Baru Diresmikan, Mall Megah Senilai Rp843 Miliar di Jawa Barat Ini Malah Kena Protes Warga

 

inNalar.com – Sebuah mall megah di Jawa Barat yang diresmikan pada Jumat, 22 November lalu tuai banyak komplain dari warga sekitar.

Bekasi kini punya destinasi berbelanja baru yang bisa jadi opsi. Adalah Pakuwon Mall yang berada di Jalan Raya Pekayon, Bekasi, Jawa Barat.

Berdiri diatas lahan 3,8 hektare, Pakuwon Mall jadi salah satu pusat perbelanjaan terbesar yang ada di Bekasi.

Baca Juga: Tepis Kontra Ekspor Pasir Laut, Potensi Cuan Indonesia Rp67 Triliun Disebut untuk Kesejahteraan Nelayan

Meski diharapkan menjadi ikon baru dan memberikan pengalaman berbelanja modern, keberadaannya justru menuai banyak kritik dari masyarakat setempat.

Sejak pembukaan, pusat perbelanjaan ini telah memicu berbagai keluhan, terutama terkait kemacetan lalu lintas di area sekitar.

Kehadiran Pakuwon Mall yang megah dan dilengkapi lebih dari 250 tenant ternama menarik perhatian pengunjung, baik dari dalam maupun luar kota.

Baca Juga: Resmi Naik 12 Persen! Gaji Pensiunan PNS 2024 Siap Cair Bulan Desember lewat PT Taspen: Cek Besaran Gajinya

Namun, lonjakan pengunjung selama beberapa hari pertama pembukaan menyebabkan peningkatan volume kendaraan yang signifikan.

Hal ini memperburuk kondisi lalu lintas di kawasan tersebut, khususnya di simpang Pekayon dan Kemang Pratama.

Akses keluar-masuk mall disebut sebagai penyebab utama. Beberapa pengguna jalan menyebut desain akses tidak cukup memadai untuk menangani arus kendaraan yang tinggi.

Baca Juga: Jelang Pilkada, Bawaslu Minta Syarat Petugas Pengawas TPS Minimal Wajib Belajar 9 Tahun

Kondisi ini tidak hanya mengganggu warga setempat tetapi juga memengaruhi pengguna jalan yang tidak terkait langsung dengan aktivitas di mall.

Protes terhadap situasi ini pun ramai disuarakan di media sosial, di mana banyak warga mengungkapkan frustrasi mereka.

Tidak hanya masyarakat umum, perhatian terhadap masalah ini juga datang dari Komisi II DPRD Kota Bekasi.

Baca Juga: Bidik PNBP dari Ekspor Sedimentasi Laut, DPR Sebut Indonesia Bisa Bercuan Tapi Ragu Target Bisa Tercapai

Mereka menyatakan keprihatinan atas dampak negatif kehadiran mall terhadap lalu lintas kota.

Ketua Komisi II menegaskan bahwa pihaknya akan memanggil manajemen Pakuwon Mall untuk meminta klarifikasi dan mencari solusi atas persoalan ini.

Mereka juga mendorong manajemen mall untuk berkontribusi dalam perbaikan infrastruktur di sekitar area, termasuk meninjau ulang desain akses dan menyediakan fasilitas tambahan guna mengurangi kemacetan.

Baca Juga: Penting! Siapkan Satu Berkas Ini Agar Tak Disebut ‘Honorer Bodong’ di Seleksi PPPK 2024 Tahap 2

Selain masalah lalu lintas, persoalan lain yang menjadi sorotan adalah drainase di sekitar mall.

Beberapa warga melaporkan adanya genangan air yang muncul setelah hujan. Hal ini diduga akibat sistem drainase yang tidak optimal, baik di dalam maupun di luar kawasan mall.

Kritik yang diterima Pakuwon Mall kontras dengan harapan tinggi terhadap pusat perbelanjaan tersebut.

Dengan nilai investasi yang besar, mall ini diharapkan tidak hanya menjadi destinasi belanja, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.

Bagi sebagian masyarakat, dampak negatif ini menunjukkan pentingnya perencanaan yang matang dalam pembangunan infrastruktur berskala besar.

Kehadiran mall megah seperti Pakuwon Mall seharusnya menjadi solusi, bukan sumber masalah baru bagi kota dan masyarakatnya.

Evaluasi terhadap desain akses serta pengelolaan dampak lalu lintas harus menjadi prioritas untuk memastikan bahwa kehadiran mall tidak terus menimbulkan keluhan.

Pakuwon Mall Bekasi memang baru saja memulai perjalanannya sebagai ikon belanja baru di Jawa Barat.

Namun, tantangan besar telah menghadang di awal operasionalnya. Menyelesaikan persoalan ini dengan cara yang transparan dan kolaboratif akan menjadi kunci untuk memastikan bahwa mall ini benar-benar membawa manfaat yang diharapkan oleh semua pihak.***(Muhammad Arif)

Rekomendasi