

inNalar.com- Hari Bhakti Transmigrasi (HBT) diperingati setiap tanggal 12 Desember setiap tahunnya.
Tahun ini pada tanggal 12 Desember 2022 mendatang, merupakan Hari Bhakti Transmigrasi (HBT) yang ke-72 tahun.
Dilansir inNalar.com dari berbagai sumber, kata transmigrasi sendiri di perkenalkan oleh presiden dan wakil presiden Indonesia yang pertama, yaitu Soekarno dan Mohammad Hatta.
Soekarno mengemukakan tentang transmigrasi pertama kali tahun 1927 melalui tulisannya di “Harian Soeloeh Indonesia.”
Penjelasan ringkas dari transmigrasi adalah pemindahan penduduk dari suatu daerah yang padat, ke daerah lain di wilayah Indonesia.
Berikut ini adalah sejarah singkat Hari Bhakti Transmigrasi.
Baca Juga: Khutbah Jumat Terbaru Jumat, 9 Desember 2022 : Amalan Saleh yang Diridai Allah
Peringatan awal Hari Bhakti Transmigrasi pada tanggal 12 Desember 1950.
Dalam Konferensi Ekonomi di Kaliurang Yogyakarta pada 3 Februari 1946, Wakil Presiden Mohammad Hatta menyebutkan pentingnya transmigrasi untuk mendukung pembangunan industrialisasi di luar Jawa.
Program transmigrasi pertama dilakukan dengan memberangkatkan 23 Kepala Keluarga (KK) ke Lampung dan 2 (KK) ke Lubuk Linggau.
Baca Juga: Rumor Cristiano Ronaldo Hengkang dari MU Merebak, Erik ten Hag Bingung Cari Pengganti Selevel CR7
Di tempat baru itulah mereka mulai membangun desa yang diberi nama Bagelan.
Namun pada masa itu, tepatnya 11 Maret 1974, 67 pionir transmigran asal Boyolali, Jawa Tengah, yang hendak menuju unit pelayanan transmigrasi (UPT) Rumbiya, Sumatera Selatan, meninggal dunia.
Insiden bus yang ditumpangi berjalan kaki lalu masuk dan terbakar di Kali Sewo di Desa Sukra, Indramayu, Jawa Barat. 3 dari transmigan tersebut ditemukan dengan selamat, sementara lainnya meninggal dunia.
Salah satu tanda untuk mengenang peristiwa ini ditandai dengan adanya makam Pionir Pembangunan Transmigrasi di Desa Sukra, Indramayu.
Pentingnya transmigrasi untuk Indonesia
Untuk transmigrasi sendiri memiliki peran yang sangat penting bagi pembangunan nasional.
Semua transmigran memegang peranan yang sangat penting sebagai objek penyelenggaraan transmigrasi, yang telah berkontribusi dalam pembangunan daerah.
Program transmigrasi ini dibentuk oleh pemerintah Indonesia untuk meratakan aspek pembangunan seperti, pendidikan, kesehatan, olahraga dan lain-lain.***