

inNalar.com – Tahukah Anda, Indonesia baru saja dinobatkan sebagai negara dengan penduduk paling malas berjalan kaki di dunia? Hasil riset dari Stanford University mengungkapkan fakta mengejutkan ini.
Orang Indonesia rata-rata hanya berjalan sekitar 3.513 langkah setiap hari. Jumlah ini jauh lebih sedikit dibandingkan rata-rata global yang mencapai 5.000 langkah per hari.
Penelitian ini melibatkan 717.000 orang dari berbagai negara menggunakan aplikasi Argus untuk memantau aktivitas harian mereka.
Hasilnya, Indonesia berada di posisi paling bawah, bahkan dibandingkan dengan negara tetangga kita seperti Malaysia dan Filipina. Sebuah fakta yang tentu perlu kita renungkan bersama.
Sebelum menyalahkan kebiasaan, ada baiknya kita memahami akar dari masalah ini. Salah satu faktor utamanya adalah kondisi infrastruktur pejalan kaki yang kurang memadai.
Trotoar sering kali sempit, rusak, atau bahkan tidak tersedia di banyak wilayah perkotaan. Hal ini membuat berjalan kaki menjadi aktivitas yang tidak nyaman, bahkan berisiko.
Baca Juga: Informasi Lengkap SKB CPNS Kemenkeu 2024: Jadwal, Lokasi dan Kisi-Kisi Materi
Selain itu, akses transportasi umum yang belum sepenuhnya memadai juga mendorong masyarakat untuk lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi.
Tidak heran, jika jumlah kendaraan bermotor, terutama sepeda motor, terus meningkat.
Jika Indonesia menjadi negara dengan pejalan kaki paling malas di dunia, lantas negara mana yang penduduknya paling rajin berjalan kaki? Jawabannya ialah Hongkong.
Baca Juga: BOCOR! Segini Besaran Tambahan Gaji yang Akan Diterima Guru Honorer dari Mendikdasmen Abdul Mu’ti
Hong Kong menjadi negara paling rajin berjalan kaki dengan rata-rata 6.880 langkah per hari. Posisi ini diikuti oleh beberapa negara lain seperti China, Jepang, dan Ukraina.
Fakta ini menunjukkan bahwa negara-negara dengan infrastruktur transportasi umum yang baik cenderung lebih mendukung aktivitas fisik warganya.
Anda mungkin bertanya-tanya, seberapa besar pengaruh kebiasaan ini? Malas berjalan kaki tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga mental.
Berjalan kaki dapat meningkatkan kesehatan jantung, menurunkan risiko obesitas, dan memperbaiki suasana hati.
Sayangnya, rendahnya tingkat aktivitas fisik di Indonesia bisa memicu berbagai masalah kesehatan seperti diabetes, hipertensi, hingga penyakit jantung.
Data dari WHO menunjukkan bahwa kurangnya aktivitas fisik menjadi salah satu penyebab utama meningkatnya angka penyakit tidak menular.
Kabar baiknya, Anda bisa mulai mengubah kebiasaan ini dari hal-hal kecil.
Misalnya, memilih untuk berjalan kaki ke toko terdekat, naik tangga daripada eskalator, atau menyisihkan waktu untuk jogging di pagi hari.
Selain itu, pemerintah juga perlu mengambil langkah serius untuk memperbaiki infrastruktur pejalan kaki.
Trotoar yang layak, jalur sepeda, dan transportasi umum yang nyaman dapat menjadi solusi jangka panjang.
Sebagai masyarakat, sudah waktunya kita lebih peduli terhadap kesehatan fisik. Berjalan kaki bukan hanya aktivitas sederhana, tetapi juga investasi untuk masa depan.
Mulailah dengan langkah kecil hari ini, karena setiap langkah Anda adalah upaya untuk menjadikan Indonesia lebih sehat dan aktif.
Jadi, sudahkah Anda melangkah hari ini?***(Valencia Amadhea Christiyadi)
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi