

inNalar.com – Maia Estianty memberikan pendapatnya terkait kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang menimpa Venna Melinda.
Kasus KDRT yang menerpa rumah tangga Venna Melinda dan Ferry Irawan turut menyita perhatian dari wanita yang pernah menjadi juri Indonesian Idol, Maia Estianty.
Sebagaimana diketahui, baru-baru ini ramai beredar informasi mengenai kasus KDRT yang dilakukan oleh Ferry Irawan terhadap Venna Melinda.
Baca Juga: Kunci Jawaban Bahasa Inggris Kelas 7 SMP Chapter III Tema What Time Is It Pada Halaman 45 46 47
Berita soal KDRT Venna Melinda dan Ferry Irawan juga sempat menjadi trending di media sosial Twitter. Tak sedikit warganet yang terkejut mendengar kabar tersebut.
Sementara itu berbicara mengenai KDRT, ini bukan kali pertama kekerasan berbasis gender itu melanda rumah tangga selebriti. Sebelumnya, netizen juga dihebohkan oleh kasus KDRT Lesty Kejora dan Rizky Billar.
Mencuatnya kasus KDRT Venna Melinda dan Ferry Irawan ke ranah publik semakin memperpanjang deretan kasus kekerasan yang terjadi di dalam rumah tangga.
Lantas, mengapa KDRT bisa terjadi? sehingga kasus tersebut seolah-olah tak pernah surut di negeri ini.
Dilansir inNalar.com dari akun Instagram Insta Julid (10/1/2023), Maia Estianty memaparkan bagaimana KDRT bisa terjadi.
Maia Estianty mengatakan bahwa KDRT bisa terjadi ketika salah satu pasangan dalam suatu hubungan merasakan dorongan untuk mendominasi atau mengendalikan pasangannya.
Istri dari Irwan Musry itu juga mengungkapkan bahwa KDRT bisa dilakukan dengan empat cara yakni secara fisik, verbal, ekonomi, dan seksual.
Dari keempat cara KDRT di atas yang paling mudah dibuktikan ketika seseorang melaporkan ke Polisi adalah KDRT secara fisik karena lukanya terlihat.
Maia Estianty juga menghimbau bagi wanita yang terkena KDRT untuk tak segan meminta bantuan ke siapapun.
“Nah kalau Kamu kaum wanita yang terkena KDRT, jangan segan untuk meminta bantuan kepada teman, tetangga, atau siapapun yang bisa menolong Kamu,” kata Maia Estianty.
“Laporkan saja ke Polisi! Toh delik aduan juga. Artinya bisa kapan aja laporan tersebut dicabut kalau seandainya nanti pasangan tersebut berbaikan kembali minimal untuk memberi efek jera kepada mereka yang melakukan KDRT,” imbuhnya lagi.
Selain itu, wanita dengan panggilan akrab Bunda Maya itu juga berpesan kepada siapapun yang ingin melaporkan kasus KDRT agar mengumpulkan bukti sebanyak-banyaknya.
Entah itu video Handphone, rekaman CCTV, foto, ataupun saksi untuk memperkuat laporan Anda ke Polisi.
***