Ustadz Adi Hidayat Tegaskan Pilihan yang Didasari dengan Takwa Endingnya Bahagia, Seperti Sahabat Nabi SAW Ini


inNalar.com-
Masa paling tidak menyenangkan adalah ketika kita berhadapan dengan dua pilihan yang sulit. Hanya dua, tidak ada pilihan ketiga. Seperti yang disampaikan oleh Ustadz Adi Hidayat dalam salah satu ceramahnya.

“Pilih orang kaya tapi gelisah, atau orang kaya tapi tenang?” kata Ustadz Adi Hidayat dikutip dari channel Youtube Audio Dakwah.

Hebatnya Al-Qur’an selalu memberi contoh-contoh hebat dalam kehidupan. Banyak orang kaya tapi ia tetap bertakwa seperti Nabi Sulaiman AS dengan kedudukan dan hartanya. Kemudian Nabi Yusuf AS sampai dengan sahabat-sahabat Nabi Muhammad SAW.

Baca Juga: Berkenalan Dengan Kandungan Skincare Bakuchiol yang Bisa Membuat Awet Muda Hingga Dapat Menghilangkan Keriput

Pembaca pernah mendengar kisah Abdurrahman bin Auf”? saat ia hijrah ke Madinah, ia hanya bermodalkan pakaian yang ia kenakan.

Padahal, Abdurrahman bin Auf merupakan orang kaya di Mekkah di antara orang yang paling kaya. Setelah beliau masuk Islam, kemudian hijrah ke Madinah.

Saat hendak hijrah ke Madinah, datang tokoh-tokoh Qurais merampas hartanya. “Kalau Anda Mau Hijrah ke Madinah, Anda tidak boleh membawa harta ini.”

Baca Juga: Ustadz Adi Hidayat Beberkan 5 Perbuatan yang Bisa Gugurkan Pahala, Meski Ibadah Seumur Hidup

“Tapi kalau anda tetap di sini, Kami akan tambah harta anda dan kami angkat jadi hartawan terpandang di sini.”

Abdurrahman bin Auf tetap memilih hijrah ke Madinah, maka diambillah semua hartanya di Mekkah. Tak hanya Abdurrahman bin A’uf yang diberikan pilihan, begitupun istrinya.

Istri Abdurrahman bin Auf harus memilih antara ikut suami tapi tak boleh membawa harta atau tetap di Mekkah dan ia boleh mengambil semua harta suaminya itu.

Baca Juga: Syekh Ali Jaber Sebut Terlalu Peduli dengan Manusia Bikin Perjalanan ke Surga Tertunda di Neraka Dulu

Tak hanya itu, istri Abdurrahman bin Auf juga menjanjikan akan dicarikan jodoh terbaik oleh kaum Quraisy apabila ia memilih tetap di Mekkah. Akhirnya pada saat itu ia memilih tinggal di Mekkah.

Mengapa pada saat itu orang Quraisy tidak langsung menghabisi Abdurrahman bin Auf? Saat itu orang Quraisy ingin memberikan pelajaran bahwa ketika ada orang masuk Islam yang dulunya kaya kemudian jadi miskin.

Tapi Allah berkehendak lain. Yang paling Indah adalah orang yang sampai di Madinah karena orang Madinah memililiki kebaikan hati yang luar biasa.

Baca Juga: Materi Khutbah Jumat Terbaru dan Singkat, Tambah Pahala dengan Menjaga Alam Demi Generasi Masa Depan Islam

Saat tiba di Madinah, Abdurrahman bin Auf, orang yang kaya jatuh fakir diterima oleh orang paling kaya di Kota Madinah. Bagitu Abdurrahman bin Auf datang ia mendapat tawaran yang luar biasa oleh orang dermawan itu.

“Saya dengar Anda pernah jadi orang kaya saat di Mekkah. Kalau ingin kaya lagi, silakan ambil setengah kekayaan yang saya miliki.”

“Saya dengar anda ditinggalkan keluarga, kalau ingin menikah lagi pilih perempuan paling cantik di Madinah ini walaupun itu kerabat saya. Pilih, saya fasilitasi untuk menikah.”

Baca Juga: Tips Menjaga Berat Badan Selama Liburan Tapi Bebas Makan Apa Saja, Simak Sebelum Menyesal

Seandainya pembaca dalam situasi di atas, Anda dihadapkan dua pilihan di atas. Kira-kira apa jawaban Anda?

Tidak sedikit orang pasti akan menerima. Tapi pada saat itu Abdurrahman bin Auf justru memberikan jawaban yang luar biasa.

Setahun sebelum Abdurrrahman bin Auf hijrah, ia telah dilatih ketakwaan oleh Nabi Muhammad SAW. Ia dilatih dengan sholat.

Baca Juga: Rutin Cuci Wajah Belum Tentu Bersih Lho, Yuk Kenali 4 Masalah Muka yang Sering Terjadi pada Remaja

Siapa sangka ternyata setiap gerakan dalam sholat itu memiliki makna. Nah, Andurrahman bin Auf diajarkan materi tentang sholat kemudian dia praktikkan. Apa di antaranya?

Saat kita berdiri tegak tidak miring kanan kiri kakinya di atur lebarnya selebar dengan bahunya. Tidak terlalu lebar tidak terlalu rapat. Apa makna gerakan ini?

Apabila Anda sanggup menegakkan diri anda, maka jangan gantungkan diri anda kepada orang lain. Berusahalah dengan baik, tegakkan diri anda.

Baca Juga: Target Manchester United Mengalami Cedera saat Menjalani Latihan Bersama Timnas Belanda di Piala Dunia 2022

Lantas, apa jawaban Abdurrahman bin Auf saat dihadapkan dua pilihan tersebut? Indahnya, beliau memberikan jawaban yang luar biasa.

“Semoga Allah berikan pahala kepada Anda. Hari ini cukup tunjukkan kepadaku di mana pusat bisnisnya.”

Saat masih di Mekkah, Abdurrahman bin Auf adalah seorang pebisnis, punya ilmu manajemen kemudian ditunjukkan pusat bisnisnya kemudian dipraktikkan tentang nilai taqwa yang sudah diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Baca Juga: Jepang vs Spanyol: Susunan Pemain, Riview dan Link Live Streaming Piala Dunia 2022

Apa yang terjadi? Dalam waktu tiga bulan Abdurrahman bin Auf sudah menjadi orang kaya di Kota Madinah yang hartanya 10 ribu dinar, kemudian untanya 10 ribu ekor, kambingnya tidak terkira hanya dalam waktu tiga bulan.

Setelah satu tahun jadi orang kaya di Kota Madinah sampai pernah terjadi kehebohan pasca wafatnya Nabi Muhammad SAW.

Saat itu Abdurrahman membawa kafilah dagangnya. Ia membawa 600 unta yang penuh dengan emas, perak, dan berlian. Saking kayanya, kapak beliau terbuat dari emas.

Baca Juga: Dhio Daffa Pembunuh Satu Keluarga di Magelang Gunakan Racun Zat Arsenik Pencabut Nyawa

Bagaimana dengan kita? tiga bulan, setahun bisa apa? Padahal kita sholat, baca Al-Qur’an juga. Bukan karena masalah yang meningkat kemudian kita jadi bertakwa. Tapi dari hasil takwa kita yang bisa kita dapatkan dalam alur kehidupan kita.***

 

Rekomendasi