Materi Khutbah Jumat Berjudul Bahayanya Riya’ Godaan Berat Bagi Orang Saleh


inNalar.com –
Inilah artikel yang berisikan tentang khutbah Jumat dengan judul hati-hati riya, godaan berat bagi orang saleh.

Pada artikel khutbah Jumat ini dapat dibawakan saat sholat Jumat atau pada kegiatan keagamaan lainnya yang dilakukan oleh umat Islam.

Artikel khutbah Jumat yang dikutip dari situs muslim.or.id dengan judul hati-hati riya, godaan berat bagi orang saleh.

Baca Juga: Keistimewaan I’tikaf, Salah Satu Ibadah Istimewa Nabi Muhammad SAW Saat Ramadhan, Ada Kisah Haru Hingga Ini

Seorang laki laki sebagai umat Islam wajib hukumnya melaksanakan sholat Jumat di Masjid kecuali memiliki uzur.

Hal ini juga berkaitan dengan mendengarkan khutbah Jumat pada saat melaksanakan sholat Jumat di masjid.

Sedangkan mendengarkan khutbah Jumat ini dapat meningkatkan kadar keimanan dan ketenangan batin.

Baca Juga: Mau Mempunyai Keturunan yang Sholeh dan Sholeha? Simak Amalan Berikut Ini dari Syekh Ali Jaber

Dengan judul hati-hati riya, godaan berat bagi orang saleh inilah isinya.

Simak khutbah Jumat dibawah ini.

Assalamualaikum wr.wb

Jamaah sekalian yang dimuliakan Allah swt, marilah kita mengucap syukur atas ridho-Nya kita dapat bertemu dan berkumpul di Masjid ini untuk tujuan yang mulia.

Shalawat serta salam marilah kita sanjung agungkan kepada baginda Rasulullah saw yang syafaatnya kita tunggu di hari akhir nanti.

Baca Juga: Prediksi Laga Spanyol vs Jerman di Piala Dunia 2022: Spanyol Bakal Mengakhiri Langkah Jerman?

Jamaah rahimakumullah,

Cara setan menggoda seorang hamba sangatlah beragam. Beda jenis dan beda bidang, beda pula cara menggoda dan menghasutnya.

Hamba yang berprofesi sebagai pedagang, maka dihasut untuk memakan harta riba. Kaum hawa digoda agar mengenakan perhiasan yang diharamkan.

Begitu pula dengan hamba yang saleh, maka setan akan menggoda mereka melalui pintu riya.

Imam At-Tayyibi rahimahullah mengatakan tentang riya,

”Ia merupakan tipuan hawa nafsu dan intrik kejahatan yang paling berbahaya, ujian bagi para ulama, ahli ibadah dan mereka yang antusias bersemangat meniti jalan akhirat.”

Baca Juga: Salip Rekor AESPA, IVE Menangkan Empat Penghargaan pada Melon Music Awards 2022, Apa Saja?

Sungguh riya merupakan jebakan paling tersembunyi, namun sangat membahayakan seorang hamba. Disebutkan di dalam kitab Taysiir Al-Aziiz Al-Hamid (hal. 354),

الرِّيَاءُ أَخْوَفُ عَلَى الصَّالِحِين مِنْ فِتْنَةِ الدَّجَّال

“Riya lebih menakutkan bagi orang-orang saleh daripada fitnah dajjal.”

Bahkan, Nabi kita yang mulia shallallahu ‘alaihi wasallam khawatir bila riya ini akan menimpa para sahabatnya.

Baca Juga: Perilaku Buruk Saat Sholat Jumat Ini Kata Syekh Ali Jaber Bisa Membuat Kehadiran Tidak Dicatat Malaikat

Di dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Abu Said Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِمَا هُوَ أَخْوَفُ عَلَيْكُمْ عِنْدِي مِنَ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ؟، قَالَ: قُلْنَا: بَلَى، فَقَالَ: الشِّرْكُ الْخَفِيُّ، أَنْ يَقُومَ الرَّجُلُ يُصَلِّي، فَيُزَيِّنُ صَلَاتَهُ، لِمَا يَرَى مِنْ نَظَرِ رَجُلٍ

“Maukah kalian kuberitahu tentang sesuatu yang menurutku lebih aku khawatirkan terhadap kalian daripada (fitnah) Al-Masih Ad-Dajjal?” (Abu Said) berkata, “Para sahabat berkata, ‘Tentu saja.’”

