

inNalar.com- Anies Baswedan memaknai tahun 2022 sebagai tahun di mana dirinya merasa bersyukur karena telah menuntaskan amanat besar sebagai Gubernur DKI Jakarta.
Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 itu mengaku bersyukur lantaran apa yang direncanakan dan dipersiapkan panjang itu berakhir dengan baik.
Dilansir inNalar.com dari channel YouTube CXO Media (7/1/2023), Anies Baswedan mengatakan bahwa masa tugasnya sebagai Gubernur DKI Jakarta berakhir pada tanggal 16 Oktober 2022.
Setelah menyelesaikan masa tugasnya, Anies Baswedan kemudian membuat acara perpisahan untuk berpamitan kepada warga DKI Jakarta.
Baca Juga: Sinopsis Film Horor Anak Titipan Setan Tayang Januari 2023 di Bioskop, Tema Klasik Tapi Menarik
Pada sesi obrolannya bersama Putri Tanjung, Mantan Menteri Pendidikan itu menyampaikan bahwa ada acara yang dibuat oleh masyarakat Jakarta yang sangat menyentuh di antara semua momen dalam hidupnya.
Momen itu terjadi pada tanggal 9 Oktober 2022 di mana pada saat itu masyarakat di Kota Tua, Jakarta, mereka membuat panggung dan menuliskan testimoni untuk Anies Baswedan.
Menurut Mantan Rektor Universitas Paramadina itu, peristiwa di atas merupakan momen yang paling mengharukan dan tidak bisa digambarkan dengan kata-kata.
Ada testimoni yang membuat pemilik nama lengkap Anies Rasyid Baswedan merinding yakni, “Sekarang Kami bisa bekerja, bisa cari makan dengan tenang.”
Anies Baswedan mengatakan bahwa ketika masyarakat terdidik, kelas menengah, makmur mengucapkan terima kasih padanya, itu dinilai sebagai hal baik.
Akan tetapi ketika ucapan terima kasih itu datang dari mereka yang selama ini tersingkirkan, terkalahkan, dan tidak punya kepastian. Bagi mantan Gubernur DKI Jakarta itu sangat menyentuh.
“Di saat banyak dari kita yang bilang rasa tenang itu take it for granted, dalam arti ada. Bangun aman ini mereka bangun dengan rasa tegang,”ucap Anies Baswedan.
“Akankah rumah saya tetap di sini, akankah warung saya tetap di situ, akankah tempat saya bekerja masih ada besok, akankah bulan depan masih ada. Dan ketika kepastian itu ada, mereka itu merasakan ketenangan,” imbuhnya lagi.
Anies Baswedan juga mengatakan bagaimana rasanya hidup di kota Jakarta yang penuh ketidakpastian, tapi kemudian warga bisa merasakan ketenangan itu adalah hal yang luar biasa.
Menurutnya, banyak generasi pertama yang datang ke Jakarta hanya bermodalkan keberanian, dan pengalaman. Kemudian mereka become somebody (menjadi seseorang) dan anak cucu mereka merasakan ketenangan dalam hidupnya.
Suami dari Fery Farhati itu memandang kota Jakarta harus terus bersahabat pada orang-orang yang ingin mendapatkan kehidupan yang lebih baik.***