

inNalar.com – Berikut ini adalah pembahasan naskah khutbah Jumat singkat terbaru edisi tanggal 17 Februari 2023.
Pembahasan naskah khutbah Jumat singkat terbaru edisi 17 Februari 2023 ini akan mengusung tema Taat kepada Allah lewat Ar Ribath.
Naskah khutbah Jumat edisi 17 Februari 2023 dengan tema Taat kepada Allah lewat Ar Ribath ini cocok disampaikan saat sholat Jumat.
Anda juga dapat menyajikan naskah khutbah Jumat tentang Taat kepada Allah lewat Ar Ribath ini dalam kegiatan keagamaan lainnya.
Melalui khutbah Jumat singkat edisi 17 Februari 2023 ini, Anda akan mendapat pemahaman bagaimana cara Taat kepada Allah lewat Ar Ribath.
Baca Juga: Yuk Intip Betapa Mewahnya Rumah Eko Patrio Seharga 150 Miliar, Ada Lift hingga Kolam Renang Elit
Pemahaman tentang cara Taat kepada Allah lewat Ar Ribath ini akan membantu Anda dalam memperkuat ketakwaan kepada Allah dan Rasul-Nya.
Dilansir inNalar.com dari laman Tebuireng Online, inilah penjelasan tentang khutbah Jumat singkat terbaru edisi 17 Februari 2023 tentang Taat kepada Allah lewat Ar Ribath.
Naskah Khutbah Jumat
Hadirin sekalian, salah satu sifat yang berkaitan dengan mengamalkan ketakwaan kepada Allah SWT adalah sifat Ar Ribath (الرباط).
Secara etimologi Ar Ribath ini berarti bersiap siaga. Secara terminologi dapat diartikan secara seksama yaitu akan menuntut suatu tindakan, perilaku atau sikap yang nyata.
Diksi Ar Ribath pada mulanya ialah merujuk pada sikap siap siaga dari pasukan Muslim bersenjata lengkap dan berjaga di wilayah perbatasan atau wilayah yang rawan dimasuki musuh yang ingin menyerang umat Islam.
Baca Juga: Heboh! Shelvie Hana Wijaya Putuskan Gugat Cerai Daus Mini, Ternyata Ini Alasannya
Pada terminologi lain Ar Ribath memiliki pengertiannya sendiri dan memiliki tiga bentuk yaitu:
Pertama, upaya untuk menjaga diri agar tidak terjerumus dalam segala bentuk perbuatan dosa.
Kedua, upaya untuk ‘memaksa diri’ dalam melakukan segala amal saleh dan membiasakannya secara konsisten.
Ketiga, upaya untuk memperoleh kesempurnaan dalam beribadah meski terasa berat.
Seperti firman Allah SWT dalam Surat Ali Imran ayat 200:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
“Wahai orang-orang beriman bersabarlah kamu sekalian dan kuatkanlah kesabaranmu serta tetap bersiap siagalah dan bertakwalah kepada Allah agar kamu sekalian menjadi orang-orang yang beruntung.”
Baca Juga: Shelvie Hana Gugat Cerai Daus Mini, Sang Suami Beri Tanggapan Kecewa
Ar Ribath ialah orang yang melazimkan diri untuk senantiasa Taat kepada Allah SWT.
Dengan tidak ada suatu apapun yang menghalanginya dan tidak ada suatu apapun yang membatasinya.
Sehingga bila seseorang mengikatkan diri dengan sifat Ar Ribath ia akan disebut sebagai Al Murabith.
Al-Murabith bisa berupa kebaikan apapun, ia tak mengkhususkan sebuah kebaikan dengan kebaikan yang lain.
Sebab pada dasarnya segala kebaikan selalu berada di jalan Allah atau fii sabilillah.
Baca Juga: Body Goal Mikha Tambayong Seketika Jadi Kurus Kerempeng Pasca Nikah Beda Agama dengan Deva Mahenra
Para Murabith yang menempuh jalan Allah tidaklah dikhususkan terhadap suatu kemudahan saja.
Serta tidak dikhususkan hanya pada suatu hal merepotkan seperti jihad fi sabilillah.
Namun segala sikap yang dipunyai orang Muslim ada kemungkinan dan ada peluang untuk menemu makna takwa melalui sikap Ar Ribath ini.
Jalan Allah berarti segala syariat yang telah Allah berikan kepada para hamba-Nya untuk selalu diamalkan sepanjang hidup.
Rasulullah SAW bersabda bahwa kondisi Ar Ribath ini adalah kondisi muslim yang paling baik.
Baca Juga: 10 Link Twibbon Paling Terbaru Hari Valentine 2023 Diperingati 14 Februari 2023
Kita mengetahui bahwa apabila manusia wafat maka segala amalnya akan terputus.
Namun, tidak demikian dengan orang-orang yang memiliki predikat Al Murabith.
Sebab menurut Rasulullah orang berpredikat Al Murabith ini amalnya akan senantiasa mengalir hingga yaumil qiyamah dan akan diselamatkan dari siksa kubur.
Dalam hadis yang termaktub dalam Shahih Muslim No.1913 Rasulullah SAW bersabda:
رِبَاطُ يَوۡمٍ وَلَيۡلَةٍ خَيۡرٌ مِن صِيَامِ شَهۡرٍ وَقِيَامِهِ وَإِنۡ مَاتَ جَرَى عَلَيۡهِ عَمَلُهُ الَّذِي كَانَ يَعۡمَلُهُ وَأُجۡرِيَ عَلَيۡهِ رِزۡقُهُ وَأَمِنَ الۡفَتَّانَ . – رواه مسلم
“Ribath sehari semalam lebih baik daripada puasa dan shalat malam sebulan penuh. Jika ia wafat maka amalnya akan terus mengalir sebagaimana yang pernah ia amalkan, rezekinya juga terus mengalir dan terbebas dari fitnah-fitnah.”
Untuk menjadi orang berpredikat Al Murabith memang tidaklah mudah, sebab harus berupaya mengaitkan kesabaran dengan sifat Ar Ribath ini.
Butuh kesabaran secara rohani dan jasmani sebab Ar Ribath adalah tindakan nyata untuk melaksanakan segala kewajiban yang Allah SWT berikan.
Oleh sebab itu jika kita bisa mengkoneksikan kesabaran dalam hal beribadah dan taat kepada Allah SWT.
Faa Insyaallah kita akan memperoleh segala kemudahan dan pertolongan dari Allah SWT.
Demikianlah teks khutbah Jumat terbaru edisi 17 Februari 2023 tentang Taat Kepada Allah lewat Ar Ribath semoga dapat menjadi manfaat bagi umat Muslim sekalian.***