

inNalar.com – Merasakan patah hati karena cinta bukan untuk menambah luka diri sendiri, namun memberikan banyak kesempatan untuk kita lebih mencintai diri sendiri.
Banyak manusia memiliki cara untuk menghindar dan move on dari patah hati, ada di antara kita yang mencari pengganti baru, mendapatkan yang lebih dari dia, atau mengharuskan diri sendiri untuk terlihat bahagia sebagai alibi kemanipulatifan diri.
Kondisi patah hati bukanlah hal mudah diterima, apalagi ketika kita sudah benar-benar mencintai sesorang begitu dalam dengan segala perjuangan yang telah dikeluarkan.
Baca Juga: Prediksi Argentina vs Prancis di Final Piala Dunia 2022: Susunan Pemain dan Kabar Terbaru Kedua Tim
Perjuangan dalam hal cinta itu penting adanya, namun jika perjuangan itu sampai melupakan diri kita sendiri, yang ada kita tidak pernah mengenal diri kita.
Tips-Tips move on begitu bertebaran di berbagai macam social media, ada beberapa tips yang memang diambil dari kisah nyata dan ada juga yang menggabungkan sebuah tips ke tips lain.
Namun, hal itu kembali dengan diri kita sendiri, dan setiap satu manusia dengan manusia lainnya, pasti memiliki cerita dan cara pengobatan yang berbeda-beda dan tidak bisa dipaksa sama.
Tips yang berhasil terhadap orang lain, belum tentu bisa berhasil pada diri kita, bahkan banyak orang yang terobsesi agar dia mampu untuk bisa melupakan secara cepat, beralih pada hal baru hingga dia lupa akan dirinya sendiri.
Menggunakan banyak cara, sampai dia lupa akan kehidupan yang lebih penting sebenarnya yang harus kita pikirkan.
Dan ketika kita gagal dengan banyak tips yang sudah dicoba, tidak menutup kemungkinan kita bisa menyakiti diri kita sendiri lebih dalam dari sesorang yang menyakiti kita atas landasan dan pelampiasan sikap denial terhadap keadaan.
Baca Juga: Resep Masakan Cara Membuat Kue Putu Ayu Simpel Tanpa Mixer ala Jessica Jane, Lembut dan Anti Gagal
Hanya diri kita yang mengerti akan harus apa diri kita lakukan, apa tetap ingin membiarkan diri ini terluka dengan banyak luka yang kita tambahi sendiri, atau membuat diri ini perlahan sembuh dengan terus belajar untuk memaafkan, menerima, dan mencintai diri sendiri.
Kita tidak perlu untuk terlalu berantusias menyambut datangnya sebuah cinta, sampai kita lupa akan kepergian yang nanti akan datang dan belum begitu siap untuk menerima kepergian.
Terkadang, kita begitu berekpetasi besar pada suatu hal di masa yang akan datang bahwa hal itu akan benar-benar membuat kita bahagia, padahal semua hal itu masih tabu.
Ekpetasi, jatuh cinta, patah hati adalah hal yang saling berkesinambungan satu ke yang lain nya, dengan ekpetasi kita akan bisa jatuh cinta, dengan jatuh cinta kita akan bisa patah hati.
Dengan ekpetasi kita akan bisa jatuh cinta, pada dasar nya jatuh cinta ada karena ekpetasi dalam pikiran yang berangan akan kebahagian, dari ekpetasi yang berlebih membuat pikiran, mata, hati tertutup akan kekecewaan yang datang nantinya.
Jarang disadari bahwa kekecewaan sebenarnya tercipta oleh sebuah ekpetasi besar akan kebahagiaan yang sudah mengental dalam angan di pikiran.
Kekecewaan yang berlebih dengan banyak pengorbanan yang sudah dilakukan akan menyebabkan sebuah penolakan diri.
Akibatnya, kita akan merelakan diri sendiri dan membiarkannya terombang ambing dalam ambang luka.
Setiap manusia yang hadir dalam hidup dan mengisi cerita kita, memiliki masa untuk bertahan dan hak untuk pergi.
Baca Juga: Prediksi Persis vs Persib di BRI Liga 1 2022: Susunan Pemain hingga Kabar Terbaru Kedua Tim
Jangan terus merasa paling tersakiti, sebuah patah hati yang datang selalu membawa alasan tersendiri untuk diri kita.
