

inNalar.com – Berikut ceramah Ustadz Adi Hidayat yang menjelaskan tentang hukum mengucapkan selamat natal, lengkap dengan dalilnya.
Polemik tentang hukum mengucapkan selamat natal memang selalu menjadi perdebatan menjelang tanggal 25 Desember.
Sebagaimana diketahui pada tanggal tersebut menjadi perayaan ibadah Natal bagi umat Kristiani. Banyak kalangan memiliki sudut pandang berbeda soal hukum mengucapkan selamat natal bagi seorang muslim.
Ustadz Adi Hidayat (UAH) sendiri mengatakan bahwa mengucapkan selamat natal adalah haram hukumnya bagi seorang Muslim.
“Jelas bahwa hukum mengucapkan selamat pada agama lain di luar keyakinan kita (Islam) dalam keimanan seorang Muslim, haram hukumnya,” kata Ustadz Adi Hidayat, dikutip inNalar.com dari ceramahnya di YouTube Share Dakwah Islam yang diunggah pertama kali pada 24 Desember 2018.
Lebih lanjut, Ustadz Adi Hidayat menjelaskan hal itu dinilai ada unsur pengakuan bahwa ada agama yang dibenarkan selain Islam.
Kendati demikian, hal itu tidak bisa menjadi pembenaran untuk melakukan tindak intoleran kepada non Muslim. Mengingat Islam sendiri mengajarkan kasih sayang ke seluruh makhluk.
“Sebetulnya sama saja, yang bukan non Muslim pun meyakini bahwa kepercayaan mereka paling benar. Jadi itu keyakinan standar bagi setiap pemeluk agama,” terang Ustadz Adi Hidayat.
“Itu indah sekali dalam Islam,” sambungnya.
Mengutip QS. Al Baqarah: 256, UAH mengatakan dilarang keras seorang Muslim memaksa orang lain untuk percaya kepada Islam, begitupun sebaliknya.
Arti Toleransi Menurut Ustadz Adi Hidayat
Terlepas dari hukum mengucapkan selamat natal, UAH mengatakan perbedaan kepercayaan bukan menjadi alasan untuk bermusuhan.
Toleransi antar umat beragama juga wajib dilakukan oleh seorang Muslim. Bahkan, dalam satu riwayat Nabi Muhammad sampai memberikan rasa aman kepada umat kafir saat meminta perlindungan.
“Anda (Muslim) bahkan dilarang untuk memperkenalkan Islam kepada orang lain dengan cara paksaan, dilarang!” jelas Ustadz Adi Hidayat.
Oleh karena itu, Muslim wajib memberikan rasa aman kepada antar umat beragama dengan cara menghargai cara mereka beribadah dan tidak terlalu jauh mengusik persoalan agama selain Islam.
Allah SWT memerintahkan hambanya untuk berlomba dalam kebaikan, hal ini bisa berupa ibadah dan saling mengasihi sesama makhluk.
Dalam Islam orang yang lebih dahulu melakukan kebaikan maka lebih tinggi derajatnya ketimbang orang yang melakukan kebaikan yang sama setelahnya.
“Dan setiap umat mempunyai kiblat yang dia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan. Di mana saja kamu berada, pasti Allah akan mengumpulkan kamu semuanya. Sungguh, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.” Al-Qur’an surat al-Baqarah ayat 148.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi