

inNalar.com – Arikel kali ini akan membahas mengenai sejarah hari artileri yang diperingati pada tanggal 4 Desember 2022.
Peringatan hari artileri yang diperingati setiap tanggal 4 Desember 2022 tidak lepas dari sejarah panjang pada masa lalu.
Bicara mengenai sejarah hari artileri maka tentu berkaitan dengan berbagai peristiwa masa lalu bangas ini.
Kaitannya dengan sejarah bangsa Indonesia dengan Belanda juga cukup erat dalam hal sejarah hari artileri ini.
Penggunaan senjata berat yang saat ini digunakan oleh para tentara dan pihak terkait di Indonesia juga tak lepas dari sejarah hari artileri.
Lantas seperti apa sejarah hari artileri yang diperingati pada tanggal 4 Desember 2022 besok?
Baca Juga: Sejarah Peringatan Hari Konvensi Ikan Paus pada 2 Desember 2022, Dilengkapi Maknanya
Simak selengkapnya sejarah hari artileri yang diperingati pada tanggal 4 Desember 2022 di artikel ini.
Dikutip dari Wikipedia, istilah artileri yang dalam bahasa Prancis disebut sebagai artillerie sering digunakan untuk menyebut alat berat apapun yang menembakkan proyektil di medan perang.
Istilah artileri juga digunakan untuk mendeskripsikan tentara yang bertugas untuk menjalankan alat-alat tersebut.
Baca Juga: Syekh Ali Jaber Bagikan Doa yang Sering Dibaca Nabi Muhammad SAW, Bisa Bahagia Dunia-Akhirat
Kemudian, dengan ditemukannya kendaraan terbang pada awal abad ke-20, artileri juga mulai dipakai untuk menyebut senjata darat anti-udara.
Dikutip dari kelaspintar.id, inilah sejarah hari artileri yang diperingati pada tanggal 4 Desember 2022.
Pada masa penjajahan, Belanda melatih beberapa pemuda untuk mengoperasikan artileri.
Hal tersebut turut menjadi awal para pemuda Indonesia memiliki kemampuan untuk mengoperasikan senjata berat sekaligus menjadi tonggak lahirnya hari artileri bagi Indonesia. Meskipun pada masa itu, artileri masih ada di bawah komando Belanda.
Di antara beberapa pemuda yang mendapatkan pelatihan tersebut dari Belanda yaitu Soerio santoso, Memet Rahman Ali Soewardi, Sadikin, Oerip Soemohardjo, Raden Askari. R.M. Pratikno Suryosumarno, Tjhwa SiongPik, Giroth Wuntu, Rudy Pirngadi, Abdullah, J. Minggu, Aminin, dan T.B. Simatupang.
Dalam sejarahnya, menyerahnya tentara Kekaisaran Jepang pada 16 Agustus 1945 menjadi awal bagi para pemuda yang sudah mendapatkan pelatihan untuk mengambil alih sarana artileri untuk mendukung kemerdekaan Indonesia.
Baca Juga: Kunci Jawaban Buku Tematik Tema 4 Kelas 2 SD MI Halaman 44 45 Subtema 1 Pembelajaran 6
Hingga pada akhirnya, usai momentum kemerdekaan RI, pada 5 Oktober 1945, mulai muncul Tentara Keamanan Rakyat (TKR).
Kala itu, pelatihan secara khusus dipimpin oleh Kapten Soewandi, berbekal persenjataan hasil rebutan dari Jepang.
Hal ini ditujukan agar pemuda Indonesia mampu menghadapi Pertempuran Surabaya pada tanggal 10 November 1945 melawan tentara sekutu, Britania Raya dan India Britania dengan senjata artileri peninggalan Jepang.
Batalyon Artileri Pertama
Usai Pertempuran Surabaya, Letnan Jendral Urip Soemohardjo meresmikan Markas Artileri.
Markas ini merupakan bagian dari jawatan persenjataan Markas Besar Tentara (MBT) yang berkedudukan di Yogyakarta pada 4 Desember 1945.