Jika kita berfikir bahwa dirinya bukan yang terbaik untuk diri kita, maka kita pun harus berfikir bahwa kita adalah bukan yang terbaik buat diri dia juga.
Meng-upgrade diri menjadi yang lebih baik itu adalah sebuah keharusan, agar siapapun nanti yang bisa mendapatkan kita, dia juga yang pastinya terbaik untuk hidup kita dan diri kita terbaik untuk hidup dia.
Setidaknya dengan meng-upgrade diri kita, kita bisa menjadi hal yang baik dan membawa kebahagiaan baru dengan aura positif pada kehidupan yang nantinya akan mengisi hari-hari kita.
Jangan terus mencari yang terbaik, sebelum kita memperbaiki diri kita sendiri.
Banyak manusia yang terjebak dengan kata “Self love” atau biasa diartikan cinta diri sendiri, dengan menerima semua kekurangan, kelemahan dan kita biarkan itu semua terjadi dalam diri menemani dan menjadi pemeran utama dalam setiap cerita kita.
Baca Juga: Operasi Cedera Zalnando Berhasil, Persib Belum Bisa Gunakan Jasanya Hingga 16 Minggu Kedepan
Kita memeluk erat diri sendiri, membiarkan semua hal buruk terjadi dalam hidup kita, dengan alibi mencintai diri sendiri.
Padahal arti dari self love adalah sebuah bentuk cinta pada diri sendiri dengan terus memperbaiki apa yang kurang, selalu memeluk saat diri sendiri terluka, mencari apa yang belum pernah terjadi (hal baik)
Dengan kita merusak dan memperbanyak luka dengan imbal-imbal kata “self love” atau bentuk denail dari sebuah patah hati, kita sampai merelakan tubuh dan diri kita tersakiti oleh kita sendiri, dan saat masa terpuruk malah kita menyalahkan orang lain yang menyebabkan sebuah luka tersebut.
Apakah itu yang dinamakan cinta diri sendiri?, berasalan ingin memberikan self reward padahal kita hanya membuang waktu untuk diri sendiri dengan banyak hal yang tidak berguna.
Coba renungi, apakah yang sekarang kita lakukan hanya membuang waktu atau memang bentuk terima kasih terhadap diri?
Tidak ada salahnya memang untuk memberikan reward sebagai ucapan kepada diri yang sudah berjuang sejauh ini.
Baca Juga: Teks Khutbah Jumat Edisi 26 Desember 2022 Tentang: Membenahi Tujuan Hidup yang Sesungguhnya
Namun jangan sampai kita lalai dengan hal yang membuat kita nyaman pada zona yang sebenarnya hanya membuang waktu.
Ekpetasi yang kita buat sendiri sebenarnya adalah pencipta dari sebuah luka.
Memang, butuh waktu panjang agar hati dengan banyak serpihan luka bisa kembali dengan utuh seperti semula.
Baca Juga: Resep Membuat Patbingsoo (Es Serut Korea), Minuman Kekinian yang Cocok untuk Menu Buka Puasa
Namun, jangan salah ambil tindakan, jangan memperkeruh dan melukai diri sendiri dengan pilihan yang salah.
Masih banyak kegiatan yang lebih positif untuk kita lakukan, mencari hal baru yang lebih bermanfaat akan lebih berpengaruh besar untuk kehidupan di masa depan.
Sekeras kita berjuang untuk melupaka luka, sama hal nya kita membiarkan luka pada diri.
Baca Juga: Tips Memiliki Wajah Glowing dan Kulit Sehat dalam Tujuh Hari, Dijamin Glow Up
Beralih dengan merusak diri malah akan memperkurug pikiran, hati dan keadaan.
Diri sendirilah yang akan merasakan nantinya, jangan sampai keputusan cara untuk bisa melupakan malah menjadi luka baru dalam hidup.
Hidup akan tetap terus berjalan, luka akan terus dirasakan, kita bisa berdamai dengan luka itu secara perlahan.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini, Sabtu 17 Desember 2022 BMKG: Siang Hari Diperkirakan Berawan
Berjalannya waktu kita akan mengerti bahwa sekeras kita berjuan untuk melupakan kenangan hanya membuang waktu dalam hidup.
Jangan sampai, apa yang kita pilih menjadi penyesalan kedua setelah luka.
Terimakasih. ***