

inNalar.com – Kementerian Sosial (Kemensos) bekerja sama dengan Badan Gizi Nasional untuk mewujudkan Program Makan Bergizi Gratis, sebuah inisiatif yang diarahkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto pada Kamis, 21 November 2024.
Program ini bertujuan meningkatkan kualitas gizi bagi masyarakat, terutama mereka yang kurang mampu, melalui distribusi makanan bergizi secara cuma-cuma.
Kemensos memanfaatkan jaringan pilar sosial yang tersebar di berbagai daerah sebagai bagian dari upaya menyukseskan program ini.
Baca Juga: Soal Kenaikan UMP 2025, Pemerintah Pastikan Ada Kenaikan Meski Penetapan Ditunda
Terdapat puluhan ribu tenaga pendamping yang siap membantu menjalankan program ini di tingkat masyarakat.
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, yang lebih akrab disapa Gus Mensos, menegaskan bahwa kementerian siap mendukung penuh inisiatif tersebut.
“Prinsipnya, kami siap berkolaborasi untuk mendukung dan memastikan kesuksesan program ini,” ungkap Saifullah Yusuf,, sebagaimana dikutip dari laman resmi Kemensos.
Baca Juga: Tips Rahasia Aman Berlibur saat Nataru 2024: Dompet Anti Jebol, Mood Nanjak Masuki Tahun Baru
Program ini melibatkan berbagai pihak, termasuk Pendamping Sosial, Tagana (Taruna Siaga Bencana), dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Gus Mensos menambahkan,
“Kami memiliki lebih dari 33.000 Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), 26.000 anggota Tagana, dan 6.000 TKSK. Mereka siap bekerja sama untuk menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis.”
Selain distribusi makanan, program ini juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif, salah satunya dengan menanam sayuran dan memenuhi kebutuhan pokok di lingkungan sekitar.
Baca Juga: Naik Drastis! Jumlah Pendaftar PPPK 2024 Capai 1 Juta Pelamar: Apa yang Mendorong Antusiasme Tinggi?
Melalui pemberdayaan kelompok penerima manfaat (KPM), Kemensos berharap program ini dapat meningkatkan kualitas gizi sambil mendongkrak perekonomian masyarakat.
“Jika warga yang menerima manfaat dari program ini turut berpartisipasi, ekonomi mereka akan terangkat, dan secara bertahap, mereka bisa keluar dari garis kemiskinan,” tambahnya
Sebagai bagian dari strategi sukses program ini, Kepala Badan Gizi Nasional, Dadang Hindayana, menekankan pentingnya sinergi dengan Kemensos.
“Kami telah bekerja sama dengan para pendamping, termasuk anggota Tagana dan pendamping PKH, untuk memastikan kelancaran pelaksanaan program ini di lapangan,” kata Dadang.
Badan Gizi Nasional juga merencanakan pembentukan satuan pelayanan di tingkat lokal. Setiap satuan pelayanan ini akan menangani sekitar 3.000 anak sekolah, memastikan mereka menerima makanan bergizi secara teratur.*** (sofwan nada)