

inNalar.com– Hendaklah kita sebagai anak mematuhi perintah orngtua agar senantiasa berada pada keberkahan dan ridho Allah SWT.
Namun tak ada salahnya jika kita sewaktu-waktu mengingatkan orangtua jika itu haal yang baik. Hal ini disampaik oleh Ustadz Adi Hidayat dalam ceramahnya.
Dalam ceramah Ustadz Adi Hidayat ia menyampaikan Quran surat An-Nahl ayat 125 maksud dari ayat ini jika ada orang yang belum paham tentang agama, hendaknya kita tidak memarahi dan mencelanya. Hendaknya kita mengajaknya untuk menuju yang benar.
Baca Juga: Cara Menghilangkan Cemas, Ustd Adi Hidayat: Dzikir dan Ingat Allah SWT
Untuk mengajaknya kearah yang lebih baik, dengan hikmah. Hikmah maknanya terbagi menjadi tiga, yaitu puncak pengetahuan, sesuaikan perkataan dengan perbuatan dan kata-kata dan sikap yang lembut dan bijak.
Hendak ketika kita sebagai anak jika ingin mengingatkan orangtua berbicaralah sebaik mungkin dan dengan lembut. Sebagaimana orangtua berkata baik pada kita.
Karna dalam sisi orangtua terkadang memiliki sisi mudanya yang kembali ia ingat Seperti halnya anak-anak yang senang dengan duniawi.
Lembutkan hati orang tua dengan menyampaikan kata-kata baik dan sopan agar orangtua kita merasa senang dan tenang ketika hendak bersama kita.
Sebaiknya kita sebelum mengingatkan orangtua, kita dapat meyakinkan diri kita terlebih dahulu dengan hal-hal baik yang kita miliki. Agar orangtua kita dapat menilai dan melihatnya dengan baik dan ikhlas.
Jika kita sudah merasa diri kita baik untuk menyampaikan dan mengingatkan ha kebaikan terutama untuk meengingatkan orangtua kita berdoa kepada Allah SWT.
Baca Juga: Link Live Streaming Polandia vs Argentina Piala Dunia 2022: Siapa yang akan Jadi Juara Grup C?
Hendaknya kita membaca doa Nabi Musa saat meenghadapi fir’aun, jangan melihat fir’aunnya namun kita dapat belajar dengan melihat sifat keras yang ada pada fir’aun.
Maka baca doa “Robbisrohli sodri wayassirli amri wahlul ‘uqdatanmillisani yafqohu qouli” dengan kita membacakan doa tersebut insyaAllah segala yang terucap dari mulut kita mudah dimengerti oleh pendengar kita.
Artinya dalam memyampaikan hal baik untuk orangtua ataupun orang sekitar yang terdekat, hendaknya kita juga dapat melihat diri kita, sikap kita dan prilaku kita agar hendak dicontoh dan diambil yang baiknya.
***