

inNalar.com – Lord Rangga Sasana atau yang memiliki nama asli Edi Raharjo telah meninggal dunia pada Rabu 7 Desember 2022.
Lord Rangga dinyatakan meninggal dunia setelah sempat dirawat di RS Mutiara Bunda Tanjung Brebes, Jawa Tengah.
Erwin Syahruddin pengacara Rangga Sunda Empire mengatakan Lord Rangga meninggal dunia karena sakit yang ia derita.
“saya sudah mengkonfirmasi ke anaknya, ke adik nya memang Pak Rangga Sasana telah meninggal di Brebes, pukul 5.30 WIB di rumah sakit,” ungkap Erwin Syahrrudin.
Erwin Syahruddin mengaku belum tahu penyakit apa yang telah diderita Lord Rangga. Tetapi pihaknya telah mengetahui sebelumnya Lord Rangga Sasana Sunda Empire memiliki riwayat penyakit ketika menjadi tahanan polisi.
Diketahui sewaktu di RS Bhayangkara saat menjadi tahanan di Polda itu sempat dirujuk ke RS Bhayangkara karna memiliki riwayat masalah dibagian perut.
“Kalau untuk kenapa nya saya masih belum berani gali lebih dalam karena suasana nya masih berkabung. Kemungkinan nanti besok saya akan ke Brebes kalau kondisinya memungkinkan,” ungkapnya.
Seperti yang diketahui, mantan petinggi Sunda Empire yang selalu berpenampilan nyetrik dengan topi baretnya itu merupakan warga asli Desa Grinting, Kecamatan Bulakamba, Brebes.
Rangga Sasana sempat menjadi perhatian publik setelah ia mengaku sebagai Sekjen Sunda Empire. Rangga Sasana kemudian ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi bersama Nasri Banks yang menjabat sebagai perdana menteri dan Raden Ratnaningrum sebagai Kaisar Sunda Empire.
Diketahui belakangan Lord Rangga sempat bolak-balik ke Brebes untuk mengikuti seleksi manajer tim sepak bola Persab Brebes.
Lord Rangga sempat menjadi pengurus Persab tidak lama ia mengundurkan diri.
Lord Rangga meninggal dunia karena kecapekan.
Adik Lord Rangga, Harto Paryono meluruskan kabar meninggalnya almarhum bukan karena sakit jantung seperti yang diberitakan.
“Bukan karena penyakit jantung. Bukan batuk, atau sakit paru. Sempat sedikit mengeluarkan darah,” kata Harto Prayono.
Harto Paryono menyebutkan Lord Rangga meninggal dunia karena kecapekan saja dan penyakit lama pun nya kambuh terkait paru.
“Kalau riwayat penyakit, dulu sudah terlalu lama ya. Memang ada batuknya, sekarang batuknya timbul kembali kemudian akhirnya itulah yang akhirnya tidak mampu. Akhirnya subuh tadi di panggil Yang Maha Kuasa,” ungkap Harto Paryono. ***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi