Natal Semakin Dekat! Inilah Sejarah Pohon Natal dan Makna Tersembunyi yang Jarang Diketahui oleh Orang Lain

inNalar.com – Inilah, penjelasan sejarah Pohon Natal beserta makna yang tersembunyi di dalamnya.

Pohon Natal merupakan salah satu ikon yang paling sering dijumpai saat hari Natal tiba.

Bahkan beberapa orang percaya bahwa pohon Natal tidak memiliki makna sama sekali dan tidak memiliki hubungan mengenai iman Kristen.

Namun, siapa sangka bahwa pohon Natal justru menyimpan arti dan makna yang tersembunyi di dalamnya.

Baca Juga: Prediksi Portugal vs Uruguay Head to Head dan live streaming di Piala Dunia 2022

Pohon Natal dilambangkan sebagai “Hidup yang kekal”.

Makna tersebut didapatkan, karena saat musim salju hampir semua pohon akan mengalami perontokan daun.

Namun, berbeda dengan pohon Cemara. Saat musim salju tiba, bukanya daun pohon Cemara menjadi rontok tetapi justru daun pohon cemara akan semakin lebih berwarna hijau.

Berikut ini, penjelasan dari sejarah pohon Natal yang menjadi salah satu ikon saat Natal tiba.

Baca Juga: 10 Makanan Sehat yang Bikin Wajah Sehat, Glowing dan Awet Muda, Harganya pun Murah Meriah

Popularitas pohon Natal tak lepas dari peran St. Bonifasius.

Seorang uskup dari Inggris. St. Bonifasius dikenal karena perjuangan untuk melakukan penginjilan dan melawan takhayul kafir di tanah Jerman.

Kisah ini, terjadi pada abad Ke-8. Dimana, pada suatu malam Natal, St. Bonifasius beserta beberapa muridnya berjalan dan melintasi hutan yang ada di Jerman waktu itu.

Mereka tiba di sebuah desa bernama Geismar dan menemukan para penduduk desa sedang bersiap melakukan sebuah ritual pengurbanan bagi Dewa Thor di hadapan pohon oak raksasa yang disakralkan.

Baca Juga: Treatment Murah Ini Ampuh Atasi Kulit Berminyak dan Pori-Pori Besar Pada Wajah, Auto Glowing Instan

St. Bonifasius menjadu geram dan menentang tindakan tersebut dengan berani. Lalu, St. Bonifasius berseru kepada mereka semua.

“Di sinilah salib Kristus akan mematahkan palu dewa kafir Thor!”.

Saat pendeta yang memimpin pemujaan kepada Dewa Thor, hendak mengurbankan seorang anak kecil.

St. Bonifasius dengan segera langsung menangkis palu yang akan digunakan untuk meremukkan tengkorak anak itu dengan tongkat uskupnya, dan seketika itu juga palu pun terbelah.

Baca Juga: 6 Kebiasaan Kecil Ini Buat Hidup Lebih Sehat dan Tidak Mudah Sakit, Nomor Satu Sering Kita Lupakan

St. Bonifasius juga menebang pohon oak itu, hingga menjadi tumbang dan terbelah menjadi 4 bagian.

Namun, di balik pohon oak yang telah ditumbangkan oleh St. Bonifasius, berdirilah sebuah pohon cemara muda yang menjulang ke langit seperti menara katedral yang mengarah ke Surga.

St. Bonifasius langsung berseru kepada mereka lagi,

“Pohon kecil ini, pohon muda hutan, akan menjadi pohon kudus mu mulai malam ini. Pohon ini adalah pohon damai, sebab rumah mu dibangun dari kayu cemara. Pohon ini adalah tanda kehidupan abadi sebab daunnya senantiasa hijau. Lihatlah, bagaimana daun-daun itu menunjuk ke Surga. Biarlah pohon ini, dinamakan Pohon Kanak-Kanak Yesus; berkumpullah di sekelilingnya, bukan lagi di tengah hutan liar, melainkan di rumahmu; di sana, ia akan dibanjiri, bukan oleh persembahan darah yang tercurah, tetapi persembahan cinta kasih.”

Baca Juga: Ramalan Zodiak Taurus Hari Ini, 28 November 2022: Karir yang Menantang dan Cinta yang Membahagiakan

Seruan dari St. Bonifasius, seketika itu juga membuat penduduk desa tersebut seketika langsung bertobat.

Karena kejadian itu, akhirnya mereka pun membawa pohon cemara ke suatu rumah dan menghiasinya dengan lilin-lilin yang digantungkan.

Mereka semua berkumpul di sekeliling pohon Natal, dan dengan takjub mereka mendengarkan kisah kelahiran Tuhan Yesus dari St. Bonifasius.

Kisah ini, masih terus berlanjut bahkan setelah St. Bonifasius wafat pada tanggal, 5 Juni 754. Karena St. Bonifasius telah diserang dan terbunuh oleh orang-orang barbar.

Baca Juga: Cek Prakiraan Cuaca BMKG untuk Wilayah Bandung Hari Ini, Senin 28 November 2022: Potensi Hujan Ringan

Bahkan, tokoh Reformasi Kristen yaitu Martin Luther, begitu takjub dengan sinar yang nampak pada cabang-cabang pohon cemara yang ada di hutan.

Melihat keindahan tersebut, Martin Luther menebang pohon cemara dengan ukuran kecil dan membawanya pulang.

Saat telah sampai dirumah, Martin Luther memasangkan lilin pada tiap cabang pohon cemara dengan tujuan memberikan kesan adanya bintang-bintang yang bersinar seperti yang dilihatnya dihutan.

Makna pohon Natal, bukan hanya tersimpan pada pohon cemara saja.

Baca Juga: Racikan Skincare Alami dari dr Zaidul Akbar Ini Bikin Wajah Glowing Instan, Kulit Bersih Putih dan Sehat

Namun, ada beberapa ikon yang melekat pada pohon Natal yang ternyata memiliki makna bagi umat Kristen.

  • Bintang Di Puncak Pohon

Puncak atau pucuk pada pohon cemara, melambangkan Bintang Bethlehem, yang memiliki sejarah telah menjadi penuntun bagi para orang-orang Majus kepada Hadiah terbesar bagi dunia (Kelahiran Tuhan Yesus). Kisah ini, dapat dilihat pada “Matius 2 : 9-10”.

  • Bentuk Kerucut

Puncak atau pucuk dari pohon cemara memiliki bentuk yang runcing pada ujung pohon, hal ini membuat pohon cemara terlihat berbentuk sebuah kerucut.

Bentuk ini, ternyata memiliki makna yaitu mengarah ke Surga dan membuat kita selalu ingat, bahwa kita harus berfokus pada hal-hal yang berkenan pada Allah (Matius 6 : 33 & Kolose 3:1-2).

Baca Juga: Link Live Streaming Portugal vs Uruguay Piala Dunia 2022: Susunan Pemain dan Kabar Terbaru Kedua Tim

  • Pohon Cemara Hijau

Warna hijau memiliki makna harapan dan keabadian. Lambang pohon Cemara yang hijau, melambangkan kehidupan abadi atas berkat kuasa kemenangan Kristus atas dosa manusia (Yohanes 11: 25-26).

  • Dekorasi Terang & Gemerlap

Ikon ini, melambangkan Kristus adalah Terang dan Sukacita bagi dunia (Yohanes 8:12 – 15:11).

Itulah, makna tersebunyi dari pohon Natal yang sangat jarang diketahui oleh orang lain.***

 

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]