Baca Juga: Beban Hidup Sering Bikin Pusing? Syekh Ali Jaber Anjurkan Baca Ini Agar Masalah Cepat Pergi

Beliau bersabda, “Syirik khafi (yang tersembunyi), yaitu ketika seseorang berdiri mengerjakan salat, kemudian dia memperbagus salatnya karena mengetahui ada orang lain yang memperhatikannya.” (HR. Ibnu Majah no. 3408. Dihasankan oleh Syekh Albani)

Orang saleh, jika melakukan sebuah ibadah karena riya, di akhirat nanti ia akan diadili sebelum orang lain. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

إِنَّ اَوَّلَ النَّاسِ يُقْضَى يَوْمَ الْقِيَامَةِ عَلَيْهِ رَجُلٌ اسْتُشْهِدَ فَأُتِيَ بِهِ فَعَرَّفَهُ نِعَمَهُ فَعَرَفَعَهَا, قَالَ: فَمَا عَمِلْتَ فِيْهَا؟ قَالَ: قَاتَلْتُ فِيْكَ حَتَّى اسْتُشْهِدْتُ قَالَ: كَذَبْتَ وَلَكِنَّكَ قَاتَلْتَ ِلأَنْ يُقَالَ جَرِيْءٌ, فَقَدْ قِيْلَ ، ثُمَّ أُمِرَ بِهِ فَسُحِبَ عَلَى وَجْهِهِ حَتَّى اُلْقِيَ فيِ النَّارِ, وَرَجُلٌ تَعَلَّمَ الْعِلْمَ وَعَلَّمَهُ وَقَرَأَ اْلقُرْآنَ فَأُُتِيَ بِهِ فَعَرَّفَهُ نِعَمَهُ فَعَرَفَعَهَا, قَالَ: فَمَا عَمِلْتَ فِيْهَا؟ قَالَ: تَعَلَّمْتُ الْعِلْمَ وَعَلَّمْتُهُ وَقَرَأْتُ فِيْكَ اْلقُرْآنَ, قَالَ:كَذَبْتَ, وَلَكِنَّكَ تَعَلَّمْتَ الْعِلْمَ لِيُقَالَ: عَالِمٌ وَقَرَأْتَ اْلقُرْآنَ لِيُقَالَ هُوَ قَارِىءٌ ، فَقَدْ قِيْلَ ، ثُمَّ أُمِرَ بِهِ فَسُحِبَ عَلَى وَجْهِهِ حَتَّى اُلْقِيَ فيِ النَّارِ, وَرَجُلٌ وَسَّعَ اللهُ عَلَيْهِ وَاَعْطَاهُ مِنْ اَصْْنَافِ الْمَالِ كُلِّهِ فَأُتِيَ بِهِ فَعَرَّفَهُ نِعَمَهُ فَعَرَفَهَا, قَالَ: فَمَا عَمِلْتَ فِيْهَا؟ قَالَ: مَاتَرَكْتُ مِنْ سَبِيْلٍ تُحِبُّ أَنْ يُنْفَقَ فِيْهَا إِلاَّ أَنْفَقْتُ فِيْهَا لَكَ, قَالَ: كَذَبْتَ ، وَلَكِنَّكَ فَعَلْتَ لِيُقَالَ هُوَ جَوَادٌ فَقَدْ قِيْلَ, ثُمَّ أُمِرَ بِهِ فَسُحِبَ عَلَى وَجْهِهِ ثُمَّ أُلْقِيَ فِي النَّارِ

“Sesungguhnya manusia pertama yang diadili pada hari kiamat adalah orang yang mati syahid di jalan Allah. Dia didatangkan dan diperlihatkan kepadanya kenikmatan-kenikmatan (yang diberikan di dunia), lalu ia pun mengenalinya. Allah bertanya kepadanya, ‘Amal apakah yang engkau lakukan dengan nikmat-nikmat itu?’

Ia menjawab, ‘Aku berperang semata-mata karena Engkau sehingga aku mati syahid.’ Allah berfirman, ‘Engkau dusta! Engkau berperang supaya dikatakan seorang yang gagah berani.

Memang demikianlah yang telah dikatakan (tentang dirimu).’ Kemudian diperintahkan (malaikat) agar menyeret orang itu atas mukanya (tertelungkup), lalu dilemparkan ke dalam neraka.

Renungkanlah hadis di atas wahai saudaraku.

Sesungguhnya orang yang pertama kali diadili di akhirat nanti adalah Mujahid (orang-orang yang gugur syahid di medan perang), penuntut ilmu dan orang yang rajin bersedekah.

Jika niat mereka telah rusak, mereka semuanya akan diseret di atas mukanya ke dalam api neraka, padahal amalan yang mereka lakukan termasuk amalan-amalan yang paling agung di sisi Allah Ta’ala.

Naudzubillahi min dzalik.

Bukan termasuk dari riya

Bukan termasuk dari riya apabila seorang mukmin melakukan amal saleh, kemudian Allah Ta’ala jadikan kaum mukminin lainnya memujinya dengan pujian yang baik.

Sedang ia sama sekali tidak menduganya, lalu timbullah kebahagiaan di hatinya karena keutamaan Allah Ta’ala yang ia dapatkan ini.

