

inNalar.com – Pada materi khutbah Jumat terbaru dan singkat kali ini, akan membahas mengenai cara muslim dalam menghadapi krisis iklim.
Sebagai mukmin menjaga iklim adalah keharusan, ini akan dijelaskan pada khutbah Jumat terbaru dan singkat berikut.
Kemudian khutbah Jumat ini juga akan menerangkan bagaimana kita sebagai hamba Allah menghentikan krisis iklim yang semakin memburuk.
Dilansir laman Muhammadiyah, terdapat teks terbaru dan singkat khutbah Jumat tentang cara islam dalam menghadapi krisis iklim.
Dengan adanya khutbah Jumat ini, diharapkan umat muslim di Indonesia bisa menjaga iklim yang semakin memprihatinkan.
Kemudian pembahasan khutbah Jumat ini juga, bisa menghentikan krisis iklim yang bisa mengancam umat muslim.
Oleh karena itu, simak berikut khutbah jumat terbaru dan singkat dengan tema cara islam menghadapi krisi iklim.
Teks khutbah Jumat tentang iklim
الْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا الله وَحْدَه لَاشَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ اْلمُبِيْن. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَـمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صادِقُ الْوَعْدِ اْلأَمِيْن
أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ. اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قِيْلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوْا فِى الْمَجٰلِسِ فَافْسَحُوْا يَفْسَحِ اللّٰهُ لَكُمْۚ وَاِذَا قِيْلَ انْشُزُوْا فَانْشُزُوْا يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ
Hadirin Jama’ah Jum’ah rahimakumullah
Di hari yang dimuliakan ini, mari kita mengucapkan rasa syukur kepada Allah swt. Segala puji bagi Allah karena telah memberikan hambanya nikmat yang tak terhitung.
Nikmat iman dan nikmat sehat merupakan hal yang sangat penting untuk diayukuri, karena itu kita bisa meningkatkan takwa dan melaksanakan ibadah dengan maksimal.
Shalawat serta salam semoga senantiasa berlimpah untuk baginda nabi Muhammad saw, keluarga, sahabat dan tabiin.
Hadirin Jama’ah Jum’ah rahimakumullah
Kondisi iklim di zaman modern ini kian memprihatinkan, dimana PBB dan Organisasi Meteorologis Dunia (WMO) sendiri mencatat pada 2020 hingga 2024, kenaikan suhu global rata-rata akan cenderung setidaknya 1°C, ada kemungkinan 20% kenaikan itu akan melebihi 1,5°C dlm satu tahun di antaranya.
Krisis iklim tersebut mengakibatkan berbagai bencana seperti kesulitan air bersih, kebakaran hutan, banjir, kekeringan hingga cuaca yang tidak tentu.
Hadirin Jama’ah Jum’ah rahimakumullah
Terjadinya krisis iklim yang mengancam dunia, khususnya Indonesia merupakan salah satu kesalahan dalam menempatkan manusia dengan alam. Dimana alam hanya menjadi benda yang diuntungkan atau dirugikan manusia.
Padahal dalam pandangan islam sendiri alam menjadi sebuah bukti sakral atas keberadaan Allah swt atau biasa disebut ayat kauniyyah dan krisisnya ialah fasad.
Sebagaimana Allah berfirman dalam QS Ar-Rum ayat 41:
ظَهَرَ الْفَسَادُ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ اَيْدِى النَّاسِ لِيُذِيْقَهُمْ بَعْضَ الَّذِيْ عَمِلُوْا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ
“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)”
Makna ayat di atas adalah adanya kerusakan pada alam dan ekosistem, serta manusia yang sudah tidak lagi peduli kepada keberadaan alam akibat dari tujuan dunia dalam hidupnya.
Hadirin Jama’ah Jum’ah rahimakumullah
Sebagai muslim yang bertakwa kepada Allah, tentu ingin agar krisis iklim ini dapat dikurangi dan dihentikan. Namun bagaimana islam dalam menghadapinya?
Baca Juga: Muslim Wajib Tahu Ini, Kata Gus Baha Kamu Boleh Tidak Menyembah Allah SWT, Asalkan…
Pada kesempatan ini, insyaallah khatib akan menjelaskan bagaimana islam menghadapi krisi iklim yang bisa mengancam dunia.
1. Meningkatkan pengetahuan
Hal yang utama dalam mengatasi krisi iklim ialah, kita harus mengetahui ilmu dan pengetahuan mengenai krisis iklim. Itu karena merupakan salah satu bentuk kewaspadaan dan persiapan. Sebagaimana hadist berbunyi:
إن قَامَتِ السَّاعَةُ وَفِي يَدِ أَحَدِكُمْ فَسِيلَةٌ فَإِنِ اسْتَطَاعَ أَنْ لَا تَقُومَ حَتَّى يَغْرِسَهَا فَلْيَغْرِسْهَ
“Jika terjadi hari kiamat sementara di tangan salah seorang dari kalian ada sebuah tunas, maka jika ia mampu sebelum terjadi hari kiamat untuk menanamnya maka tanamlah.” (HR. Bukhari & Ahmad)
2. Meningkatkan makna alam dalam islam
Sebagai muslim, kita wajib mengimani bahwa alam merupakan salah satu kebesaran dan bukti akan keberadaan Allah.
Itu karena banyak tafsir mengenai alam yang memiliki pengaruh kepada keberadaam manusia sendiri. Seperti banyaknya ayat Al-Qur’an yang menyebutkan keberadaan alam.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
اَفَلَا يَنْظُرُوْنَ اِلَى الْاِبِلِ كَيْفَ خُلِقَتْۗ
وَاِلَى السَّمَاۤءِ كَيْفَ رُفِعَتْۗ
وَاِلَى الْجِبَالِ كَيْفَ نُصِبَتْۗ
وَاِلَى الْاَرْضِ كَيْفَ سُطِحَتْۗ
“Maka tidakkah mereka memperhatikan unta, bagaimana diciptakan? (17) dan langit, bagaimana ditinggikan? (18) Dan gunung-gunung bagaimana ditegakkan? (19) Dan bumi bagaimana dihamparkan?(20).” QS. Al-Gasyiyah ayat 17-20.
Ayat di atas mengandung simbol keseimbangan ekosistem yang keberadaannya sangat penting bagi manusia. Karena itu menjaganya adalah kewajiban bagi kita umat muslim.
3. Mendorong isu krisis iklim ke dalam pendidikan
Terakhir adalah pentingnya umat muslim generasi muda untuk mempelajari dan memahami isu krisis iklim. Dengan pemahaman pentingnya menjaga iklim, diharapkan para muslim generasi muda senantiasa menjaga alam.
Hadirin Jama’ah Jum’ah rahimakumullah
Sebagai muslim yang taat, kita diwajibkan untuk mulai menyadari dan mengatasi krisis iklim di dunia. Selain agar dampak berkurang, itu juga sebagai bentuk takwa kita kepada Allah swt.
Barakallahu li wa lakum bil Qur’anil Azhim wa naf’ani wa iyyakum bima fihi minal ayati wa dzikril hakim wa taqabbala minni wa minkum tilawatahu innahu huwas sami’ul alim