Makanan Sederhana Ini Kata dr Zaidul Akbar Bisa Membuat Emosi Menjadi Tidak Stabil


inNalar.com – dr Zaidul Akbar menyebut makanan sederhana yang membuat emosi menjadi tidak stabil.

Ternyata makanan sederhana yang disebut oleh dr Zaidul Akbar ini termasuk favorit masyarakat Indonesia.

Menurut dr Zaidul Akbar makan makanan sederhana ini bisa membuat tubuhnya terasa lebih berat.

Baca Juga: Hari Ibu Nasional 2022: Tema dan Latar Belakang Peringatannya, Simak Selengkapnya di Sini!

Selain itu kata dr Zaidul Akbar makanan sederhana ini juga memicu emosi menjadi tidak stabil dalam keseharian kita.

Tapi pernahkah kalian berada dalam situasi saat emosi menjadi tidak stabil walaupun tidak sedang menghadapi masalah yang berat?

Jika iya maka penjelasan dr Zaidul Akbar ini setidaknya bisa membuka pengetahuan kalian terhadap makanan yang sebenarnya tidak sehat.

Baca Juga: Terbaru! 19 Link Twibbon Hari Bela Negara Tanggal 19 Desember 2022 dan Contoh Sikap Bela Negara di Masyarakat

Penjelasan dr Zaidul Akbar terkait masalah ini dikutip inNalar.com dari YouTube resmi dr Zaidul Akbar Official.

Tapi jangan kaget jika akhirnya tau makanan sederhana yang dimaksud dr Zaidul Akbar, karena mungkin tadi atau kemarin kalian baru saja memakannya.

Pencerahan dr Zaidul Akbar terkait makanan sederhana membuat emosi menjadi tidak stabil

dr Zaidul Akbar menjelaskan jika saat ini mineral yang ada di dalam bumi itu ternyata ditemukan juga kesamaan dengan mineral yang ada di tubuh manusia.

Baca Juga: SPOILER Sinopsis Chainsaw Man Episode 10 Sub Indo dan Link Nonton Selain Anoboy: Denji Dihajar Habis-habisan

Lebih lanjut dr Zaidul Akbar mengatakan jika saat ini masyarakat kurang mengkonsumsi makanan yang mengandung nutrien atau padat gizi.

Nah hal tersebut menyebabkan banyak orang yang gampang emosi atau mudah berubah emosinya sewaktu-waktu.

Kemudian dr Zaidul Akbar menyebut salah satu makanan sederhana yang mudah dimasak dan mudah dijumpai yang ternyata tidak sehat.

Baca Juga: Childhood Emotional Neglect Bisa Disebabkan oleh Orang-Orang Terdekat Lho, Kok Bisa?

“Makanan (saat ini sering dikonsumsi) itu tinggi lemak dan tinggi kalori contohnya nasi goreng,” katanya.

Secara spesifik dr Zaidul Akbar menjelaskan kebiasaan orang Indonesia yang mengkonsumsi gemar nasi goreng.

“Dari nasinya kita sudah berlimpah karbohidrat gula, kemudian pakai kerupuk udah gitu digoreng pakai minyak pula, udah gitu makan bakwan minumnya es teh, itulah makanan tinggi kalori, tinggi lemak, miskin nutrisi,” ucapnya.

Baca Juga: Bocoran Soal CPNS 2023 yang Bakal Keluar di Tes SKD dan SKB, Beserta Kunci Jawabannya

Mungkin kita menganggap bahwa nasi goreng bukanlah makanan yang menimbulkan masalah.

Tapi ternyata makan makanan tersebut secara berlebihan dan tidak diimbangi dengan gizi yang cukup akan membuat emosi kita tak stabil. ***

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]