهِ مِنْ آيَةِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ وَإِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ، وَأَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi