Proyek Besar Prabowo di Papua Barat Senilai USD 7 Miliar Ini Diproyeksi Hasilkan Potensi Gas Jumbo

inNalar.com – Dengan segala kekayaan alam yang luar biasa itu, kini Papua Barat menjadi mega bintang berkat potensi proyek “Gas Jumbo”.

Perlu diketahui bahwa Liquified Natural Gas (LNG) adalah proyek kilang minyak yang menjadi salah satu agenda dari Proyek Strategis Nasional (PSN).

Menyadur konten Youtube resmi Kementerian ESDM, Presiden Joko Widodo telah meresmikan proyek PSN Tangguh Train 3 sebagai penghasil gas bumi terbesar di Indonesia.

Baca Juga: Panduan Lengkap Pilkada 2024, Ini Persyaratan yang Wajib Dibawa Sebelum Anda Menuju TPS

Masa pemerintahan Presiden Joko Widodo telah bertransisi pada era Presiden Prabowo Subianto.

Sebagai pemimpin yang akan melanjutkan tongkat estafet Pemerintahan, Prabowo dihadapkan pada tantangan besar untuk melanjutkan berbagai program jangka panjang yang dirancang untuk kemajuan Indonesia.

Dibalik gemuruh politik nasional yang kini tengah mengalami pasang-surut, proyek gas jumbo ini telah diberlanjutkan dan telah di-taken oleh British Potrelum dan Mitra pada 21 November 2024 lalu. Proyek ini adalah Ubandari CCUS (UCC) di Papua Barat yang bernilai USD 7 miliar.

Baca Juga: TIDAK SEMUA DAPAT! Kriteria Guru Honorer Ini Berhak Mendapatkan Tunjangan Kesejahteraan dari Abdul Mu’ti

Keputusan untuk mengembangkan proyek gas ini tidak hanya untuk mengembangkan citra bangsa Indonesia ke dunia internasional sebagai aktor utama di sektor energi—proyek ini bahkan sangat potensial untuk pembangungan ekonomi nasional.

Proyek UCC ini berfokus pada dua hal utama, yaitu pengembangan lapangan gas Ubadari di Distrik Kramongmongga dan optimalisasi perolehan gas melalui teknologi Carbon Capture, Utilization, dan Storage (CCUS).

Melansir laman resmi British Potreleum Indonesia, disebutkan bahwa Proyek UCC ini merupakan kelanjutan dari pengembangan Tangguh Train 3 yang telah beroperasi pada tahun 2023 silam.

Baca Juga: DPR RI Beri Kado Spesial Jelang Akhir Tahun Buat Tenaga Honorer: Diangkat Jadi PPPK dengan Syarat…

Murray Auchincloss selaku Chief Executive Officer BP menyebutkan bahwa hal ini disampaikan dalam acara BP yang tutut dihadiri oleh Presiden Prabowo Subianto di London.

Sebagai tambahan informasi, dengan nilai total nilai investasi yang fantastis tersebut, proyek UCC ini akan menghasilkan kurang lebih tiga triliun kubik sumber daya gas tambahan dengan target penangkapan karbon sebesar 15 juta ton CO2 pada fase awal.

Untuk saat ini, Tangguh sendiri telah menjadi salah satu pemain kunci dalam industri LNG global.

Baca Juga: Sosok yang Diunggulkan dalam Pilkada Jabar dan Banten Menurut Hasil Survei

Sebagai bagian dari pengembangan Tangguh, proyek UCC secara tidak langsung menjadi bukti kongkret BP dalam memperluas kapasitas produksi energi dan mendukung kebutuhan energi di pasar Asia yang kini melonjak permintaanya.

Dengan dukungan penuh dari Pemerintah Indonesia dan pihak mitra, besar harap agar mega proyek ini dapat memberikan kontribusi yang maksimal bagi ketahanan energi kawasan.

Yang tidak kalah penting, melalui proyek gas jumbo ini, Prabowo Subianto secara implisit tengah mengupayakan perwujudan dari pemerataan pembangunan yang inklusif di wilayah Papua Barat sebagai salah satu daerah paling strategis dalam peta energi global.

Dengan hadirnya mega proyek yang diperkirakan akan mulai produksi pada tahun 2028 mendatang, proyek ini diharapkan mampu memberikan kontribusi yang signifikan untuk sektor ketahanan energi Indonesia. *** (Evie Sylviana Dewi)

Rekomendasi