Hal semacam ini tidak akan membahayakannya dan bukan termasuk dari riya.

Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu pernah bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam perihal seseorang yang melakukan sebuah amal kebaikan lalu manusia mulai memujinya karena amalannya tersebut.

Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pun menjawab,

تِلكَ عَاجِلُ بُشْرَى المُؤْمِنِ

“Itu adalah kabar gembira yang disegerakan untuk seorang Mukmin.” (HR. Muslim no. 2642)

Adapun jika seseorang yang sedari awal memperbagus amalnya agar dipuji manusia, maka inilah yang disebut riya.

Hukuman orang yang riya

Hilang sudah impian-impian orang yang beribadah karena riya, sia-sia usaha yang telah ia lakukan, bahkan oleh Allah Ta’ala ia diperlakukan dengan kebalikan yang ia inginkan.

Mereka akan diberi dua hukuman: hukuman di dunia dan hukuman di akhirat.

Hukumannya di dunia, Allah Ta’ala akan membuka dan menyingkap kedok serta rahasianya. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَن يُسَمِّعْ يُسَمِّعِ اللَّهُ به، ومَن يُرائِي يُرائِي اللَّهُ بهِ

“Barangsiapa yang memperdengarkan, maka Allah akan memperdengarkan tentangnya. Dan barangsiapa yang memperlihatkan (riya), maka Allah akan memperlihatkan tentang dia.” (HR. Muslim no. 2987)

Al-Khotthobi rahimahullah berkata,

“Maknanya adalah barang siapa yang mengamalkan sebuah amalan tanpa ikhlas, akan tetapi karena ingin dilihat oleh masyarakat dan disebut-sebut oleh mereka, maka ia akan dibalas atas perbuatannya tersebut. Yaitu Allah akan membongkarnya dan menampakan apa yang dulu disembunyikannya.” (Fathul Baari, 11: 344-345)

Sampai pun itu rahasia-rahasia dan hal-hal yang disembunyikan orang yang riya di dalam hatinya, maka Allah Ta’ala akan menyingkapnya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

المُتَشَبِّعُ بما لَمْ يُعْطَ كَلابِسِ ثَوْبَيْ زُورٍ

“Orang yang berbangga dengan sesuatu yang tidak pernah ia dapatkan, bagaikan menggunakan dua pakaian kedustaan.” (HR. Bukhari no. 5219 dan Muslim no. 2130)

Adapun di akhirat nanti, maka hukumannya adalah neraka jahanam. Allah Ta’ala berfirman,

مَنْ كَانَ يُرِيْدُ الْحَيٰوةَ الدُّنْيَا وَزِيْنَتَهَا نُوَفِّ اِلَيْهِمْ اَعْمَالَهُمْ فِيْهَا وَهُمْ فِيْهَا لَا يُبْخَسُوْنَ ، اُولٰۤىِٕكَ الَّذِيْنَ لَيْسَ لَهُمْ فِى الْاٰخِرَةِ اِلَّا النَّارُ ۖوَحَبِطَ مَا صَنَعُوْا فِيْهَا وَبٰطِلٌ مَّا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ

“Barangsiapa menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, pasti Kami berikan (balasan) penuh atas pekerjaan mereka di dunia (dengan sempurna) dan mereka di dunia tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh (sesuatu) di akhirat, kecuali neraka. Dan sia-sialah di sana apa yang telah mereka usahakan (di dunia) dan terhapuslah apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. Hud: 15-16)

Hal ini senada dengan yang disabdakan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam di hadis yang telah lalu, di mana beliau mengatakan,

“Sesungguhnya manusia pertama yang diadili pada hari kiamat adalah … ”

Lalu beliau menyebutkan,

“Orang yang meninggal karena peperangan, orang yang mempelajari dan membaca Al-Qur’an dan orang yang rajin bersedekah.”

Mereka adalah orang-orang yang beramal namun tujuannya bukanlah Allah Ta’ala, maka dikatakan kepada mereka,

“Engkau beramal agar dikatakan ini dan ini.”

Kemudian mereka diseret ke neraka dalam keadaan wajahnya tertelungkup.

Sungguh, orang-orang yang mengerjakan amal saleh karena ingin riya dan dipuji, di dunia ini oleh Allah Ta’ala akan disingkap kedok dan rahasianya dan di akhirat nanti terancam dengan azab yang pedih.

Semoga Allah Ta’ala menjaga kita semua dari syirik tersembunyi ini dan senantiasa memberikan keistikamahan di dalam menjaga niat kita dalam beribadah, yaitu niat yang ikhlas hanya untuk Allah Ta’ala.

Wallahu A’lam Bisshowaab.***

Sumber: https://muslim.or.id/80334-riya-ujian-bagi-orang-orang-saleh.html

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]