Pada saat bersamaan juga, Letnan Kolonel R.M Pratikno Suryo sumarno didapuk sebagai komandan Artileri Pertama Indonesia.
Baca Juga: Khutbah Jumat yang Berjudul Hati Hati Terhadap Dosa dan Maksiat Karena Akan Mendatangkan Musibah
Komandan Diklat TNI Angkatan Darat menyatakan bahwa penetapan 4 Desember sebagai Hari Artileri Nasional berdasarkan peresmian Markas Artileri pertama di Indonesia.
Hingga saat ini, 4 Desember diperingati sebagai hari jadi Korps TNI Angkatan Darat dan seiring perkembangan zaman berubah menjadi Hari jadi Korps Armed TNI AD.
Batalyon Artileri Pertahanan Udara Sedang 10/Agni Buana Cakti (Yon Arhanudse 10), yaitu Satuan Pertolongan Tempur di bawah komando Kodam Jaya.
Baca Juga: Link Live Streaming Belanda vs Ekuador di Piala Dunia 2022: Saatnya Adu Ketajaman Gakpo dan Valencia
Batalyon ini juga bertambah dikenali dengan Yon Arhanudse 10/Gagak karena lambang satuannya yaitu burung Gagak. Yon Arhanudse 10 bermarkas di Bintaro, Jakarta Selatan yang terdiri dari Markas Batalyon, Baterai Markas, Baterai Q, R, dan S.
Sedangkan Baterai PP bermarkas di Lagoa Kanal Tanjung Priok. Komandan saat ini yaitu Mayor Arh Riksawan.
Batalyon ini berdasarkan Skep Menpangad No : Kep / 1145 / 12 / 1978, mendapatkan nama kesatuan Agni Buana Cakti, dimana Agni berarti Api; Bhuana berarti Jagat dan Angkasa; sedangkan Cakti berarti Ampuh.
Arti nama tersebut mengartikan bahwa Yonarhanudse 10, yaitu suatu daya yang tidak berkesudahan bagaikan api ampuh yang sanggup menghancurkan/ membinasakan musuh terutama yang datang dari Udara.
Batalyon ini berdiri pada 4 Desember 1962, yang dilambangkan dengan Surya Sengkala Asta Rinengga Kusuma Yudha, yang dalam pengetahuan Surya sengkala Jawa bermakna bilangan 1962, dan memiliki manfaat “Suatu daya yang dapat diwujudkan menjadi keharusan di dalam perang”. Surya sangkala tersebut dituliskan melingkar pada leher dari kepala tiang tunggul/ bendera ini.
Kesatuan ini, yaitu salah satu Batalyon yang diwujudkan dalam rangka Proyek Pertahanan Udara Tingkatan Darat (HANUDAD) berdiri pada periode yang bersamaan dengan 4 Batalyon lainnya yaitu Arhanudse 6,7,8 dan 9.
Anggota permulaan Ybanyak yang bersumber dari personel yang diasuh dari Dodik Kalimantan, Malino/Ujung Pandang, Pandegelang dan sebagainya.
Sebelum Batalyon ini diwujudkan secara resmi personelnya sebagian adalah bersumber dari CADUAD (Cadangan Umum Tingkatan Darat) yang ditampung dan diasuh PUSLATSAT Yosowilangun/ Lumajang. Batalyon ini terkenal dengan sebutan Yon Biru serta sebagai pejabat waktu itu, yaitu Kapten Art Yulius – sebelum digantikan oleh Kapten Art Basyarudin yang selanjutnya dikenali sebagai Dayonarsuse 10 yang pertama.
Latihan tersebut ditutup dengan Upacara Militer pada tanggal 4 Desember 1962 dan sebagai Irup Letjen A. Yani Alm. Sehingga, tanggal 4 Desember ditentukan sebagai Hari Artileri Nasional.
Baca Juga: Materi Teks Khutbah Jumat Singkat dan Padat, Kiat Menjadi Guru yang Dapat Memajukan Generasi Muslim
Itulah informasi mengenai sejarah hari artileri yang diperingati pada tanggal 4 Desember 2022.
***