

inNalar.com– Syekh Ali Jaber menjabarkan empat amalan yang apabila amalan itu dikerjakan akan mendatangkan rezeki bagi kita.
Empat amalan ini menurut Syekh Ali jaber adalah yang menjaminkan rezeki, bukan memudahkan rezeki, melainkan mendatangkan rezeki. Maksudnya, di mana saja kita berada, Allah datangkan rezeki kepada kita. Adapun empat amalan itu adalah sebagai berikut.
1. Sholat Malam
Bangun di sepertiga malam kemudian kita tunaikan sholat malam, baik tahajud maupun sholat hajat. Kemudian kita berdo’a pasti dikabulkan oleh Allah.
Waktu tersebut adalah waktu terbaik bagi kita untuk meminta kepada Allah. Maka ketika kita memiliki memiliki keinginan yang besar, rutinkan sholat malam.
2. Perbanyak Istighfar Waktu Sahur
Apabila anda sholat malam jangan tinggalkan waktu sahur. Waktu sahur kapan? Kira-kira 30 menit sebelum azan subuh. Di sinilah Allah memuji, Allah senang terhadap orang yang sahur. Para ulama berkata tidak ada ibadah terbaik di waktu sahur selain istighfar.
“Jadi, kita boleh baca Al-Qur’an, sholat malam, boleh dzikir, atau apapun. Tapi, yang terbaik dilakukan pada waktu sahur adalah istighfar. Fokus hanya istighfar,”kata Syekh Ali Jaber dikutip dari channel Youtube Muslim- saluran dakwah.
Syekh Ali Jaber juga sangat menganjurkan untuk membaca istighfar yang luar biasa, yaitu kalimat sayidul istighfar berikut ini:
اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ. أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ. أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ. وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ. فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ
Allâhumma anta rabbî, lâ ilâha illâ anta khalaqtanî. Wa anâ ‘abduka, wa anâ ‘alâ ‘ahdika wa wa‘dika mastatha‘tu. A‘ûdzu bika min syarri mâ shana‘tu. Abû’u laka bini‘matika ‘alayya. Wa abû’u bidzanbî. Faghfirlî. Fa innahû lâ yaghfirudz dzunûba illâ anta.
Artinya, “Hai Tuhanku, Engkau Tuhanku. Tiada tuhan yang disembah selain Engkau. Engkau yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku berada dalam perintah iman sesuai perjanjian-Mu sebatas kemampuanku.
Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang kuperbuat. Kepada-Mu, aku mengakui segala nikmat-Mu padaku. Aku mengakui dosaku. Maka itu ampunilah dosaku. Sungguh tiada yang mengampuni dosa selain Engkau.”
Apa manfaat ketika kita membaca ayat di atas?
Rasulullah bersabda: “Barang siapa membaca sayidul istighfar. Kemudian di malam hari dengan keyakinan ia meninggal setelah baca istighfar. Maka dia masuk surga.”
3. Perbanyak Sedekah
Terkadang kita salah memaknai maksud perbanyak sedekah dalam hal ini bukan seberapa banyak nominal sedekah yang kita berikan melainkan keistiqomahan bersedekah (konsisten dalam bersedekah).
Baca Juga: Cara Mudah Melakukan Self Healing untuk Menyembuhkan Kesehatan Mental ala dr. Aisyah Dahlan
Bagi Allah tidak masalah seberapa besar dan kecil sedekah yang kita berikan. Tapi yang terpenting adalah sedekah itu dilakukan terus-menerus. Setiap ada kesempatan selalu bersedekah.
Jangan menunggu hari tertentu, bulan tertentu, atau malam tertentu kita bersedekah. Setiap kita merasa ada berita baik atau buruk yang menyakiti perasaan kita, maka segeralah sedekah agar Allah berikan jalan keluar.
4. Berdzikir
Amalan yang diajarkan oleh islam sangat banyak. Entah itu amalan yang panjang, amupun pendek. Semua memiliki manfaat. Ada kalanya ita bingung harus membaca apa.
Baca Juga: Prediksi Belanda vs Amerika Serikat Piala Dunia 2022: Susunan Pemain dan Link Live Streaming
Syekh Ali Jaber mengatakan bahwa beribadalah sesuai apa yang kita bisa. Misal, ketika kita hanya hafal Al-Ikhlas, bacalah surat itu.
“Jadi Bapak, Ibu. Saat kita berdiri lama walaupun baca satu ayat diulangi berkali-kali. Walapun baca surat pendek tetapi diulangi berkali-kali tidak menjadi masalah,” kata Syekh Ali Jaber.
‘’Walapun Bapak, Ibu hanya hafal kulhu. Kulhu dibaca tiga kali pahalanya seperti baca Al-Qur’an,” tambah Syekh Ali Jaber.
Jadi, kita jangan bersusah pikir, yang terpenting dinikmati walaupun hanya membaca surat Al-Ikhlas. Mungkin kita bosan mendengar, tapi Allah tidak akan bosan mendengar. Justru Allah senang mendengar bisikan do’a kita pada malam hari.***