

inNalar.com – Proyek pembangunan jalan Tol di daerah Jawa Timur dikonfirmasi mundur.
Tol yang memiliki panjang 30 Kilometer ini belum dapat direalisasikan di waktu dekat dikarenakan masih ada beberapa hal yang dipertimbangkan.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) masih memiliki target proyeksi pembangunan Jalan Tol yang semula diwacanakan akan dibangun tahun 2021 harus sudah dibangun pada tahun 2026.
Baca Juga: Benarkah Gaji Guru Naik 2 Juta Per Bulan? Ini Penjelasan Mendikdasmen Abdul Mu’ti
Pemerintah sedang mengkaji ulang terkait program pembangunan jalan tol yang membentang dari Kota Malang sampai Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Ada beberapa langkah yang sebaiknya diambil oleh Kementerian PUPR untuk melanjutkan kembali proyek pembangunan jalan Tol ini.
Terdapat perubahan titik lokasi pembangunan yang akhirnya merubah skema pembangunan proyek.
Baca Juga: Tantangan Proyek Jalan Tol Terpanjang di Indonesia, Target di Tahun 2024 Terpenuhi?
Adapun perubahan tersebut terkait dengan perubahan trase yang dirasa cukup menonjol yaitu pemetaan ulang titik masuk-keluar jalan tol dan alokasi biaya (biaya pembangunan).
Terkait dengan rencana awal trase, akan melintasi Kelurahan Cemorokandang,lalu Kecamatan Kedungkandang, dan exit di Kepanjen.
Tetapi, ada perubahan jalur trase yaitu melewati Kelurahan Gadang lalu exit di Kecamatan Aji.
Perubahan yang mencolok ini sangat berpengaruh pada desain jalan tol.
Tidak hanya desain jalan yang mengalami perubahan, estimasi anggaran proyek juga meningkat signifikan.
Awalnya, pembangunan Tol Malang-Kepanjen diperkirakan membutuhkan dana sekitar Rp9 triliun.
Namun, dengan adanya revisi rencana, biaya yang dibutuhkan kini diproyeksikan melonjak hingga Rp15 triliun.
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, akhirnya memberikan tanggapan mengenai isu yang muncul seputar pembangunan Tol Malang-Kepanjen.
Menanggapi perkembangan rencana pembangunan tol ini, Dody menjelaskan bahwa proyek tersebut masih berada dalam tahap peninjauan terkait kelayakan atau feasibility study (FS).
Dody menjelaskan bahwa permasalahan pembebasan lahan menjadi salah satu faktor utama yang dipertimbangkan dalam proses pengambilan keputusan terkait pembangunan Tol Malang-Kepanjen.
Selain itu, Kementerian PU masih memprioritaskan dukungan terhadap program kerja 100 hari, dengan fokus utama pada pengembangan swasembada pangan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. *** (Muhammad Yusuf Saputra)